Munculnya Hewan Menyusui Zaman Tersier dan Cara Mengidentifikasi Fosilnya

Smallest Font
Largest Font

Menemukan dan mengidentifikasi fragmen fosil hewan menyusui purba dari lapisan sedimen sering kali membingungkan para peneliti pemula karena kemiripan strukturnya dengan fauna modern. Pemahaman yang keliru mengenai batas penanggalan geologi dapat menyebabkan kesalahan fatal dalam menentukan periodisasi kemunculan mamalia purba tersebut.

Artikel ini menyajikan panduan instruksional langkah demi langkah bagi Anda untuk mengidentifikasi jenis hewan menyusui yang muncul pada zaman tersier secara presisi berdasarkan bukti paleogeografi. Melalui pendekatan praktis, kita akan membedakan karakteristik taksonomi fauna purba berdasarkan sisa-sisa fosil yang ditemukan di berbagai situs geologi dunia.

Langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah menentukan batas pertanggalan batuan secara akurat untuk memastikan fosil berasal dari era yang tepat. Anda harus memahami posisi zaman tersier di dalam pembagian kala zaman neozoikum secara menyeluruh.

Zaman neozoikum sendiri dimulai sekitar 65 juta, 65,5 juta, atau 66 juta tahun yang lalu hingga saat ini. Era ini terbagi menjadi dua tahap utama, di mana zaman tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun, atau diperkirakan terjadi antara 65 sampai 1,5 juta tahun yang lalu, serta versi lain menyebutkan dari 66 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu. Ikuti urutan pemetaan kronologi berikut untuk mempermudah analisis Anda:

  1. Batasi sampel batuan Anda pada Kala Paleogen yang berlangsung dari 66 juta hingga 23 juta tahun yang lalu untuk mencari mamalia tingkat rendah.
  2. Lanjutkan pemeriksaan ke lapisan Kala Neogen yang berlangsung dari 23 juta hingga 2,6 juta tahun yang lalu untuk menemukan mamalia yang lebih berkembang.
  3. Pisahkan sampel batuan dari Zaman Pliosen yang berlangsung sekitar 10 juta tahun yang lalu untuk mengamati transisi primata besar.
  4. Pastikan Anda tidak mencampurnya dengan Zaman Kuarter yang berlangsung kurang lebih sekitar 600 ribu tahun yang lalu atau periode Neogen yang berakhir sekitar 2,6 juta tahun yang lalu.

Dari pengalaman saya menangani identifikasi sampel stratigrafi, kesalahan umum yang saya lihat adalah pencampuran artifak antara lapisan Neogen akhir dengan Kala Pleistosen yang berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. Pemisahan yang ketat menggunakan tabel pembanding waktu geologi di bawah ini akan meminimalisir kesalahan interpretasi laboratorium Anda.

Pembagian Garis Waktu Geologi Zaman Neozoikum
Nama Periode atau KalaAwal Garis Waktu (Juta Tahun Lalu)Akhir Garis Waktu (Juta Tahun Lalu)
Zaman Neozoikum660
Zaman Tersier662,6
Kala Paleogen6623
Kala Neogen232,6
Zaman Pliosen10
Zaman Kuarter2,60,6
Kala Pleistosen0,60

Cara Mengidentifikasi Spesimen Babi Purba Kalimantan Barat

Setelah mengisolasi lapisan tanah dari zaman tersier, kini Anda bisa beralih ke identifikasi spesimen fisik mamalia menyusui yang muncul pada masa tersebut. Salah satu penanda penting di wilayah Nusantara adalah keberadaan ordo Artiodactyla purba.

Berdasarkan catatan dokumentasi geologi dari [www.gramedia.com](https://www.gramedia.com), pada zaman tersier jenis hewan menyusui seperti babi purba mulai menyebar secara luas di daratan paparan sunda. Berikut adalah prasyarat dan prosedur untuk mengidentifikasi ordo menyusui ini secara visual:

  • Siapkan fragmen gigi geraham belakang (molar) yang memiliki tonjolan bunodont kuat.
  • Pastikan spesimen memiliki struktur tulang kaki dengan jumlah jari genap.
  • Sediakan alat ukur kaliper digital untuk mengukur ketebalan enamel gigi fosil.

Analisis Fosil Vertebrata Choeromous

Lakukan pengukuran pada mahkota gigi fosil untuk membedakannya dengan babi modern. Fosil vertebrata Choeromous dicirikan oleh bentuk gigi premolar yang lebih sederhana dan ukuran tubuh yang lebih kompak dibanding fauna modern. Periksa kerapatan pori-pori tulang pada bagian fragmen rahang bawah yang ditemukan untuk memastikan proses fosilisasi terjadi sempurna selama puluhan juta tahun.

Analisis Fosil Vertebrata Anthracotherium

Spesimen Anthracotherium merupakan jenis hewan menyusui sejenis babi purba yang memiliki kekerabatan dekat dengan kuda nil. Fosil vertebrata Choeromous dan Anthracotherium (sebangsa babi purba) ditemukan di Kalimantan Barat, yang membuktikan bahwa wilayah Indonesia bagian barat pernah menjadi jalur migrasi mamalia tersier. Amati pola molares yang bertipe selenodont untuk memastikan bahwa fosil tersebut merupakan Anthracotherium sejati dan bukan mamalia besar lainnya.

Mamalia yang Hidup Berdampingan dengan Dinosaurus | TED-Ed

Prosedur Verifikasi Fosil Primata Besar dan Hominid Awal

Langkah terakhir dalam mengidentifikasi mamalia zaman tersier adalah mendeteksi kemunculan primata tingkat tinggi dan hominid. Pertanyaan teoretis mengenai "kapan manusia purba pertama kali muncul" sering kali membuat peneliti keliru mengkategorikan fosil tersier sebagai fosil kuarter.

Secara teknis, manusia purba sejati baru muncul pada zaman kuarter, namun nenek moyang primata besar dan makhluk mirip manusia sudah mulai berkembang pesat di akhir zaman tersier, khususnya pada zaman pliosen. Gunakan metode perbandingan anatomi berikut untuk memverifikasi temuan spesimen Anda:

  1. Ukur kapasitas tengkorak (crandial capacity) menggunakan metode pengisian granul jika fragmen calvaria ditemukan utuh.
  2. Amati posisi foramen magnum pada dasar tengkorak untuk menentukan cara berjalan organisme tersebut.
  3. Bandingkan bentuk lengkung gigi (dental arch) antara bentuk U simetris khas primata dengan bentuk parabola khas hominid.
  4. Petakan lokasi penemuan geografis untuk menyesuaikan dengan persebaran fauna dunia.
Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, kejelasan asal-usul matriks tanah tempat fosil menempel jauh lebih valid daripada sekadar mengira-ngira usia fosil dari bentuk fisiknya saja. Pastikan posisi koordinat ekskavasi tercatat dengan benar.

Identifikasi Struktur Fosil Gigantrophus

Periksa fragmen gigi dan rahang yang memiliki ukuran luar biasa besar, jauh melampaui ukuran gorila modern. Fosil hewan Gigantrophus ditemukan di bukit Siwalik, kaki Himalaya, dekat Simla, India Utara. Jika Anda menemukan struktur gigi taring yang mereduksi namun memiliki geraham yang sangat lebar dari lapisan neogen akhir, besar kemungkinan spesimen tersebut berkerabat dengan Gigantrophus.

Identifikasi Struktur Fosil Australopithecus

Lakukan pemindaian pada struktur tulang panggul (pelvis) dan bagian femur atas untuk mendeteksi kemampuan bipedalitas parsial. Fosil Australopithecus ditemukan di Afrika Timur dan Afrika Selatan, yang menandai fase krusial perkembangan mamalia menyusui di belahan bumi lain pada akhir zaman tersier. Kemunculan makhluk ini menjadi titik akhir dari dominasi mutlak mamalia non-humanoid sebelum memasuki masa glasial.

Perbedaan zaman tersier dan kuarter terletak pada dominasi jenis faunanya, di mana zaman tersier didominasi oleh kemunculan mamalia besar berdarah panas non-manusia, sementara zaman kuarter ditandai oleh perkembangan manusia purba dan kepunahan massal fauna raksasa. Memahami perbedaan mendasar ini akan menjaga akurasi hasil riset paleontologi Anda tetap tinggi dan diakui secara ilmiah oleh komunitas akademis global.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed