Ilmuwan Temukan Misteri Penyebab Gunung Etna Terus Aktif
Gunung Etna di Italia yang telah berusia 500.000 tahun dikenal sebagai gunung berapi paling aktif di kawasan Eropa. Gunung setinggi 3.400 meter ini tercatat masih mengalami erupsi sampai akhir 2025 lalu.
Keaktifan yang terus bertahan selama ratusan ribu tahun tersebut menjadi fenomena geologis yang misterius. Seperti dilansir dari Detikcom, sebuah studi dalam jurnal Geophysical Research mengungkapkan alasan di balik keaktifan gunung ini.
Para peneliti menemukan bahwa Gunung Etna terbentuk dan berfungsi dengan mekanisme yang sangat berbeda dari kebanyakan gunung berapi lainnya. Gunung ini mendapatkan pasokan dari mekanisme magma langka.
Sistem tersebut biasanya hanya ditemukan pada gunung api bawah laut berukuran kecil. Mekanisme unik ini melepaskan magma yang terperangkap di zona kecepatan rendah (low-velocity zone) Bumi lalu menyemburkannya ke permukaan.
Komposisi kimia lava Etna justru menyerupai gunung berapi yang terbentuk di atas titik panas (hotspot) seperti di Hawaii. Padahal, secara geografis gunung ini berada di atas zona subduksi.
Analisis sampel lava selama 500.000 tahun terakhir menunjukkan komposisi kimia Gunung Etna yang sangat konsisten. Temuan ini mematahkan teori umum bahwa gunung berapi biasanya memuntahkan magma baru akibat aktivitas tektonik terkini.
Gunung Etna justru menerima pasokan lambat dari magma yang sudah ada sebelumnya. Magma tersebut terperangkap di antara mantel atas dan dasar lempeng tektonik pada kedalaman sekitar 80 kilometer di bawah permukaan bumi.
Kategori Langka Petit-Spot
Berdasarkan karakteristik tersebut, Etna kemungkinan masuk dalam kategori gunung berapi "petit-spot". Kategori yang baru diidentifikasi pada 2006 ini ditandai oleh magma yang ditarik dari kantong-kantong di mantel atas.
Kondisi ini menjadi keanehan yang luar biasa karena gunung berapi petit-spot umumnya berukuran sangat kecil. Hal itu berbeda dengan Gunung Etna yang memiliki ukuran raksasa dan menjulang tinggi.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa Etna mungkin telah terbentuk melalui mekanisme yang mirip dengan yang menghasilkan gunung berapi bawah laut petit-spot," kata penulis utama penelitian, Sébastien Pilet, seorang ahli geosains di University of Lausanne, dikutip dari Science Alert.
Pilet menjelaskan bahwa temuan tersebut sangat tidak terduga bagi tim peneliti. Proses vulkanik seperti itu sebelumnya hanya terdeteksi pada struktur yang sangat kecil.
"Hal ini tidak terduga, karena proses semacam itu sebelumnya hanya diamati pada struktur vulkanik yang sangat kecil, biasanya tidak lebih tinggi dari beberapa ratus meter," tambahnya.
Penemuan ini memberikan wawasan baru yang berharga bagi ilmu vulkanologi secara global. Data tersebut penting untuk mengukur potensi bahaya letusan Etna yang lokasinya dekat dengan kota padat penduduk seperti Catania dan Messina.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow