IPDN Terapkan Pemeriksaan Penampilan Ketat dalam Seleksi Calon Praja
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menerapkan tahapan seleksi yang sangat ketat bagi para pendaftar. Dilansir dari Detikcom, sekolah kedinasan ini tidak hanya menguji pengetahuan, kesehatan, dan kesamaptaan, tetapi juga memeriksa penampilan fisik peserta mulai dari tipe tubuh hingga kualitas suara. Perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini bertugas mencetak kader pemerintahan untuk tingkat pusat maupun daerah.
Pada Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN 2025, instansi ini membuka lebih dari 1.000 formasi yang didistribusikan melalui kuota provinsi serta kuota khusus kabupaten/kota di Papua. Berdasarkan Keputusan Mendagri tentang Pedoman Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN Tahun 2025, pemeriksaan penampilan bertujuan untuk mendapatkan postur tubuh yang ideal. Kriteria ini dinilai penting agar aparatur sipil negara masa depan dapat menjalankan tugas sesuai dengan karakteristik pekerjaannya.
Proses evaluasi fisik ini diawali dengan pengukuran tinggi dan berat badan secara presisi. Pengukuran tersebut ditujukan untuk menghitung rasio indeks (RI) demi memastikan proporsi tubuh calon praja berada dalam kategori ideal.
Selanjutnya, panitia memeriksa tipe tubuh peserta untuk mengategorikannya ke dalam kelompok ecthomorph atau kurus, mesomorph atau atletis, dan endomorph atau gemuk. Pemeriksaan kelainan tubuh kemudian dilakukan guna mengidentifikasi ketidaksimetrisan anatomi atau komposisi letak bagian tubuh, baik yang terlihat langsung maupun lewat foto postur. Proses dokumentasi foto digunakan untuk menganalisis kelainan struktur anatomi secara akurat yang sulit dideteksi kasat mata. Sebagai penutup tahapan ini, tim penguji menilai sikap, gerak, dan penampilan untuk memastikan ketangkasan motorik dari setiap peserta.
Daftar Kelainan Tubuh yang Dievaluasi
Pemeriksaan kelainan anatomi dilakukan secara sistematis dari ujung kepala hingga ujung kaki. Evaluasi ini mencakup pengamatan langsung dan analisis foto postur untuk mendeteksi ketidaksimetrisan pada tubuh pendaftar.
Aspek yang diperiksa meliputi mata, gigi, suara, serta kondisi wajah dan badan. Tim seleksi juga mengecek posisi kepala miring, head posture, bahu miring, bahu rendah, dada pipih, serta posisi bahu yang terlalu ke depan atau ke belakang.
Kelainan tulang belakang seperti lordosis, kyphosis, dan scoliosis turut menjadi perhatian utama. Selain itu, pemeriksaan mencakup keseimbangan panggul, perut buncit, pinggul ke depan, lutut maju ke depan, kaki berbentuk X atau O, sudut telapak kaki, kaki datar (foot flat), sikap, cara berjalan, serta gerak anggota badan.
Ketidakpastian Jadwal Pendaftaran 2026
Pendaftaran sekolah kedinasan termasuk IPDN menjadi jalur seleksi yang sangat diminati oleh lulusan SMA/SMK sederajat karena menjanjikan status Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah lulus. Pada tahun lalu, pendaftaran SPCP IPDN dibuka mulai 29 Juni hingga 18 Juli.
Namun, kepastian mengenai jadwal pendaftaran SPCP 2026 belum diumumkan hingga minggu pertama Juli. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Kepegawaian Negara (BKN), Wisudo Putro Nugroho menyebut pihaknya saat ini tengah mempersiapkan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Sekolah Rakyat milik Kementerian Sosial (Kemensos).
Wisudo Putro Nugroho pun meminta para calon pelamar untuk sabar menanti informasi terbaru terkait seleksi sekolah kedinasan 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow