Masih Bingung Jenis Alat Musik Nonvokal Kordofon Ini Cara Mudah Mengenalinya
Mengetahui jenis alat musik nonvokal kordofon adalah langkah awal yang krusial bagi Anda yang ingin memahami klasifikasi instrumen musik secara teknis dan mendalam. Sering kali para pelajar maupun pencinta musik keliru dalam membedakan sumber bunyi instrumen karena minimnya pemahaman dasar terstruktur. Melalui panduan edukasi ini, kita akan mengupas tuntas klasifikasi instrumen kordofon berdasarkan literatur akademis terpercaya.
Pemahaman mengenai pembagian instrumen ini sangat penting agar kita tidak salah mengenali karakteristik suara dan cara memainkan sebuah alat musik. Dunia seni musik memiliki aturan baku yang memisahkan instrumen bukan hanya dari bentuknya, melainkan dari bagaimana gelombang suara itu diproduksi.
Menurut pandangan Harry Sulastianto dalam buku Seni dan Budaya yang terbit pada tahun 2016, pada prinsipnya alat musik terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni alat musik vokal dan alat musik nonvokal. Alat musik vokal mengandalkan suara manusia, sementara nonvokal menggunakan media fisik eksternal sebagai penghasil getaran suara.
Lebih lanjut, pembagian instrumen nonvokal didasarkan pada komponen fisik yang bergetar. Pakar edukasi Usman Jayadi melalui buku Modul USBN tahun 2019 menyatakan bahwa ada 5 jenis alat musik berdasarkan sumber bunyinya. Salah satu rumpun yang paling kaya akan variasi melodi adalah kelompok kordofon.
Alat musik kordofon merupakan salah satu jenis alat musik yang memiliki sumber bunyi berasal dari sebuah rangkaian senar yang dipetik, ditekan, serta digesek. Aturan mendasar ini ditulis secara formal oleh Sri Sudaryati dan Boiman dalam Buku Siswa Seni Budaya SMP/MTs Kelas 7 tahun 2021 pada halaman 231.
Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, banyak orang mengira bahwa kordofon hanya sebatas instrumen yang dipetik. Padahal, getaran senar atau dawai yang dihasilkan lewat gesekan maupun tekanan mekanis juga mutlak mengategorikan instrumen tersebut ke dalam keluarga kordofon.
Langkah Demi Langkah Mengidentifikasi Kordofon Nonvokal
Untuk melatih kepekaan Anda dalam mengklasifikasikan instrumen musik di sekitar kita, ikuti langkah-langkah identifikasi praktis berikut ini.
- Periksa Keberadaan Senar atau Dawai: Amati fisik instrumen secara saksama. Jika instrumen tersebut menggunakan senar logam, nilon, atau kawat, maka ia memiliki prasyarat utama sebagai kordofon.
- Analisis Mekanisme Pemicu Bunyi: Perhatikan bagaimana cara pemain menghasilkan suara dari instrumen tersebut. Apakah dawai tersebut harus dipetik dengan jari, digesek dengan busur, atau ditekan menggunakan tuts mekanis.
- Pastikan Tidak Ada Komponen Vokal Manusia: Sesuai namanya, jenis nonvokal berarti instrumen ini berdiri sendiri sebagai sumber bunyi melodis tanpa ketergantungan pada pita suara manusia untuk memproduksi nada dasarnya.
- Amati Ruang Resonansi: Kordofon umumnya dilengkapi dengan kotak kayu atau tabung kosong yang berfungsi memantulkan dan memperkuat getaran lemah dari senar agar terdengar nyaring.
Mengenal Contoh Kordofon Petik
Gitar merupakan representasi paling populer dari kelompok kordofon petik nonvokal. Dari catatan sejarah, pada abad ke-8 instrumen awal gitar dikenal sebagai alat musik petik dari keluarga alat musik alaoud yang berasal dari zaman Kekaisaran Moor di Spanyol. Bentuk awal ini terus berevolusi melintasi zaman dan kebudayaan.
Perkembangan teknologi dan estetika musik membawa perubahan besar pada desain instrumen ini. Hingga akhirnya pada abad ke-19, muncul gitar modern dengan bentuk dan konstruksi yang lebih canggih seperti yang kita kenal sekarang.
Kesalahan umum yang saya lihat adalah beberapa pemula menganggap semua gitar listrik murni elektronik. Faktanya, gitar elektrik tetaplah sebuah kordofon karena sumber bunyi pertamanya berasal dari getaran fisik senar logam sebelum diperkuat oleh pickup magnetik.
Mengenal Kordofon Gesek dan Tekan
Selain dipetik, rumpun kordofon juga mencakup instrumen yang digesek seperti biola atau rebab. Gesekan antara rambut busur dan senar menciptakan vibrasi berkelanjutan yang menghasilkan nada-nada panjang yang halus.
Ada pula kordofon yang dimainkan dengan cara ditekan seperti piano akustik. Walaupun sekilas terlihat seperti alat musik tuts murni, di dalam kotak piano terdapat ratusan senar baja yang dipukul oleh martil kecil ketika Anda menekan tutsnya.
Dari pengalaman saya menangani berbagai pembelajaran seni di sekolah, siswa sering kali terkecoh dan memasukkan piano ke dalam kelompok instrumen yang berbeda hanya karena senarnya tersembunyi di dalam badan kayu piano.
Rangkuman Data Buku Referensi Seni Budaya
Untuk membantu Anda mengingat dasar teori pendukung klasifikasi instrumen kordofon ini, berikut adalah rangkuman data buku referensi resmi yang membahas teori musik tersebut.
| Judul Buku | Penulis | Tahun Terbit |
|---|---|---|
| Buku Siswa Seni Budaya SMP/MTs Kelas 7 | Sri Sudaryati dan Boiman | 2021 |
| Modul USBN | Usman Jayadi | 2019 |
| Seni dan Budaya | Harry Sulastianto | 2016 |
Data di atas memperlihatkan bahwa kurikulum pendidikan seni budaya di Indonesia secara konsisten mengajarkan klasifikasi alat musik berdasarkan sumber bunyinya dari tahun ke tahun. Dokumen soal ujian nasional bahkan mencatat pembahasan formal mengenai jenis alat musik nonvokal kordofon ini pada tanggal 5 Maret 2022 pukul 01:36 sebagai bagian dari materi evaluasi standar bagi para siswa menengah.
Dengan memahami sejarah perkembangan instrumen dari abad ke-8 hingga konstruksi modern abad ke-19, Anda kini memiliki fondasi pengetahuan yang kokoh. Penguasaan klasifikasi alat musik berdasarkan sumber bunyinya ini akan mempermudah Anda dalam mempelajari aransemen musik, memilih instrumen yang tepat untuk digubah, maupun dalam menyelesaikan tugas-tugas akademis seni budaya secara akurat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow