Jenis Tes Kesehatan dan Kebugaran Sekolah Kedinasan 2026

Smallest Font
Largest Font

Tes kesehatan dan kebugaran menjadi salah satu tahapan krusial dalam seleksi sekolah kedinasan 2026. Persiapan fisik sama pentingnya dengan penguasaan materi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) agar peserta dapat lolos ke perguruan tinggi yang dituju. Berikut adalah 8 daftar jenis tes kesehatan dan kebugaran yang diujikan di berbagai sekolah kedinasan.

  1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) — Menyajikan Tes Kesamaptaan Jasmani A berupa lari selama 12 menit untuk mengukur jarak tempuh, serta Tes Kesamaptaan Jasmani B yang mencakup pull up (pria) atau chinning (wanita) selama 1 menit, sit up 1 menit, push up 1 menit, dan shuttle run 6 kali putaran jarak 10 meter membentuk angka delapan.
  2. Sekolah Kedinasan di Lingkungan Kementerian Perhubungan — Meliputi Tes Fungsi Aerobik berupa Bleep test (lari bolak-balik 20 meter), Tes Fungsi Muskuloskeletal berupa push up standar (pria) 1 menit, push up modifikasi (wanita) 1 menit, dan curl up 4 menit 45 detik, serta Tes Mobilitas dan Keseimbangan berupa tes fleksibilitas v-sit & reach (2 kali percobaan 10 detik) dan tes berjalan di balok keseimbangan.
  3. Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) — Menguji kesamaptaan melalui lari mengelilingi lintasan selama 12 menit, pull up selama 1 menit, push up selama 1 menit, sit up selama 1 menit, dan shuttle run sebanyak 6 x 10 meter.
  4. Politeknik Statistika STIS — Terdiri dari tes kesehatan yang mencakup pemeriksaan tinggi dan berat badan, tekanan darah, serta pemeriksaan medis lain dari panitia pusat, dilanjutkan tes kebugaran berupa lari mengelilingi lintasan dan shuttle run.
  5. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) — Terdiri dari Tes Kesegaran Jasmani A (lari 12 menit) dan Tes Kesegaran Jasmani B (pull up, sit up, push up, shuttle run) dengan bobot nilai 5% yang bersifat menggugurkan jika peserta memperoleh nilai ≤ 40 pada hasil akhir.
  6. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) — Meliputi rangkaian tes kebugaran yang terdiri dari lari 12 menit, pull up/chinning 1 menit, sit up 1 menit, dan push up 1 menit.
  7. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) — Menggunakan metode Cooper Test untuk mengukur kebugaran, yaitu mencatat waktu tempuh peserta dalam berlari atau berjalan secepat-cepatnya sejauh 2,4 km.
  8. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) — Menetapkan tes kesamaptaan menyeluruh yang menguji komponen daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, hingga keseimbangan peserta.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow