Kamp musim panas di China kenalkan kerja keras lewat aktivitas pertanian
Di China, sejumlah orang tua mengikutsertakan anak-anak mereka dalam kamp musim panas yang menekankan kerja keras, termasuk aktivitas bertani dan pekerjaan harian yang meniru rutinitas petani. Meski banyak anak menangis atau tampak menolak, para orang tua menilai program ini sebagai cara mengenalkan realitas kehidupan serta membangun rasa menghargai keluarga. Pada musim panas ini, kamp tersebut disebut makin populer dan membuat banyak keluarga bersedia mengeluarkan biaya ribuan yuan untuk mengirim anak-anak ke wilayah pedesaan agar merasakan langsung keseharian di sana, seperti dilaporkan South China Morning Post, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Banyak kamp berlokasi di provinsi barat daya seperti Sichuan, Guizhou, dan Yunnan yang memiliki iklim relatif sejuk.
Anak-anak biasanya tinggal di lokasi selama bulan-bulan musim panas, sehingga waktu kegiatan bisa berlangsung lebih lama ketimbang program harian.
Aktivitas yang diberikan dan tanpa upah
Kegiatan di kamp meniru tugas sehari-hari petani, mulai dari menggali hingga menjual kentang, mengupas kulit kayu, sampai memberi makan babi.
Meskipun anak diberi tugas-tugas tersebut, mereka tidak mendapatkan upah; justru orang tua membayar agar anak memperoleh pengalaman kerja yang langsung.
Salah satu kamp mematok biaya lebih dari 4.000 yuan untuk pengalaman selama 10 hari, sementara durasi hingga satu bulan bisa menelan biaya lebih dari 10.000 yuan, atau masing-masing sekitar Rp 10,5 juta dan Rp 26 juta.
Aturan ketat saat anak gagal menyelesaikan tugas
Program-program itu juga menerapkan aturan yang ketat untuk menjaga kedisiplinan selama kegiatan berlangsung. Jika seorang anak gagal menyelesaikan tugas yang diberikan, mereka bisa dikenai sanksi berupa makanan yang hanya berisi kentang.
Ponsel anak juga disita, dan pembagian kebutuhan dilakukan berdasarkan jumlah pekerjaan yang telah diselesaikan. Pihak penyelenggara menyatakan tujuan utamanya menanamkan pemahaman tentang beratnya perjuangan saat bekerja dan mencari uang, sambil tetap berusaha meyakinkan orang tua bahwa tugas tidak dianggap terlalu berat.
Video viral dan respons orang tua
Video-video yang beredar memperlihatkan anak-anak menangis dan memohon untuk pulang, bahkan ada yang menyatakan ingin mengerjakan tugas sekolah sebagai gantinya.
Di sisi lain, beberapa kamp juga mewajibkan anak menulis surat kepada orang tua mereka. Seorang staf dari salah satu kamp mengungkap orang tua sering kali terharu oleh video dan surat dari anak-anak, lalu merekomendasikan kamp tersebut kepada orang lain. Seorang pria bermarga Gao dari Provinsi Sichuan menceritakan ia mengirim putrinya yang duduk di bangku tahun pertama sekolah menengah ke salah satu kamp dan terkejut karena meskipun putrinya terus-menerus mengeluh, anak tersebut ternyata menikmati pekerjaan pertanian.
Sementara itu, orang tua lain dari Shanghai yang mengirim putrinya berusia tujuh tahun selama 10 hari mengatakan putrinya tetap mempertahankan kebiasaan malas dan pilih-pilih makanan, tetapi ia merasa puas karena anaknya keluar dari zona nyaman dan merasakan gaya hidup berbeda.
Di kolom komentar video, ada warganet yang menyebut pengalaman anak-anak di kamp musim panas mencerminkan kesulitan nyata yang pernah dihadapi generasi mereka, serta berharap anak bisa menghargai kenyamanan yang dimilikinya. Namun, ada pula yang memperingatkan agar anak tidak dibebani secara berlebihan, dengan alasan pekerjaan fisik yang terlalu berat dapat berdampak negatif pada perkembangan fisik dan mental mereka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow