Bingung Kenapa Harus Belajar Masa Lalu? Ini 7 Kegunaan Sejarah Ekstrinsik yang Mengubah Cara Pandang Anda
- 7 Kegunaan Sejarah Ekstrinsik Menurut Kuntowijoyo
- 1. Fungsi Edukatif sebagai Pembelajaran Hidup
- 2. Fungsi Inspiratif untuk Membakar Semangat
- 3. Fungsi Rekreatif sebagai Sarana Hiburan
- 4. Fungsi Instruktif dalam Pembelajaran Keterampilan
- 5. Fungsi Nasionalisme untuk Mempererat Persatuan
- 6. Fungsi Moral sebagai Kompas Etika
- 7. Fungsi Penalaran dan Kritis
- Perbandingan Fungsi Sejarah Berdasarkan Perspektif Tokoh
- Langkah Praktis Menerapkan Kegunaan Ekstrinsik Sejarah
Pertanyaan seperti "mengapa kita harus belajar sejarah masa lalu?" sering kali muncul di benak para pelajar atau masyarakat awam yang menganggap masa lalu hanyalah tumpukan memori usang. Banyak orang merasa terjebak dalam hafalan tahun dan nama tokoh tanpa memahami esensi konkret dari peristiwa tersebut bagi kehidupan modern mereka saat ini. Masalahnya terletak pada minimnya pemahaman mengenai kegunaan ekstrinsik sejarah, yaitu fungsi sejarah ketika bersentuhan dengan dimensi kehidupan manusia di luar ilmu sejarah itu sendiri.
Memahami fungsi ini akan membuka mata kita bahwa lembaran masa lalu merupakan instrumen penting untuk menavigasi masa depan. Dari pengalaman saya mendampingi diskusi akademis, kesalahan umum yang sering saya temui adalah kegagalan membedakan antara fungsi intrinsik dan ekstrinsik, sehingga sejarah terisolasi di dalam ruang kelas saja. Padahal, para ahli telah merumuskan secara gamblang bagaimana masa lalu membentuk kedewasaan berpikir kita hari ini.
Sebelum mengupas tuntas manfaat praktisnya, kita perlu melihat bagaimana para pakar memetakan fungsi dari studi masa lalu ini. Menurut Sartono Kartodirdjo, fungsi khusus sejarah dibedakan menjadi 2, yaitu fungsi intrinsik dan ekstrinsik.
Dua ranah ini memiliki batasan yang jelas namun saling melengkapi dalam membentuk pemahaman humaniora yang utuh. Pemisahan ini membantu kita agar tidak mencampuradukkan nilai keilmuan murni dengan nilai aplikatif di masyarakat.
Mengetahui Apa Itu Fungsi Intrinsik Sejarah
Secara mendasar, fungsi intrinsik berfokus pada hakikat keberadaan sejarah sebagai sebuah disiplin ilmu. Menurut Sartono Kartodirdjo, fungsi intrinsik sejarah dibagi menjadi 3 atau 4 peran, yaitu sebagai ilmu, cara mengetahui masa lalu, pernyataan pendapat, dan profesi.
Sebagai contoh fungsi sejarah sebagai ilmu, ia harus memiliki metode penelitian yang sistematis, objek kajian yang jelas, serta teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Di sini, sejarah bekerja untuk dirinya sendiri demi perkembangan ilmu pengetahuan.
Menilik Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli
Untuk memahami aspek ekstrinsiknya, kita harus berangkat dari arti kata sejarah menurut para ahli yang memandang disiplin ini dari sudut pandang sosial. Sartono Kartodirdjo menyatakan bahwa sejarah merupakan gambaran masa lalu manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial yang disusun secara ilmiah dan lengkap. Pandangan ini diperkuat oleh Sidi Gazalba yang menyebut sejarah merupakan gambaran masa lampau tiap individu dan sekitarnya sebagai makhluk sosial yang diatur secara ilmiah dan lengkap. Sejarah juga berarti menceritakan kembali peristiwa secara verbal.
Sementara itu, I Gde Widja mendefinisikan sejarah sebagai studi yang dialami manusia di waktu lampau dan meninggalkan jejak di waktu sekarang. Melalui perspektif ini, jelas bahwa sejarah bukan sekadar cerita, tetapi memiliki kegunaan edukatif, inspiratif, dan rekreatif. Para pemikir barat seperti Robin Winks mengartikan sejarah sebagai studi mengenai manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
J. Bank juga menambahkan bahwa sejarah adalah seluruh peristiwa masa lalu untuk mengetahui aktivitas masa lalu, saat ini, hingga masa depan. Tidak ketinggalan, Sir Charles Firth menjelaskan bahwa sejarah mencatat kehidupan manusia, perubahan terus-menerus, ide-ide, dan kondisi material yang membantu perkembangannya.
Henry Steele Commager melengkapinya dengan menyebut sejarah sebagai rekaman semua masa lalu, hukum, bangunan, pranata sosial, agama, dan filsafat.
7 Kegunaan Sejarah Ekstrinsik Menurut Kuntowijoyo
Buku Pengantar Ilmu Sejarah karya Kuntowijoyo yang diterbitkan pada tahun 2018 (halaman 19-28) menjadi rujukan utama dalam membedakan fungsi ini. Menurut Kuntowijoyo, terdapat 7 kegunaan ekstrinsik sejarah, meskipun dalam perkembangan literatur lain seperti Artikel 1 disebutkan ada 10 fungsi ekstrinsik.
Secara ekstrinsik, Kuntowijoyo menekankan bahwa sejarah berfungsi sebagai liberal education agar peneliti atau pembelajarnya siap secara filosofis menghadapi realitas kehidupan. Berikut adalah langkah dan penjabaran fungsi tersebut yang bisa kita manifestasikan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Fungsi Edukatif sebagai Pembelajaran Hidup
Langkah pertama dalam memanfaatkan sejarah secara ekstrinsik adalah menjadikannya sebagai guru terbaik atau historia magistra vitae. Manfaat belajar sejarah bagi kehidupan dalam aspek edukatif memberikan kearifan bagi siapa saja yang mempelajarinya.
Dari pengalaman saya menganalisis kasus-kasus sosial, orang yang memahami sejarah cenderung tidak mengulangi kesalahan fatal yang sama. Mereka belajar dari kebijakan masa lalu yang gagal maupun yang berhasil membawa kesejahteraan.
2. Fungsi Inspiratif untuk Membakar Semangat
Sejarah menyajikan tindakan heroik, kegigihan, dan inovasi dari tokoh-tokoh terdahulu. Fungsi inspiratif ini bekerja dengan cara memberikan kekuatan mental dan ide-ide baru bagi generasi kontemporer.
Saat membaca kisah perjuangan atau pembangunan suatu bangsa, pembaca dirangsang untuk melakukan hal besar yang serupa di zamannya. Ini bukan sekadar nostalgia, melainkan transfer energi melintasi sekat waktu.
3. Fungsi Rekreatif sebagai Sarana Hiburan
Jangan salah, mempelajari masa lalu juga bisa menjadi sarana rekreasi yang menyenangkan tanpa harus berpindah tempat. Menelusuri kronik sejarah membawa imajinasi kita bertualang ke masa yang jauh berbeda.
Keindahan estetika dari narasi sejarah, arsitektur kuno, hingga gaya hidup masa lalu memberikan kepuasan batin tersendiri. Fungsi ini membuat proses belajar menjadi tidak menjemukan.
4. Fungsi Instruktif dalam Pembelajaran Keterampilan
Fungsi instruktif berkaitan erat dengan penyampaian keahlian atau pemahaman teknis mengenai suatu sistem. Banyak sistem hukum, administrasi negara, dan strategi militer saat ini yang mengadopsi langsung blueprint dari masa lampau.
Melalui fungsi ini, sejarah memberikan instruksi atau panduan konkret tentang bagaimana sebuah institusi dijalankan berdasarkan evaluasi performa di masa sebelumnya.
5. Fungsi Nasionalisme untuk Mempererat Persatuan
Sejarah kolektif sebuah bangsa membentuk identitas bersama yang memperkuat rasa cinta tanah air. Dengan mengetahui penderitaan dan kejayaan bersama di masa lalu, ego kelompok atau golongan dapat diredam.
Dalam konteks modern, fungsi ini sangat krusial untuk menjaga integrasi sosial di tengah gempuran polarisasi. Sejarah mengingatkan kita tentang asal-usul dan tujuan bersama didirikannya sebuah negara.
6. Fungsi Moral sebagai Kompas Etika
Setiap peristiwa masa lalu selalu memuat konsekuensi moral dari tindakan manusia. Sejarah dengan jujur merekam dampak buruk dari keserakahan, kelaliman, maupun dampak positif dari keadilan dan kejujuran.
Melalui rekam jejak tersebut, fungsi ekstrinsik ini berperan sebagai kompas etika bagi para pengambil keputusan saat ini agar selalu berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan universal.
7. Fungsi Penalaran dan Kritis
Mengkaji sejarah memaksa kita untuk berpikir kausalitas, yaitu mencari hubungan sebab-akibat dari sebuah peristiwa. Hal ini secara otomatis mengasah daya nalar dan sikap kritis kita terhadap informasi yang beredar.
Sejarah bukan sekadar kumpulan angka tahun, melainkan laboratorium besar umat manusia yang menyediakan data mentah untuk menguji kesahihan sebuah argumen di masa kini.
Perbandingan Fungsi Sejarah Berdasarkan Perspektif Tokoh
Untuk memudahkan pemahaman Anda mengenai bagaimana para ahli mengategorikan kemanfaatan disiplin ini, kita dapat melihat komparasi sudut pandang mereka. Setiap tokoh menitikberatkan fokus yang berbeda sesuai dengan pendekatan teoretis yang mereka gunakan.
| Nama Tokoh | Klasifikasi Fungsi Utama | Fokus Utama Kegunaan |
|---|---|---|
| Kuntowijoyo | Intrinsik dan Ekstrinsik (7 fungsi) | Pematangan filosofis (liberal education) dan kegunaan praktis masyarakat |
| Sartono Kartodirdjo | Intrinsik (3-4 peran) dan Ekstrinsik | Eksistensi keilmuan ilmiah dan gambaran manusia sebagai makhluk sosial |
| I Gde Widja | Edukatif, Inspiratif, Rekreatif | Studi pengalaman masa lalu yang meninggalkan jejak nyata di masa sekarang |
| Carr E. H. | Kepuasan intelektual dan warisan peradaban | Bahan perbandingan lintas generasi untuk pengembangan kebudayaan |
Tabel di atas memperlihatkan bahwa meskipun ada perbedaan istilah, benang merah dari kegunaan ekstrinsik selalu berujung pada kemaslahatan praktis manusia. Sejarah tidak pernah berdiri di menara gading yang terisolasi dari realitas sosial.
Langkah Praktis Menerapkan Kegunaan Ekstrinsik Sejarah
Agar pengetahuan ini tidak berhenti menjadi teori, Anda bisa menerapkan kegunaan ekstrinsik sejarah dalam aktivitas sehari-hari maupun profesional melalui langkah-langkah terstruktur berikut.
- Identifikasi Masalah Kontemporer: Temukan isu atau masalah saat ini yang ingin Anda pecahkan, misalnya konflik sosial atau kegagalan sebuah sistem organisasi.
- Cari Analogi Historis: Lakukan riset mengenai peristiwa di masa lalu yang memiliki karakteristik serupa dengan masalah yang sedang dihadapi.
- Analisis Kausalitas Masa Lalu: Pelajari apa yang memicu peristiwa tersebut, keputusan apa yang diambil oleh tokoh saat itu, dan apa konsekuensinya.
- Saring Nilai Filosofis dan Praktis: Pisahkan antara konteks zaman dulu yang sudah tidak relevan dengan nilai universal (seperti moral, strategi, atau edukasi) yang masih bisa diterapkan.
- Kontekstualisasikan Solusi: Terapkan pelajaran atau hikmah sejarah tersebut ke dalam formulasi kebijakan, keputusan pribadi, atau karya kreatif yang sedang Anda bangun saat ini.
Melalui langkah yang sistematis ini, Anda tidak lagi sekadar membaca cerita lama, tetapi sedang melakukan rekonstruksi fungsional yang bernilai tinggi bagi masa depan.
Memahami kegunaan ekstrinsik sejarah mengubah cara kita memandang setiap lembar peristiwa masa lalu. Sejarah bukan lagi tentang meratapi atau mengagumi apa yang telah lewat, melainkan tentang memanfaatkan seluruh akumulasi pengalaman manusia untuk membangun peradaban hari ini yang jauh lebih bijaksana dan terarah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow