Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Satuan Pendidikan pada 2026
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mempercepat program Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan menargetkan perbaikan sedikitnya 71 ribu sekolah di berbagai wilayah Indonesia pada 2026. Target tersebut mencakup rencana awal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebanyak 11.744 satuan pendidikan serta tambahan minimal 60 ribu sekolah dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga totalnya mencapai 71.744 sekolah, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pemerintah memprioritaskan bantuan ini untuk sekolah dengan kondisi rusak berat, lembaga pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang terdampak bencana alam.
Program ini mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik berstatus negeri maupun swasta.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyampaikan keterangan tertulis mengenai masifnya gerakan perbaikan fasilitas pendidikan ini pada Jumat (5/6/2026). "Sejak era Orde Baru membangun SD Inpres, belum pernah ada lagi pembangunan atau perbaikan sekolah secara masif kecuali di era Bapak Prabowo ini," kata Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq.
Melalui percepatan program tersebut, penuntasan fasilitas pendidikan yang rusak ditargetkan selesai sepenuhnya dalam dua tahun ke depan. Fajar menegaskan pada 2028 pemerintah menargetkan tidak ada lagi sekolah yang memiliki kerusakan berat di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti secara terpisah menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp14 triliun telah dialokasikan khusus untuk membiayai 11.470 sekolah penerima bantuan. Proses verifikasi dan validasi untuk menyaring satuan pendidikan calon penerima bantuan ini sudah berjalan sejak Februari 2026 lalu. Adapun untuk sisa target 60 ribu satuan pendidikan yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto, anggarannya akan ditambahkan secara langsung ke pos Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pengusulan bantuan kini difasilitasi secara daring oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan melalui Aplikasi Revitalisasi Sekolah yang berfungsi sebagai pusat kendali perencanaan dan pemantauan.
Sistem digital ini menyediakan rekomendasi otomatis berbasis Data Pokok Pendidikan, pemeriksaan dokumen real-time, pemeringkatan sasaran yang objektif, verifikasi berlapis, hingga pemantauan detail kondisi ruang sekolah. Melalui aplikasi tersebut, pemerintah daerah dan sekolah dapat mengusulkan pembangunan ruang belajar baru, rehabilitasi ruang rusak, penataan lingkungan, hingga pengadaan sumber air bersih.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow