Kemendikdasmen Revitalisasi Bangunan Rusak SDN Tanggirejo Grobogan
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merespons cepat kondisi atap SD Negeri Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang ambrol sejak Januari 2026. Pemerintah telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk merevitalisasi bangunan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Langkah penanganan ini difokuskan pada perbaikan sarana prasarana sekolah agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan kondusif. Pemerintah berkomitmen memperbaiki fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat demi keselamatan para siswa.
Kementerian berencana mengundang kepala sekolah ke Jakarta untuk menandatangani Perjanjian Kerja Sama revitalisasi. Program perbaikan ini masuk dalam prioritas utama pemerintah untuk sekolah terdampak bencana, kawasan 3T, dan sekolah berstatus rusak berat.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal menegaskan komitmen pemerintah dalam proses pemulihan fasilitas fisik gedung tersebut.
"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut," ujar Dirjen PAUD, PNF, dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto.
Ia menyampaikan harapan agar program rehabilitasi fisik ini dapat memberikan dampak positif pada motivasi belajar para murid.
"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," ucap Gogot.
Sebelumnya, kerusakan melanda atap ruang guru dan ruang kelas enam akibat struktur penyangga kayu yang rapuh. Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah memindahkan kegiatan pembelajaran ke area lain.
Kepala sekolah menjelaskan penyebab utama kerusakan atap yang terjadi secara bertahap pada bangunan sekolahnya.
"(Sampai ambrol karena penyangga atap) Dimakan rayap itu, nek dirungokke iki 'krekes krekes krekes' suarane ngoten," ujar Kepala SD Negeri Tanggirejo, Juwariyah.
Kerusakan pertama diketahui terjadi di area kantor tenaga pendidik pada awal tahun.
"Alhamdulillahnya itu (kejadian) malam hari, paling selatan ruang guru itu (ambrol) Januari tahun ini. Sudah tidak bisa digunakan," ujar Juwariyah.
Selanjutnya, insiden serupa kembali menimpa ruang kelas lain pada bulan berikutnya.
"Ruang kelas VI, barusan kok (ambrolnya), sekitar bulan April," ucap Juwariyah.
Guna menjaga keamanan proses belajar mengajar, area aktivitas para siswa serta ruang kerja guru dipindahkan sementara waktu ke tempat ibadah dan perpustakaan sekolah.
"Kelas VI-nya tak sendirikan, kelas V-nya tak taruh di musala. Terus ruang gurunya tak tempatkan nggone perpustakaan," tutur Juwariyah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow