Kisah Imas Raih Beasiswa LPDP Berkat Pengalaman Organisasi

Smallest Font
Largest Font

Perjalanan Imas dalam mewujudkan cita-cita akademiknya menuntut perjuangan yang tidak mudah. Namun, keterbatasan latar belakang keluarga terbukti tidak menjadi penghalang bagi dirinya untuk meraih impian besar.

Dikutip dari Detikcom, Imas dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, dengan ayah lulusan SD dan ibu tamatan SMP. Kondisi tersebut justru memicu semangatnya untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

Langkah pertamanya di dunia perguruan tinggi dimulai pada tahun 2018 saat menempuh program S1 Kesehatan Masyarakat melalui jalur Beasiswa Bidikmisi. Selama masa studi, ia aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan kampus.

Imas terlibat aktif dalam organisasi kerohanian di tingkat fakultas dan universitas. Selain itu, ia juga bergabung dengan organisasi keilmiahan untuk memperkuat kemampuan akademiknya.

Di luar lingkungan akademik, Imas mendedikasikan waktunya untuk komunitas sosial Jareeya yang berfokus pada pengelolaan mushaf Al-Qur'an tidak layak pakai. Ia juga tercatat pernah mengukir prestasi di tingkat nasional.

Dikutip dari Unair, ia pernah meraih prestasi sebagai Juara 2 lomba poster nasional FULDFK Indonesia tahun 2020 dan sering terlibat project dosen.

Kiprah sosialnya meluas saat ia terpilih menjadi bagian dari Pejuang Muda 2021 dengan penempatan di Sulawesi Tenggara. Imas juga dipercaya menjadi koordinator komunitas Gerakan Mengabdi dan Mengajar.

Melalui peran tersebut, ia menginisiasi program Robwah Social Expedition. Program pengabdian masyarakat ini telah menjangkau wilayah Ponorogo, Tulungagung, dan Banyuwangi.

Meraih Beasiswa LPDP di Universitas Airlangga

Selepas meraih gelar sarjana, Imas sempat meniti karier sebagai sekretaris program studi serta admin Komite Koordinasi Pendidikan di RSUD Dr Soetomo. Pengalaman kerja ini memperluas wawasannya tentang profesionalisme.

Akumulasi pengalaman akademik dan organisasi tersebut akhirnya mengantarkan Imas memperoleh Beasiswa LPDP. Saat ini, ia melanjutkan studi S2 Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga.

Bagi Imas, kesempatan belajar ini merupakan sebuah tanggung jawab besar untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat luas serta membalas kontribusi yang telah diberikan oleh negara.

Ia turut memberikan motivasi kepada sesama mahasiswa agar memanfaatkan masa perkuliahan dengan optimal melalui organisasi, jejaring, dan pengembangan kemampuan non-teknis.

"Empat tahun adalah waktu yang cukup panjang untuk membentuk diri. Jangan biarkan masa itu hanya diisi dengan kesenangan yang minim makna. Masa depan sebenarnya sudah dimulai sejak kita duduk di bangku kuliah," ujarnya.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed