Mahasiswa ITB Rancang SADAR Helmet untuk Cegah Microsleep Pengendara Motor
Kasus microsleep yang kerap memicu kecelakaan sepeda motor mendorong mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menciptakan sebuah inovasi pelindung kepala. Dikutip dari Detikcom, Tim iConic yang beranggotakan Mahesya Friemay Romadhoni, Muhammad Yasser Saputro, dan Rizky Miftah Alfiah dari Teknik Industri angkatan 2023 merancang helm sensor berbasis Internet of Things (IoT) bernama SADAR Helmet. Teknologi ini dirancang untuk memberikan peringatan preventif kepada pengendara melalui getaran, suara, serta notifikasi digital guna menghindari risiko kecelakaan di jalan raya.
SADAR Helmet mengintegrasikan multisensor yang meliputi sensor Photoplethysmography (PPG), akselerometer, dan giroskop untuk memantau kondisi fisiologis sekaligus gerakan kepala pengendara secara akurat.
Sistem canggih ini dapat diaplikasikan langsung pada helm berstandar SNI tanpa harus mengubah struktur fisik dari helm tersebut. Dalam proses pengembangannya, teknologi IoT dimanfaatkan untuk kebutuhan pemantauan serta komunikasi data yang terintegrasi.
Sensor PPG bertugas membaca detak jantung dan Heart Rate Variability (HRV), sedangkan akselerometer dan giroskop mendeteksi pola pergerakan kepala pengendara. Tim iConic juga memadukan teknologi machine learning dan sensor fusion untuk mengklasifikasikan tingkat kantuk yang dialami oleh pengendara motor.
"Prosesnya memakan banyak waktu karena kami benar-benar melakukan brainstorming berhari-hari untuk mendapatkan ide SADAR Helmet," kata Rizky dalam laman ITB dikutip Rabu (3/6/2026).
Raih Penghargaan dalam Waktu Singkat
Tantangan terbesar yang dihadapi oleh Tim iConic selama proses pengerjaan proyek ini adalah keterbatasan waktu persiapan yang relatif singkat.
Para anggota tim harus menyusun karya tulis ilmiah, merancang prototipe menggunakan perangkat lunak SolidWorks dan AutoCAD, hingga melakukan validasi keamanan berbasis jurnal ilmiah. Kerja keras tersebut membuahkan hasil positif dengan keberhasilan mereka meraih juara 2 pada ajang Smart Safety Competition (SASECOM) 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh OSH Forum Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM Undip) pada Kamis (7/5/2026).
Ke depannya, SADAR Helmet diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi aplikasi mobile, GPS tracking, cloud monitoring, serta analisis berbasis AI.
Tim iConic juga membuka peluang kolaborasi dengan industri helm, sektor otomotif, maupun pihak pemerintah untuk implementasi teknologi ini. "Kami belajar bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya berasal dari ide yang bagus, tetapi juga dari proses riset yang kuat, kerja sama tim, komunikasi yang baik, dan kemampuan memahami permasalahan nyata di masyarakat," ujar Yasser.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow