Mahasiswa ITS Gagas Hi-VITS Pencengah Kebakaran Listrik Pintar
Gangguan instalasi listrik dinilai masih menjadi pemicu utama kerugian pada bangunan rumah maupun sektor industri. Menanggapi masalah tersebut, sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan Hi-VITS, sebuah sistem mitigasi pintar. Sistem ini dirancang untuk mengenali potensi kebakaran akibat arus listrik sejak awal.
Seperti dilansir dari Detikcom, terobosan ini membawa tim ITS meraih kemenangan dalam ajang Startup World Cup Regional Malang 2026 dan mengamankan posisi untuk bersaing di tingkat internasional di Silicon Valley, Amerika Serikat. Teknologi Hi-VITS dikembangkan sebagai pelengkap alat pengaman listrik konvensional seperti Miniature Circuit Breaker (MCB). Bila MCB bekerja saat terjadi hubungan arus pendek atau beban berlebih, Hi-VITS mempunyai kemampuan mendeteksi gangguan busur listrik atau arc condition yang kerap memicu kebakaran namun sukar dikenali pengaman biasa.
Anggota tim pengembang, Ananda Aullia Nayaka, mengungkapkan bahwa peranti ini mengedepankan sistem peringatan dini. Melalui metode ini, pengguna diharapkan dapat melakukan tindakan pencegahan sebelum situasi bertambah fatal.
"Sistem kami tidak langsung memutus aliran listrik, tetapi memberi peringatan terlebih dahulu kepada pengguna," jelas Ananda, dikutip dari laman resmi ITS. Langkah penanganan ini dinilai membuat operasional harian tetap berjalan normal tanpa hambatan mati lampu mendadak. Pemadaman arus listrik secara otomatis baru berjalan ketika keadaan dinilai telah mencapai fase yang membahayakan.
Kolaborasi Multidisiplin dan Validasi Pasar
Proses perancangan Hi-VITS melibatkan tim mahasiswa lintas program studi di ITS. Kelompok ini tidak hanya fokus pada aspek teknis alat, tetapi juga mematangkan strategi bisnis serta rencana komersialisasi agar produk memiliki peluang serapan yang tinggi di pasar.
Ketua tim Hi-VITS, Khoirul Anam, memandang performa inovasi tidak semata bersandar pada aspek kecanggihan teknologi. Solusi yang ditawarkan juga wajib teruji dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta sektor industri.
"Validasi produk dan pasar menjadi hal penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima dan digunakan secara luas," ujar mahasiswa Program Magister Teknik Elektro ITS tersebut.
Melaju ke Kompetisi Silicon Valley
Kualitas Hi-VITS terbukti lewat raihan gelar juara dalam kompetisi Startup World Cup (SWC) Regional Malang 2026. Pencapaian ini mengantarkan delegasi ITS menjadi perwakilan Indonesia dalam kompetisi global yang dijadwalkan berlangsung di Silicon Valley, Amerika Serikat, pada November mendatang.
Struktur tim pengembang inovasi ini diisi oleh Khoirul Anam, Abdullah Alfin Holis, Marcello Akrama Putra, dan Akmal Zuhdi dari Departemen Teknik Elektro. Selain itu, terdapat Alzena Cheiryl Violney dari Departemen Teknik dan Sistem Industri, serta Ananda Aullia Nayaka dari Program Studi Inovasi Digital Departemen Sistem Informasi ITS.
Karya nyata ini menjadi refleksi kapabilitas mahasiswa dalam melahirkan teknologi solutif sekaligus menegaskan andil perguruan tinggi bagi masyarakat. Kehadiran sistem deteksi dini ini diharapkan mampu menyokong pengadaan infrastruktur yang lebih aman, cerdas, dan berkelanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow