Mengenal Cabang Ilmu Neuroscience dan Persiapan Mengambil Jurusannya

Smallest Font
Largest Font

Istilah neuroscience kini semakin sering terdengar dalam pembahasan mengenai pengelolaan emosi dan kesehatan mental, seperti dilansir dari Detikcom. Neuroscience pada dasarnya merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang struktur sekaligus fungsi otak manusia. Pemahaman mengenai otak ini krusial karena organ tersebut mengendalikan perasaan, pikiran, hingga perilaku yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan seseorang.

Disiplin ilmu neuroscience memiliki cakupan yang sangat luas dengan berbagai turunan spesifik.

Bidang ini memiliki kemiripan dengan dunia kedokteran yang terbagi ke dalam berbagai spesialisasi berbeda. Beberapa cabang di antaranya meliputi cognitive neuroscience, affective neuroscience, cellular neuroscience, educational neuroscience, hingga computational neuroscience.

Luasnya cabang ilmu ini membuat peminatnya bisa masuk baik dari rumpun humaniora maupun sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Lulusan sarjana psikologi dapat melanjutkan studi ke cognitive neuroscience karena jalurnya yang linier.

Sementara itu, lulusan ilmu komputer dapat memilih computational neuroscience untuk membuat model mekanisme fungsi otak yang membutuhkan kemampuan coding. Bagi yang tertarik pada bidang clinical neuroscience, latar belakang pendidikan kedokteran atau biologi menjadi pilihan yang tepat.

Materi Pembelajaran dan Metode Riset

Pembelajaran di tingkat magister neuroscience mencakup anatomi, struktur otak, biologi, serta pemahaman fungsi-fungsi tubuh manusia.

Penggunaan kadaver atau jenazah untuk praktikum anatomi biasanya bergantung pada peminatan yang diambil, seperti pada clinical neuroscience atau cellular neuroscience. Mahasiswa juga mempelajari penggunaan alat neuroimaging seperti elektroensefalografi (EEG) untuk merekam aktivitas listrik otak dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Sifat keilmuan yang multidisipliner menjadi tantangan tersendiri karena melibatkan unsur biologi, fisika, dan kimia.

Proses pemrosesan informasi oleh otak juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang kompleks seperti lingkungan dan budaya.

Mata Pelajaran Pendukung Sejak Sekolah

Siswa SMP dan SMA yang berminat menekuni bidang neuroscience di masa depan perlu memperkuat beberapa mata pelajaran dasar. Biologi menjadi mata pelajaran paling utama yang harus dikuasai sejak dini.

Selain biologi, pemahaman dasar pada mata pelajaran kimia dan fisika juga sangat diperlukan. Ilmu fisika dan kimia tersebut berguna untuk memahami cara kerja serta membaca hasil dari mesin-mesin pemindaian otak.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow