Mengenal Rumput Laut dan 6 Genus Kelp Penghasil Nutrisi
Organisme laut berwarna hijau yang sering dijumpai di pesisir rupanya bukan termasuk golongan tumbuhan darat. Dikutip dari Detikcom, rumput laut sebenarnya dikategorikan sebagai alga yang memiliki kemampuan melakukan fotosintesis berkat kandungan klorofil serta pigmen lainnya. Meskipun memiliki bagian yang menyerupai akar, batang, dan daun, struktur fisik rumput laut tidak didukung oleh jaringan khusus.
Organisme ini umumnya menempel di dasar perairan pantai berbatu tanpa menyerap nutrisi dari substratnya. Spesies alga paling dominan di kawasan laut dangkal di bawah kedalaman 40 meter ini terbagi ke dalam tiga kelompok warna utama. Setiap varian memiliki pigmen alami dan fungsi biologi yang berbeda-beda.
Varian hijau kaya akan klorofil, sedangkan alga merah mengandung pigmen fikobiliprotein yang memberikan warna keunguan. Sementara itu, alga cokelat mengandung fucoxanthin yang menghasilkan warna cokelat kekuningan.
Beberapa jenis alga cokelat seperti kelp dan sargassum dilengkapi pneumatocyst atau kantung udara. Organ ini berfungsi sebagai pelampung agar helaian daun dapat mengapung ke permukaan untuk menangkap sinar matahari. Kumpulan populasi kelp yang lebat membentuk ekosistem hutan laut. Keberadaan struktur ini efektif meredam energi gelombang sekaligus memperlambat laju arus air pantai.
Enam Genus Kelp di Perairan Dunia
Berdasarkan data Smithsonian, tercatat ada 182 spesies kelp yang terkelompok ke dalam 8 famili dan 30 genus. Beberapa kelompok di antaranya memiliki karakteristik fisik dan habitat yang unik.
1. Macrocystis
Macrocystis merupakan jenis kelp terbesar yang sanggup tumbuh hingga panjang 60 meter. Laju pertumbuhannya mencapai 60 sentimeter per hari dan dapat bertahan hidup selama beberapa tahun sebagai kanopi utama hutan laut.
2. Nereocystis
Dikenal dengan sebutan rumput laut banteng, Nereocystis juga membentuk kanopi hutan laut berukuran besar. Berbeda dengan Macrocystis, rentang hidup spesimen ini cenderung singkat yakni hanya sekitar 18 bulan.
3. Laminaria
Spesies yang sering disebut horsetail kelp ini mendominasi dasar laut wilayah beriklim dingin dan kawasan kutub. Genus Laminaria biasanya tumbuh tepat di lapisan bawah kanopi hutan kelp.
4. Lessonia
Lessonia tumbuh subur di perairan dangkal belahan bumi selatan hingga kedalaman 25 meter. Genus ini menjadi komoditas utama yang paling banyak dipanen sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetik.
5. Ecklonia
Spesies ini banyak ditemukan di lepas pantai Afrika Selatan pada kedalaman yang lebih dangkal. Ecklonia dapat mencapai tinggi 10 meter dan hanya dibekali satu pneumatocyst pada pangkal helai daunnya.
6. Alaria
Dikenal sebagai ribbon kelp, Alaria memiliki ukuran yang lebih kompak dengan helai daun tunggal yang tebal melebihi 3 meter. Genus ini banyak tersebar di lepas pantai Maine, Nova Scotia, hingga Irlandia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow