Mengenal Teledu Asia Hewan Penggali Berkemampuan Night Vision

Smallest Font
Largest Font

Kemampuan menggali tanah dengan cakar sepanjang 22 hingga 26 mm menjadi keunggulan utama teledu Asia. Seperti dilansir dari Detikcom, satwa berbadan kekar dari famili Mustelidae ini berbeda dari sigung maupun luak yang sering dianggap serupa oleh masyarakat awam. Spesies bernama latin Meles leucurus tersebut mendiami kawasan beriklim sedang yang membentang dari wilayah Rusia timur, China, hingga kawasan utara Himalaya.

Keberadaan mamalia ini tercatat mulai dari area dataran rendah di pesisir pantai sampai ke wilayah padang rumput alpine. Teledu Asia menyukai kawasan berhutan seperti hutan gugur, hutan konifer, daerah pegunungan, stepa, hingga tundra. Lokasi dengan drainase tanah yang baik menjadi area favorit bagi spesies ini untuk membuat sarang penggalian.

Di ekosistem berhutan, satwa ini kerap membuat liang di lereng bagian selatan jurang karena area tersebut mengalami pencairan salju lebih cepat. Tingkat kegelapan warna bulu lebatnya bervariasi bergantung pada lokasi geografis, di mana populasi kawasan pegunungan dan wilayah Amur cenderung berwarna lebih gelap ketimbang spesimen dari dataran rendah atau daerah Mongolia.

Pola Makan Omnivora dan Struktur Reproduksi

Spesies ini tergolong hewan omnivora yang mengonsumsi beragam sumber nutrisi sesuai ketersediaan di lingkungan sekitar. Mangsa yang dikonsumsi meliputi cacing tanah, serangga, mamalia kecil, reptil, katak, moluska, hingga buah beri dan kacang pinus.

Siklus reproduksi betina terjadi sekali dalam setahun pada kurun waktu pertengahan Januari hingga pertengahan Maret. Meski proses pembuahan dapat berlangsung sepanjang tahun, penempelan embrio pada rahim mengalami penundaan secara alami.

Pola pengasuhan anak menerapkan sistem aloparental. Individu lain yang berada dalam hubungan kerabat ikut berpartisipasi menjaga anak, mengusir ancaman predator, serta mengarahkan anak-anak teledu masuk ke sarang saat bahaya mengintai.

Sistem Penglihatan Malam dan Pemanfaatan Komersial

Meskipun ukuran fisiknya kecil dan membatasi jarak pandang di siang hari, penglihatan teledu Asia sangat optimal pada kondisi gelap. Tingginya populasi sel batang dan sel kerucut pada retina yang dilengkapi lapisan memantulkan cahaya (tapetum) memberikan kemampuan night vision tajam untuk beraktivitas nocturnal.

Karakteristik bulu yang kasar, tebal, serta bermotif kombinasi abu-abu keperakan dan garis cokelat gelap di area mata membuat satwa ini kerap diburu secara komersial. Pemanfaatan kulit dan bulunya umumnya ditujukan sebagai bahan baku pembuatan berbagai jenis sikat, karpet, serta kerajinan kulit.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow