Meta Perluas Program Afiliasi Shopee ke Instagram Guna Dongkrak Transaksi
Meta secara resmi memperluas kemitraan strategis dengan Shopee ke platform Instagram pada Senin (6/7/2026) guna memperluas akses monetisasi bagi para kreator konten. Kerja sama ini memungkinkan para kreator untuk membagikan tautan belanja secara langsung melalui postingan feed instagram dan konten video pendek.
Langkah ini diambil setelah kedua perusahaan sukses meluncurkan program afiliasi serupa di platform Facebook pada Oktober 2025 lalu. Kolaborasi tersebut mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam ekosistem digital regional.
Perluasan ke Instagram ini diharapkan mampu mendongkrak transaksi perdagangan elektronik (e-commerce) di Asia Tenggara secara masif. Integrasi ini memberikan kemudahan bagi kreator digital untuk mengarahkan pengikut mereka langsung ke halaman penjualan.
Pertumbuhan Kreator Afiliasi
Hingga Maret 2026, jumlah kreator global yang bergabung dalam program afiliasi Shopee di Facebook telah mencapai lebih dari 5 juta kreator. Menariknya, sekitar 50% atau separuh di antaranya merupakan kreator konten baru yang memanfaatkan fitur monetisasi ini.
Riwayat Kemitraan Platform
Sebelum merambah ke ekosistem Meta, Shopee telah meluncurkan program afiliasi pertamanya di platform YouTube pada tahun 2024. Perkembangan lini masa kemitraan afiliasi ini dapat dilihat pada lini masa berikut:
- Tahun 2024: Peluncuran pertama program afiliasi Shopee di YouTube.
- Oktober 2025: Peresmian kerja sama afiliasi Shopee dan Meta di platform Facebook.
- Senin, 6 Juli 2026: Perluasan resmi program afiliasi ke platform Instagram.
Dampak Regulasi dan Tren Video Commerce
Perluasan layanan komersial di media sosial ini berjalan beriringan dengan dinamika regulasi di Indonesia. Sejak penutupan transaksi jual beli TikTok Shop pada 4 Oktober 2023 akibat Pasal 21 ayat (3) Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023, model bisnis e-commerce bergeser ke arah kemitraan afiliasi murni. Melalui regulasi ini, media sosial berfungsi sebagai sarana promosi tanpa memproses transaksi pembayaran secara langsung di dalam aplikasi.
Langkah mitigasi ini diambil agar ekosistem perdagangan tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku di tanah air. Perdagangan berbasis video atau video commerce saat ini memegang peranan krusial di pasar digital. Format ini menyumbang sekitar 25% dari total nilai transaksi bruto (Gross Merchandise Volume/GMV) e-commerce di kawasan Asia Tenggara.
Data industri menunjukkan bahwa sebanyak 82% konsumen di Asia Tenggara melakukan pengambilan keputusan atau pembelian produk berdasarkan rekomendasi dari pemenang atau influencer. Angka ini menegaskan besarnya pengaruh konten visual terhadap perilaku belanja masyarakat.
Inovasi Teknologi Kreatif Meta
Selain memperluas fitur komersial, Meta juga terus memperbarui teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung estetika konten para penggunanya. Pada Selasa, 7 Juli 2026, Meta meluncurkan model AI generatif terbaru bernama Muse Image. Kehadiran Muse Image dilengkapi dengan peluncuran lebih dari 30 efek berbasis AI baru yang dirancang khusus untuk Instagram Stories. Pengguna kini memiliki lebih banyak opsi untuk memodifikasi visual postingan mereka dengan bantuan kecerdasan buatan.
Meskipun adopsi AI dan komersialisasi meningkat, dinamika perilaku pengguna Instagram menunjukkan tren unik yang kontras. Laporan terbaru mencatat adanya fenomena "Zero Posting" di kalangan generasi muda. Sebagai contoh, seorang pengguna Gen Z bernama Zahra yang berusia 20 tahun diketahui telah menggunakan akun Instagram sejak 2017 saat masih duduk di bangku SMP. Namun, saat ini akun miliknya berada dalam kondisi tanpa unggahan atau kosong sama sekali di halaman profil utamanya.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran preferensi sebagian pengguna yang lebih memilih membagikan momen secara terbatas melalui fitur pesan langsung atau cerita sementara dibandingkan mengarsipkannya secara permanen di halaman utama profil mereka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow