Sering Keliru Mengartikan Masyarakat Ini Objek Kajian Sosiologi yang Sebenarnya

Smallest Font
Largest Font

Banyak orang mengira memahami dinamika kelompok sosial cukup dengan mengandalkan akal sehat semata. Padahal, tanpa landasan ilmiah yang jelas, kita sering kali terjebak dalam prasangka subjektif saat melihat fenomena di sekitar kita. Di sinilah pentingnya memahami objek kajian sosiologi secara tepat agar kita bisa membedakan mana opini personal dan mana fakta sosial yang terstruktur.

Masalahnya, saat mulai belajar ilmu ini, kita kerap dibuat bingung oleh istilah-istilah akademis yang abstrak. Pertanyaan seperti "apa itu objek material sosiologi?" hingga cara membedakannya dengan objek formal sering kali membingungkan pembelajar pemula. Artikel ini akan memandu Anda secara sistematis untuk membedah seluruh komponen tersebut secara praktis.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan objek kajiannya, kita perlu menengok ke belakang untuk melihat bagaimana ilmu ini lahir. Memahami akar sejarah membantu kita mengerti mengapa masyarakat menjadi fokus perhatian utama para pemikir terdahulu.

Lahirnya Istilah Sosiologi oleh Auguste Comte

Perjalanan ilmu ini dimulai pada Tahun 1838 M ketika Auguste Comte pertama kali menggunakan istilah sosiologi. Ia memperkenalkannya melalui bukunya yang monumental berjudul Cours De Philosophie Positive. Secara etimologi, istilah sosiologi berasal dari dua kata bahasa Latin, yaitu Socius yang berarti kawan, dan Logos yang berarti ilmu pengetahuan. Kombinasi kata ini melahirkan pemahaman tentang ilmu yang mempelajari hubungan antarmanusia.

Popularitas Sosiologi Lewat Herbert Spencer

Perkembangan sosiologi tidak berhenti pada pemikiran Comte semata. Pada Tahun 1876, Herbert Spencer mempopulerkan istilah sosiologi ke ranah yang lebih luas melalui penerbitan bukunya yang berjudul Principles of Sociology. Buku ini membantu meletakkan dasar-dasar sosiologi sebagai disiplin ilmu mandiri yang dipelajari secara global.

Karakteristik Utama Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Sebagai sebuah ilmu, sosiologi tidak bekerja berdasarkan tebakan atau asumsi liar. Dalam praktiknya, sosiologi memiliki empat ciri utama yang wajib dipahami oleh setiap peneliti atau peminat ilmu sosial.

  • Empiris: Kajian didasarkan pada pengamatan nyata dan akal sehat di lapangan, bukan sekadar perkiraan atau spekulasi kosong.
  • Teoretis: Berusaha menyusun abstraksi dan hubungan sebab akibat dari hasil pengamatan yang telah dilakukan.
  • Kumulatif: Teori-teori sosiologi disusun atas dasar teori yang sudah ada sebelumnya, kemudian diperbaiki, diperhalus, serta diperluas.
  • Nonetis: Sosiologi tidak mencari baik atau buruknya suatu fakta, melainkan menjelaskan fakta tersebut secara analitis dan objektif.

Pandangan Para Ahli Mengenai Batasan Sosiologi

Untuk memahami cakupan ilmu ini secara utuh, kita harus melihat bagaimana para ilmuwan terkemuka merumuskan definisinya. Setiap tokoh memberikan penekanan yang unik terhadap fenomena sosial yang terjadi di sekeliling kita.

"Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu." — Émile Durkheim

Selain Émile Durkheim, terdapat sejumlah pandangan penting lain dari tokoh-tokoh dunia dan nasional yang dirangkum oleh platform edukasi Aku Pintar:

1. Pitirim Sorokin: Menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara beragam gejala sosial, gejala sosial dengan gejala non-sosial, serta ciri-ciri umum dari semua jenis gejala-gejala sosial lain.

2. Max Weber: Menjelaskan bahwa sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial secara mendalam.

3. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi: Merumuskan bahwa sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial di dalamnya.

4. Paul B. Horton: Menitikberatkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang memusatkan pemahaman mengenai kehidupan kelompok dan produk kehidupan yang dihasilkannya.

5. Soerjono Soekanto: Berpandangan bahwa sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

Bila kita tarik benang merah dari pandangan lembaga internasional, American Sociological Association juga menegaskan hal serupa. Lembaga tersebut menyatakan bahwa objek kajian sosiologi berfokus pada struktur kelompok sosial, organisasi, dan masyarakat serta bagaimana orang berinteraksi dalam struktur ini.

Memahami Objek Kajian Sosiologi | sosiomalik

Langkah Praktis Membedakan Objek Material dan Formal

Dari berbagai definisi di atas, inti dari sosiologi bermuara pada dua jenis objek kajian, yaitu objek material dan objek formal. Berdasarkan pengalaman saya mendampingi para pembelajar sosiologi, kesalahan umum yang sering saya temui adalah mencampuradukkan keduanya hingga analisis menjadi bias. Berikut adalah langkah berurutan untuk membedah dan memahami perbedaan objek material dan objek formal sosiologi secara praktis.

  1. Identifikasi Objek Materialnya Terlebih Dahulu: Langkah pertama adalah menentukan apa yang wujudnya nyata di depan mata. Jawabannya adalah masyarakat beserta produk kebudayaannya. Objek material sosiologi mencakup fenomena fisik dan nonfisik yang terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Tentukan Sudut Pandang (Objek Formal): Setelah melihat manusianya, ubah fokus Anda pada bagaimana mereka saling berhubungan. Objek formal sosiologi adalah penekanan pada hubungan antarmanusia serta proses yang timbul dari hubungan tersebut dalam masyarakat.
  3. Petakan Interaksi di Dalam Struktur: Amati bagaimana individu-individu tersebut berinteraksi di dalam organisasi atau kelompok sosial tertentu. Hubungan timbal balik inilah yang membedakan sosiologi dengan ilmu sosial lainnya.

Sebagai contoh objek formal sosiologi, ketika kita mengamati fenomena kemacetan, sosiologi tidak berfokus pada kelayakan mesin mobil atau teknik pengaspalan jalan. Sosiologi akan meneliti bagaimana perilaku para pengemudi, interaksi antar-pengguna jalan, atau kebijakan transportasi berdampak pada pola relasi sosial masyarakat di perkotaan tersebut.

Rangkuman Struktur Kajian Sosiologi

Untuk memudahkan pemahaman visual Anda mengenai perbedaan dan batasan kajian ini, mari kita perhatikan data terstruktur berikut.

Perbandingan Komponen Utama Objek Kajian Sosiologi
Komponen KajianFokus UtamaContoh Fenomena
Objek MaterialKehidupan sosial, gejala, dan proses hubungan antarmanusiaKomunitas lokal, adat istiadat, konflik kelompok
Objek FormalHubungan antarmanusia dan proses interaksi sosialKerja sama antarwarga, proses asimilasi budaya
Ciri EmpirisPengamatan nyata di lapanganHasil wawancara mendalam dengan pelaku sosial

Melalui pemetaan yang jelas ini, kita tidak perlu bingung lagi ketika dihadapkan pada pertanyaan ilmiah terkait batasan-batasan riset kemasyarakatan. Sosiologi menuntut kita untuk melepaskan penilaian pribadi dan mulai melihat dunia menggunakan kacamata data serta fakta yang objektif.

Memahami sosiologi secara mendalam membantu kita menjadi individu yang lebih peka dan kritis terhadap lingkungan sekitar. Dengan menguasai objek material dan formalnya, kita dapat menganalisis berbagai fenomena sosial, mulai dari gesekan antarkelompok hingga perubahan kebijakan publik, secara lebih jernih dan berbasis data ilmiah yang solid.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow