Susun RPP Lebih Cepat Lewat Aturan Penyederhanaan RPP dari Nadiem

Smallest Font
Largest Font

Menyusun perangkat pembelajaran sering kali menjadi beban administrasi yang menyita waktu, namun aturan penyederhanaan RPP dari Nadiem kini memberikan kebebasan penuh bagi Anda untuk fokus pada kualitas mengajar.

Sebagai seorang pengajar di jenjang sekolah menengah pertama, Anda tidak perlu lagi terjebak dalam dokumen berlembar-lembar yang melelahkan. Langkah penulisan rencana pelaksanaan pembelajaran kini jauh lebih efisien, terarah, dan berdampak langsung pada siswa.

Banyak pendidik mengeluhkan bahwa rencana pembelajaran di masa lalu kerap berakhir di dalam lemari arsip tanpa sempat diterapkan secara optimal di ruang kelas. Menyikapi isu RPP yang seringkali hanya dijadikan arsip, edaran Nadiem tahun 2019 mendorong penyederhanaan dan fokus pada esensi pembelajaran sesuai program "merdeka belajar". Langkah ini memangkas birokrasi penulisan dokumen agar tenaga pendidik bisa mengalokasikan energinya untuk merancang aktivitas kelas yang interaktif.

Dari pengalaman saya menangani administrasi sekolah, perubahan ini awalnya memicu kebingungan mengenai keabsahan dokumen yang hanya satu halaman. Muncul pertanyaan di kalangan pendidik seperti "apa saja isi RPP 1 lembar" yang sah dan diakui oleh pengawas sekolah? Jawabannya terletak pada fleksibilitas yang diberikan oleh pemerintah, di mana efektivitas lebih diutamakan daripada ketebalan kertas dokumen tersebut.

Acuan penyusunan RPP adalah edaran Nadiem Nomor 14 tahun 2019 tentang penyederhanaan RPP. Melalui regulasi ini, paradigma lama yang mewajibkan belasan komponen rumit resmi ditinggalkan. Fokus utama dialihkan sepenuhnya pada bagaimana rencana tersebut dapat membantu guru mengajar sesuai RPP yang telah mereka rancang sendiri secara konkret di dalam kelas.

Tiga Komponen Inti RPP Kurikulum 2013 Revisi 2020

Kebijakan baru ini menyederhanakan struktur dokumen secara radikal dengan memangkas komponen yang bersifat administratif. Pada tahun 2020, RPP cukup memuat 3 komponen inti: Tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan Penilaian (Asesment). Ketiga elemen ini harus saling terikat dan membentuk satu kesatuan logis.

Sementara itu, 13 komponen RPP lainnya hanya bersifat pendukung dan tidak wajib dicantumkan dalam lembar utama. Komponen pendukung tersebut tetap boleh diakses atau dikembangkan secara terpisah sebagai lampiran jika memang diperlukan oleh guru.

Format penyusunan ini berlaku universal untuk semua mata pelajaran di tingkat sekolah menengah. Berikut adalah tabel penjelasan mengenai ketiga komponen utama yang wajib ada dalam dokumen Anda.

Tiga Komponen Utama RPP Berdasarkan Edaran Penyederhanaan
Komponen IntiDeskripsi FokusIsi Utama
Tujuan PembelajaranTarget kompetensiHasil akhir yang dicapai siswa
Kegiatan PembelajaranLangkah instruksionalAktivitas pembuka, inti, dan penutup
Penilaian (Asesmen)Mengukur ketercapaianInstrumen sikap, pengetahuan, dan keterampilan

Langkah Praktis Cara Membuat RPP 1 Lembar Guru SMP

Dalam kasus yang sering saya temui, guru menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk menyalin template yang belum tentu sesuai dengan kondisi riil di kelas mereka. Penyusunan RPP adalah kewajiban guru dan dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Oleh karena itu, proses pembuatannya harus dibuat seefisien mungkin agar tidak menguras waktu berharga Anda.

Saat ini belum ada format baku dan resmi RPP dari Kemendikbud; guru bebas berkreasi. Kebebasan ini memberikan ruang bagi setiap sekolah untuk menyesuaikan format visual sesuai kenyamanan masing-masing. Guru tidak perlu membuat RPP secara rinci, yang penting berkualitas dan kreatif dalam mengelola alokasi waktu dan metode mengajar.

Untuk memulai penyusunan rencana pembelajaran yang ringkas namun tetap tajam, Anda dapat mengikuti langkah-langkah sistematis berikut.

  1. Analisis kompetensi dasar dan tentukan target tujuan pembelajaran yang spesifik serta terukur untuk siswa SMP.
  2. Rancang skenario kegiatan pembelajaran yang memuat tahapan pendahuluan, aktivitas inti yang aktif, dan kegiatan penutup atau refleksi.
  3. Tentukan metode penilaian yang relevan, baik berupa tes tertulis, observasi sikap, maupun penugasan proyek.
  4. Tata seluruh informasi tersebut ke dalam satu halaman cetak menggunakan format kolom atau ke bawah secara ringkas.
Tutorial Penyusunan RPP 1 Lembar K.13 Revisi 2020 | MA YAPIKA KURNIA KERSAMANAH

Menemukan Contoh RPP 1 Lembar yang Tepat

Kesalahan umum yang saya lihat adalah guru terjebak membeli dokumen instan yang tidak mencerminkan karakteristik peserta didik di sekolahnya. RPP sebaiknya disusun dengan ikhlas karena berisi ide/materi yang akan diajarkan kepada siswa. Menggunakan contoh milik orang lain secara mentah-mentah sering kali membuat proses mengajar menjadi kaku dan kurang alami.

Jika Anda membutuhkan inspirasi atau titik awal, pemerintah telah memfasilitasi wadah kolaborasi antar-pendidik secara nasional. Terdapat program "Ayo Guru Berbagi" di mana guru dapat berbagi dan mencari referensi RPP. Platform tersebut menyediakan ribuan draf yang dikembangkan oleh sesama rekan sejawat dari berbagai daerah.

Melalui wadah tersebut, Anda bisa mengamati berbagai variasi contoh RPP 1 lembar yang telah sukses diterapkan di kelas lain. Jadikan dokumen tersebut sebagai referensi untuk dimodifikasi secara mandiri, bukan sekadar ditiru tanpa adanya penyesuaian materi.

Rekomendasi Fleksibilitas Desain Perangkat Ajar

Penyusunan RPP Kurikulum 2013 revisi 2020 memberikan kemerdekaan penuh bagi guru untuk menentukan estetika penulisan dokumen mereka. Anda dapat menggunakan orientasi kertas vertikal maupun horizontal, menggunakan format dua kolom untuk menghemat ruang, atau memakai poin-poin langsung yang padat informasi.

Rencana pelaksanaan pembelajaran yang baik adalah rencana yang benar-benar bisa diterapkan di lapangan, bukan yang terlihat tebal saat dievaluasi. Fokuskan perhatian pada interaksi bersama murid, inovasi alat peraga, serta metode penyampaian materi yang menyenangkan di jenjang sekolah menengah pertama.

Rencana satu halaman ini merupakan alat bantu kerja pribadi Anda sebagai seorang profesional di dunia pendidikan. Keberhasilan pembelajaran di kelas tidak ditentukan oleh jumlah halaman kertas dokumen administrasi, melainkan oleh dedikasi, kreativitas, dan kesiapan Anda saat mendampingi proses belajar para siswa setiap harinya.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow