Pemerintah Resmikan Peringatan Sejarah Sultan Hasanuddin Sang Ayam Jantan dari Timur

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah meresmikan rangkaian peringatan sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin pada Selasa (7/7/2026) di Makassar, Sulawesi Selatan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat edukasi publik mengenai rekam jejak pahlawan nasional yang mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur tersebut. Sultan Hasanuddin memimpin Kesultanan Gowa dalam menghadapi ekspansi ekonomi dan militer Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Rekam jejak kepemimpinannya menjadi salah satu catatan krusial dalam lini masa sejarah kolonialisme di Indonesia. Lahir di Makassar pada 12 Januari 1631, tokoh ini memiliki nama kecil Muhammad Bakir Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape. Dia merupakan putra dari Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke-15 yang memerintah sebelumnya.

Kecakapannya dalam urusan tata negara dan militer sudah terlihat sejak usia muda. Pada usia 21 tahun, dia mendapatkan amanat penting untuk menduduki jabatan yang mengurusi bidang pertahanan di Kesultanan Gowa.

Pengangkatan Menjadi Sultan Gowa ke-16

Kepemimpinan resmi di Kesultanan Gowa berpindah tangan setelah Sultan Malikussaid wafat. Terdapat dua versi catatan sejarah mengenai tahun pasti pengangkatan sang pangeran menjadi penguasa tertinggi kesultanan.

Versi pertama menyebutkan pengangkatan terjadi pada tahun 1653 saat dia berusia 22 tahun. Sementara itu, versi kedua mencatat proses penobatan tersebut berlangsung pada tahun 1655 ketika dia menginjak usia 24 tahun.

Asal Usul Julukan Ayam Jantan dari Timur

Selama periode pemerintahan dari tahun 1653 hingga 1669, Kesultanan Gowa terlibat konfrontasi sengit dengan kongsi dagang Belanda. Keberanian dan ketangguhannya di medan laga membuat pihak musuh memberikan penghormatan khusus melalui sebuah julukan ikonik.

Pihak Belanda menjuluki Sultan Hasanuddin sebagai De Haantjes van het Oosten yang berarti Ayam Jantan dari Timur. Penamaan ini didasari oleh kegigihan militer Gowa yang enggan tunduk pada monopoli perdagangan rempah-rempah.

Makna mendalam di balik sebutan historis ini juga tercatat dalam literatur pendidikan nasional. Berdasarkan Buku "Bahas Tuntas 1001 Soal IPS SD Kelas 4, 5, 6" oleh Forum Tentor (2009:92), julukan Ayam Jantan dari Timur diberikan karena keberanian dan keperkasaan Sultan Hasanuddin dalam melawan VOC.

Sejarah Sultan Hasanuddin | Perjuangan Melawan VOC & Julukan Ayam Jantan dari Timur | Sedikit Cerita

Eskalasi Konflik Militer dan Perjanjian Bongaya

Ketegangan antara kedua belah pihak mencapai puncaknya pada paruh kedua abad ke-17. VOC yang berambisi menguasai jalur perdagangan laut di wilayah Indonesia timur mengerahkan armada militer besar untuk menekan Makassar.

Pada tahun 1666, pecah perang besar antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan Talo yang saat itu dibantu oleh kekuatan militer VOC. Perang berdarah ini menguras sumber daya kedua belah pihak dan memaksa terjadinya negosiasi damai.

Konfrontasi tersebut berakhir di meja perundingan dengan ditandatanganinya Perjanjian Bongaya pada 18 November 1667. Perjanjian ini membatasi ruang gerak ekonomi Kesultanan Gowa dan menguntungkan posisi tawar kongsi dagang Belanda.

Kronologi Hidup dan Pengakuan Pahlawan Nasional

Sultan Hasanuddin turun takhta pada tahun 1669 setelah menyerahkan kekuasaan kepada penerusnya. Dia wafat pada 12 Juni 1670 dalam usia 39 tahun dan dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Gowa.

Pemerintah Republik Indonesia secara resmi mengakui kontribusi besar sang tokoh terhadap kemerdekaan bangsa. Melalui Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973 yang dikeluarkan pada 6 November 1973, Sultan Hasanuddin diangkat sebagai Pahlawan Nasional.

Berikut adalah rincian data kronologi hidup dan sejarah kepemimpinan Sultan Gowa ke-16 tersebut:

Tabel Data Historis Sultan Hasanuddin
Peristiwa SejarahTanggal / Tahun KejadianKeterangan Tambahan
Hari Kelahiran12 Januari 1631Lahir di wilayah Makassar
Jabatan Pertahanan GowaUsia 21 tahunAmanat urusan pertahanan
Periode Pemerintahan1653–1669Menjadi Sultan Gowa ke-16
Perang Gowa dan Talo vs VOC1666Eskalasi konflik militer
Perjanjian Bongaya18 November 1667Kesepakatan damai dengan VOC
Hari Wafat12 Juni 1670Meninggal pada usia 39 tahun
SK Pahlawan Nasional6 November 1973Surat Keputusan No. 087/TK/1973

Kompleks makam Sultan Hasanuddin di Kabupaten Gowa saat ini menjadi salah satu cagar budaya yang dikelola oleh pemerintah daerah. Situs sejarah tersebut dibuka secara reguler untuk kunjungan publik dan kegiatan studi literasi sejarah bagi pelajar.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow