Terungkap Siapa Penulis Asli Kitab Negara Kertagama dan Fakta Sejarah Majapahit
Banyak orang sering keliru saat menjawab pertanyaan tentang kitab Negara Kertagama adalah karya dari siapa sebenarnya. Mengidentifikasi asal-usul naskah kuno ini secara tepat sangat penting agar kita tidak terjebak dalam disinformasi sejarah era Majapahit. Melalui artikel edukasi ini, Anda akan mempelajari identitas asli sang pujangga, struktur lengkap isi naskah, hingga perjalanan panjang penyelamatan karya monumental ini.
Pemahaman langkah demi langkah ini akan membantu Anda menguasai literatur sejarah Nusantara secara mendalam. Langkah pertama untuk memahami naskah ini adalah mengenali penciptanya yang sah, yaitu Mpu Prapanca. Beliau menulis karya sastra ini pada zaman Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk.
Dari pengalaman saya mengulas materi sejarah, kesalahan umum yang sering saya temui adalah tertukarnya nama pengarang kitab ini dengan kitab Sutasoma. Kitab Nagarakretagama secara mutlak ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi atau tahun Saka 1287.
Penulisan naskah kuno ini bertepatan dengan masa keemasan Majapahit yang saat itu menguasai wilayah luas di Nusantara. Mpu Prapanca menyusun teks ini dalam bentuk kakawin atau puisi Jawa Kuno yang sangat indah dan terstruktur.
Langkah Memahami Struktur dan Pembagian Isi Naskah
Untuk memahami isi teks ini secara komprehensif, Anda tidak bisa membacanya secara acak. Anda harus membedah struktur teks yang terdiri dari 98 pupuh atau syair puisi.
Berdasarkan catatan dari teks lama yang dilansir dari Scribd, pembagian bab atau pupuh di dalam naskah ini sangat teratur. Berikut adalah urutan pembahasan langkah demi langkah isi naskah yang bisa Anda pelajari:
- Mempelajari Bagian Keluarga Raja: Anda harus mulai dengan membaca 7 pupuh awal yang khusus membahas internal keluarga raja Majapahit.
- Menelaah Wilayah Kekuasaan: Langkah berikutnya adalah mendalami 9 pupuh yang menguraikan keagungan serta wilayah-wilayah yang masuk dalam kekuasaan Kerajaan Majapahit.
- Mengikuti Perjalanan Hayam Wuruk: Bagian terpanjang sebanyak 23 pupuh membahas secara detail perjalanan Raja Hayam Wuruk saat berkeliling daerah Lumajang pada tahun 1959 (catatan teks menuliskan tahun 1959).
- Menelusuri Garis Keturunan: Langkah terakhir adalah mempelajari 10 pupuh khusus yang menjabarkan silsilah lengkap para raja Kerajaan Majapahit.
Fakta Garis Waktu dan Penemuan Kembali Naskah
Kerajaan Majapahit sendiri berdiri sekitar abad ke-14 hingga abad ke-16 Masehi. Keberadaan naskah berharga ini sempat tersembunyi lama sebelum akhirnya ditemukan kembali oleh para peneliti modern.
Naskah kuno Nagarakretagama merupakan saksi bisu tata negara Majapahit yang sempat berpindah tangan ke Eropa sebelum akhirnya pulang ke tanah air.
Pertama kali naskah ini ditemukan kembali pada tahun 1894 oleh J.L.A. Brandes di Lombok, tepatnya di Puri Cakranegara. Penemuan ini menjadi titik balik penting bagi ilmu pengetahuan sejarah Indonesia.
Nama Nagarakretagama sendiri sebenarnya ditambahkan kemudian oleh seorang penyalin bernama Arthapamasah. Penyalinan tersebut dilakukan di Singarsa yang berada di wilayah Sidemen, Karangasem, Bali pada bulan Kartika tahun Saka 1662 atau tanggal 20 Oktober 1740 Masehi.
Daftar Sebaran Fisik Naskah yang Berhasil Ditemukan
Dalam perkembangannya, dokumen sejarah ini tidak hanya berupa satu naskah tunggal yang utuh. Saat ini setidaknya telah ditemukan 5 naskah Negarakertagama yang tersebar di beberapa wilayah.
Bagi para peneliti yang ingin melacak jejak literatur ini, persebaran dokumen tersebut menjadi bukti bahwa karya Mpu Prapanca disalin dan dirawat secara turun-temurun di Bali dan Lombok. Berikut adalah daftar lokasi penemuan naskah tersebut:
- Wilayah Lombok (Puri Cakranegara)
- Wilayah Amlapura
- Geria Pidada Klungkung
- Geria Carik Sideman
Status Hukum dan Lokasi Pengelolaan Saat Ini
Naskah kuno ini awalnya sempat disimpan di Leiden, Belanda setelah masa kolonial. Kemudian, dokumen berharga ini diserahkan kembali oleh Ratu Juliana kepada Presiden Soeharto pada tahun 1971 saat kunjungan resminya.
Saat ini, pemerintah Indonesia memberikan perlindungan hukum tertinggi bagi naskah sejarah ini. Berdasarkan laporan dari Wikipedia, dokumen ini telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya nasional.
Fisik naskah asli sekarang berada di Jakarta Pusat, Jakarta dan dikelola secara resmi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Detail mengenai status hukum dan koordinat penyimpanannya dapat dilihat pada data berikut.
| Parameter Naskah | Data Faktual |
|---|---|
| Status Hukum | Benda Cagar Budaya Indonesia Peringkat Nasional |
| No. Registrasi | CB.27 |
| SK Menteri | No. 280/M/2014 |
| Tanggal SK | 13 Oktober 2014 |
| Pengelola Fisik | Perpustakaan Nasional Republik Indonesia |
| Koordinat Lokasi | 6°10'53''S 106°49'37''E |
Melalui pelacakan legalitas dan data fisik tersebut, masyarakat kini bisa memvalidasi bahwa karya sastra peninggalan Mpu Prapanca ini diakui penuh oleh negara. Pengetahuan mengenai sejarah otentik ini menjadi fondasi penting dalam memahami jati diri bangsa serta kemegahan tata negara di masa lampau.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow