Prabowo Instruksikan Pembaruan Buku Ajar Sekolah demi Kenyamanan Siswa
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan pembaruan kualitas buku pelajaran siswa setelah mengecek langsung berbagai buku ajar di Istana Negara, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Sabtu (8/8/2026). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap cetakan buku sekolah nasional dengan membandingkannya bersama buku pelajaran dari negara tetangga sebagai bahan evaluasi standar. Pemerintah berfokus pada perbaikan fisik dan desain buku agar para siswa lebih nyaman saat belajar dan membaca di sekolah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden memeriksa langsung kondisi fisik setiap buku pelajaran yang dipergunakan oleh para murid.
"Presiden mengecek satu per satu buku pelajaran yang digunakan para siswa, mulai dari kualitas bahan, ukuran huruf, hingga kenyamanan saat dibaca," ucap Seskab Teddy Indra Wijaya. Evaluasi tersebut mencakup pembenahan tata letak serta penggunaan bahan cetak yang lebih tahan lama untuk penggunaan jangka panjang.
"Buku ajar diharapkan hadir dengan desain yang lebih menarik, ukuran huruf yang lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang," ucap Teddy. Langkah pembaruan ini juga menyasar buku latihan menulis bagi para siswa di tingkat sekolah dasar.
Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi menyampaikan instruksi khusus Kepala Negara mengenai perubahan format garis pada buku tulis murid kelas awal. "Sehingga ya ini dari Pak Seskab sampaikan, mengecek nanti intinya akan diperbaiki untuk menjadi lebih baik. Dan salah satu petunjuk Bapak Presiden juga kita diminta untuk mendesain buku menulis terutama adik-adik kelas 1, kelas 2, kelas 3 SD dan garisnya besar-besar karena sekarang ada kecenderungan adik-adik tulisannya kecil-kecil," ujar Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi. Kebijakan penguatan media belajar fisik ini dirancang untuk mengalihkan perhatian anak dari penggunaan gawai secara berlebihan.
"Jangan dianggap ini kita kembali ke era jadul ya, tidak ya. Sebab bahkan beberapa negara di Eropa sekarang mengurangi ketergantungan terhadap gadget dan kembali ke apa namanya membiasakan untuk kembali ke buku-buku bentuk fisik selain melatih kemampuan menulis, mengurangi ketergantungan terhadap gadget juga diharapkan menumbuhkan kepercayaan diri, rajin dalam mencatat. Harapannya dengan mencatat terjadi apa namanya penajaman terhadap daya ingat," katanya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow