Prabowo Targetkan Revitalisasi Seluruh Sekolah Selesai Paling Lambat 2029
Pemerintah Indonesia menargetkan program renovasi dan revitalisasi seluruh fasilitas satuan pendidikan yang mengalami kerusakan rampung paling lambat pada 2029. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI di Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Tahun Sidang 2026 pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Kita akan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan paling lambat tahun 2029. Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat," tuturnya dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI di Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Tahun Sidang 2026 dikutip melalui tayangan YouTube TVR Parlemen, Jumat (14/8/2026).
Langkah percepatan ini diambil pemerintah guna memastikan anak-anak tidak lagi menempuh pendidikan di bangunan sekolah dengan kondisi atap bocor, toilet rusak, maupun ruang kelas yang membahayakan keselamatan.
"Keadaan ini tidak boleh kita wariskan," tegasnya.
Pemerintah akan mengintensifkan pelaksanaan renovasi satuan pendidikan secara masif pada 2027 dan 2028 agar seluruh target perbaikan sarana fisik dapat terpenuhi sepenuhnya sebelum batas waktu yang ditentukan.
"Ini adalah program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah kita. Kita harus berani memasang target yang tinggi," sebutnya.
Melalui percepatan program tersebut, seluruh sekolah di wilayah Indonesia diharapkan sudah memenuhi kriteria bersih, layak, serta aman untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
"Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik, aman, bersih, layak untuk belajar. Semua sekolah harus punya kamar kecil yang layak," ujar Prabowo.
Pelaksanaan Revitalisasi Satuan Pendidikan berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pada 2026, program ini menyasar sedikitnya 71 ribu satuan pendidikan.
Untuk mendukung pelaksanaan tahun 2026, Kemendikdasmen memperoleh anggaran awal sebesar Rp 14 triliun bagi 11.744 satuan pendidikan, yang kemudian ditambah melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp 37,3 triliun untuk 40 ribu sasaran sekolah. Sementara pada 2027, dari pagu indikatif APBN Kemendikdasmen sebesar Rp 58,24 triliun, dialokasikan anggaran senilai Rp 14,28 triliun khusus untuk program revitalisasi tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow