Mengenal Program Makan Siang Gratis di Jepang dan Finlandia

Smallest Font
Largest Font

Jepang dan Finlandia kerap dinilai sebagai negara yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia. Kedua negara ini ternyata telah menerapkan program makan siang sekolah sejak era 1940-an. Dilansir dari Detikcom, Jepang masuk dalam daftar negara dengan program makan siang sekolah terbaik di dunia berdasarkan laporan Business Insider.

Melalui program ini, para siswa tidak sekadar menyantap makanan bergizi, melainkan juga mempelajari kedisiplinan serta kerja sama. Sistem makan siang sekolah di Jepang disajikan per kelas. Masing-masing anak dilatih disiplin membagi makanan sesuai porsi dan merapikan kembali tempat makanan secara mandiri setelah selesai makan.

Program makan siang untuk anak sekolah di Jepang, yang dikenal sebagai kyushoku, sebenarnya telah diinisiasi sejak 1889. Program ini sempat terhenti, namun dilanjutkan kembali oleh pemerintah Jepang setelah Perang Dunia II.

Saat dilanjutkan, Jepang memperkenalkan dua menu utama berupa susu dan ikan. Langkah ini diambil karena kedua makanan tersebut sangat penting untuk mendukung nutrisi pertumbuhan anak, termasuk kandungan protein, vitamin D, dan vitamin B12. Menurut laporan Times of India, program ini digarap dengan sangat serius demi mendukung pertumbuhan anak-anak di Jepang agar mampu mencapai potensi genetik mereka. Kebiasaan tersebut sekaligus membentuk kedisiplinan hidup dan pola makan bergizi dalam rutinitas harian anak.

Secara umum, menu makanan sekolah di Jepang menggunakan bahan utama berupa nasi, ikan, dan sayuran. Selain menu ikan, daging sapi juga kerap menjadi pilihan hidangan. Uniknya, penyajian makan siang di sekolah-sekolah Jepang tidak dilayani oleh petugas khusus atau guru. Para siswa justru bertugas melayani satu sama lain secara bergantian.

Sistem ini bertujuan untuk mengajarkan rasa tanggung jawab dan sikap hormat kepada anak-anak. Para siswa memegang tanggung jawab langsung untuk menyajikan makanan dan membersihkan tempat makan setelah teman-teman mereka selesai. Berdasarkan laporan World Population Review, pemerintah daerah membayar biaya tenaga kerja agar makan siang tetap terjangkau bagi siswa.

Sementara itu, orang tua ditagih setiap bulan untuk membayar biaya bahan makanan, sedangkan bagi keluarga miskin tersedia pilihan harga diskon hingga gratis. Kurikulum di Jepang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik. Proses pendidikan di negara ini juga menitikberatkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, serta dukungan pencapaian akademik yang bermutu.

Sistem Nutrisi dan Panduan Piring Sehat Finlandia

Finlandia sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia juga memiliki program makan siang gratis yang telah lama berjalan. Mengutip data World Population Review, penyediaan makanan sekolah gratis sudah ada sejak 1949.

Kebijakan tersebut diterapkan berdasarkan Undang-Undang Pendidikan Dasar Pasal 31 tahun 1948. Aturan tersebut memuat ketentuan tertulis mengenai hak para murid. "Murid yang mengikuti pendidikan dasar harus diberikan makanan yang seimbang, terorganisir dengan baik, dan diawasi setiap hari sekolah."

Pemberian makan siang sekolah secara gratis bagi siswa kurang mampu sebenarnya telah ditawarkan oleh beberapa kota di Finlandia sejak awal abad ke-20. Salah satu contohnya adalah Kota Kuopio yang sudah memulainya sejak tahun 1902.

Finlandia juga menerapkan panduan kebiasaan makan sehat menggunakan formulasi pembagian piring. Setengah bagian piring wajib dipenuhi oleh sayuran segar dan matang.

Selanjutnya, seperempat bagian piring diisi oleh karbohidrat seperti kentang, nasi, atau pasta. Seperempat bagian piring yang tersisa diisi oleh konsumsi ikan minimal sekali atau dua kali seminggu, daging, atau kacang-kacangan serta tauge untuk diet vegetarian. Sebagai pelengkap hidangan, siswa juga diberikan susu skim atau produk susu fermentasi. Nutrisi yang berkualitas ini berjalan beriringan dengan keunggulan sistem pendidikan di Finlandia.

Sekolah-sekolah di Finlandia tidak menerapkan ujian nasional wajib dan menyediakan pendidikan publik secara gratis. Selain itu, skor akademik siswa di negara ini tergolong unggul serta terdapat kewajiban bagi setiap guru untuk memiliki gelar master.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow