PT Indomaguro Tunas Unggul Catat Omset Impor USD 507 Ribu
PT Indomaguro Tunas Unggul mencatat omset impor sebesar USD 507,45 ribu sepanjang periode Februari 2025 hingga Januari 2026. Laporan performa perdagangan komoditas perikanan laut ini dirilis secara resmi pada hari Selasa, 30 Juni 2026.
Perusahaan yang dikenal sebagai produsen produk perikanan beku di muara baru tersebut mengamankan pasokan bahan baku melalui total 97 pengiriman impor. Di sisi lain, aktivitas perdagangan luar negeri perusahaan juga mencakup sektor pengapalan internasional dengan total omset ekspor senilai USD 154,71 Keju dari 2 pengiriman.
Data dari Market Inside Ltd menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan internasional perusahaan ini didominasi oleh komoditas spesifik laut utara dan pasifik. Peta rantai pasok perusahaan memperlihatkan diversifikasi negara asal yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun industri olahan.
Negara asal pengadaan bahan baku impor perusahaan ini berpusat di beberapa kawasan penghasil ikan utama dunia. Norwegia memimpin sebagai negara asal impor terbesar bagi perusahaan dengan persentase dominan mencapai lebih dari separuh total volume.
Daftar Negara Asal Impor Perusahaan
- Norwegia: 63,74%
- Cile: 33,25%
- Jepang: 1,33%
- China: 1,04%
- Korea Selatan: 0,65%
Klasifikasi Komoditas Berdasarkan Kode HS
Mayoritas komoditas yang didatangkan oleh perusahaan terbagi ke dalam dua jenis klasifikasi tarif internasional utama. Berdasarkan kode HS 03021400, jenis ikan salmon menyumbang porsi terbesar yaitu sebesar 63,74% dari total impor.
Sementara itu, sisa volume pasokan masuk melalui kode HS 03031200 yang dikategorikan sebagai kelompok ikan beku tidak termasuk fillet dengan porsi sebesar 33,25%. Berbagai aktivitas impor ini memperkuat posisi korporasi di tengah persaingan pasar lokal.
Peta Persaingan Pasar Industri Perikanan
Dalam ekosistem rantai pasok komoditas laut di Indonesia, perusahaan bersaing ketat dengan sejumlah pemain besar lainnya. Posisi nilai impor korporasi berada di dalam jajaran lima besar kompetitor utama untuk ceruk pasar sejenis.
Berikut adalah perbandingan nilai impor komoditas dari beberapa perusahaan kompetitor utama dalam industri yang sama:
| Nama Perusahaan Kompetitor | Nilai Impor (USD) |
|---|---|
| PT Oceanica Megah Utama | 1,09 Juta |
| PT Indo Guna Utama | 1,02 Juta |
| PT Sushi Tei Indonesia | 763,62 Ribu |
| PT Hoki Sinar Sukses | 659,70 Ribu |
| PT Indomaguro Tunas Unggul | 507,45 Ribu |
| PT Ruangan Pendingin Indonesia | 114,73 Ribu |
Profil Indomaguro Tunas Unggul dan Fasilitas Pabrik
Melirik pada profil indomaguro tunas unggul, korporasi ini pertama kali didirikan pada tahun 1999 di Jakarta Utara. Sejak awal berdiri, perusahaan memfokuskan operasionalnya pada pengolahan hasil laut terintegrasi dengan standar kualitas ekspor.
Pabrik pemrosesan utama korporasi menempati lahan seluas 7.000 m² dengan luas bangunan pabrik mencapai 5.000 m². Lokasi operasional ini berada tepat di pusat ekonomi perikanan Jakarta, yakni di Jl. Muara Baru Ujung Blok G 1-2, Penjaringan, Jakarta Utara, Indonesia, 14440.
Kawasan berikat tepi pantai Muara Baru dipilih sebagai alamat pt indomaguro muara baru guna mempermudah akses logistik kapal dan distribusi barang. Publik dan mitra bisnis dapat menghubungi manajemen operasional melalui nomor telepon +62 216 619 708 atau nomor faks +62 216 613 531.
Keunggulan utama dari pabrik tuna sashimi jakarta utara ini terletak pada adopsi teknologi pendinginan ekstrem. Fasilitas pabrik dirancang khusus untuk memproduksi tuna alami beku standar sashimi (tuna sashimi beku) yang wajib diproses pada suhu operasional -50°C guna menjaga kesegaran daging.
Rekam Jejak Logistik Global
Berdasarkan catatan pengiriman pengadaan Amerika Serikat yang diperbarui secara mingguan, korporasi telah membukukan 87 pengiriman ke AS sejak tahun 2007. Aktivitas logistik jarak jauh ini mempertegas kemampuan perusahaan dalam memenuhi standar regulasi pangan internasional yang ketat.
Data dari Seafood.media mencatat kronologi pengiriman penting korporasi ke pasar Amerika Serikat. Pada 16 Agustus 2012, perusahaan sukses mengirimkan logistik kepada pembeli Orca Bay Foods Llc. Jejak ekspor berlanjut pada 19 September 2012 dengan pengiriman kepada Ocean Green Seafood Inc, serta pada 6 Maret 2013 kepada pembeli Ahd Trading Corp.
Secara keseluruhan, cakupan niaga ekspor dan impor korporasi tercatat bergerak pada beberapa kategori kode HS perdagangan regional. Klasifikasi aktivitas tersebut meliputi HS 03 (Ikan, krustasea, moluska), HS 09 (Kopi, teh, mate, rempah-rempah), HS 16 (Olahan daging dan ikan), HS 02 (Daging dan jeroan dapat dimakan), hingga peralatan transportasi pada HS 87.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow