Rahasia Gerakan Silat Cingkrik Goning yang Dikembangkan Tokoh Legendaris Kedoya

Smallest Font
Largest Font

Rahasia gerakan tangkas silat cingkrik goning yang dikembangkan tokoh legendaris Kedoya kini menjadi warisan budaya yang sangat diperhitungkan di tanah Betawi. Banyak pencinta seni bela diri kerap bertanya mengenai bagaimana sejarah awal serta keunikan jurus yang membedakannya dengan aliran maen pukul lainnya.

Memahami akar budaya ini tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi Anda yang ingin mempelajari ketangkasan gerakannya secara nyata. Kebudayaan Betawi sendiri memiliki kekayaan yang luar biasa dengan estimasi kurang lebih 300 aliran silat yang tumbuh di masyarakat.

Guna memahami varian Goning, kita harus melihat kembali sejarah silat cingkrik secara keseluruhan yang lahir sebagai representasi bela diri praktis masyarakat urban tempo dulu. Berdasarkan catatan sejarah, silat cingkrik diperkirakan lahir pada awal abad ke-20 atau sekitar tahun 1920-an.

Aliran besar ini awalnya berasal dan berkembang di Kampung Rawa Belong, Jakarta Barat. Wilayah historis tersebut kini menjadi bagian dari Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Berdasarkan cerita tutur yang berkembang di masyarakat, kelahiran silat cingkrik tidak lepas dari kisah permaisuri Kerajaan Padjajaran yang mengasingkan diri ke hutan lalu memperhatikan gerak-gerik binatang saat menyerang mangsa.

Binatang yang diperhatikan dalam cerita tutur tersebut meliputi ular, macan, hingga monyet. Dari pengamatan gerak alami hewan itulah, konsep dasar maen pukulan ini mulai dirumuskan menjadi gerakan bela diri yang efektif.

Ismail bin Muayad sebagai Maestro Awal

Meskipun cerita tutur membawa kisah masa lalu yang jauh, sosok nyata yang merumuskan aliran ini adalah Kong Maing. Nama asli dari pencipta silat cingkrik, Kong atau Ki Maing, adalah Ismail bin Muayad.

Ismail bin Muayad meramu gerakan yang lincah, cepat, dan defensif-ofensif secara bersamaan. Karakteristik utamanya yang mirip dengan gerakan melompat-lompat menjadi alasan mengapa bela diri ini dinamakan cingkrik.

Jalur Perkembangan Menuju Engkong Goning

Setelah era Ismail bin Muayad, silat ini diwariskan kepada beberapa murid utama di kawasan Jakarta Barat. Salah satu murid yang menerima dan kemudian mengembangkan varian unik dari maen pukulan ini adalah Engkong Goning.

Melalui sentuhan beliau, aliran ini mengalami personalisasi gerakan tanpa menghilangkan pakem aslinya. Dari sinilah nama cingkrik goning mulai dikenal luas oleh masyarakat luas.

Dahsyatnya Cingkrik Goning Mainan Si Pitung | TRANS7 OFFICIAL

Mengenal Sosok Anin Bin Urim Tokoh Pengembang Cingkrik Goning

Pertanyaan mengenai "cingkrik goning dikembangkan oleh siapa?" merujuk pada seorang pejuang lokal yang tangguh dari kawasan Jakarta Barat. Beliau mengabdikan hidupnya untuk merawat dan menyebarkan keahlian maen pukul ini.

Nama asli dari Engkong Goning adalah Anin Bin Urim. Beliau lahir pada tahun 1895 dan wafat pada tahun 1975 di usia 80 tahun.

Engkong Goning merupakan seorang pejuang asal Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, banyak praktisi muda yang hafal gerakannya namun kerap melupakan garis silsilah pejuang asal Kedoya ini.

Dari pengalaman saya menangani dokumentasi budaya Betawi, konsistensi Anin Bin Urim dalam mengajar murid-muridnya membuat varian ini tetap lestari melewati berbagai zaman. Beliau memodifikasi ritme dan fleksibilitas langkah agar lebih adaptif saat menghadapi musuh.

Beda Cingkrik Goning dan Sinan dalam Praktik Lapangan

Bagi orang awam, seluruh gerakan silat khas Rawa Belong mungkin terlihat sama dan seragam. Namun, bagi para praktisi senior, terdapat perbedaan yang cukup kontras antara dua varian utama, yaitu Cingkrik Sinan dan Cingkrik Goning.

Erik R. Prabowo, selaku Penulis Buku Silat Nusantara, memberikan pandangan ahli mengenai perbedaan kedua cabang utama ini. Menurutnya, variasi ini terletak pada aspek visual dan mekanika gerak tubuh saat melakukan serangan maupun sambutan.

Perbedaan antara silat Cingkrik Sinan dan Cingkrik Goning hanya terletak pada langkah dan gerakan saja.

Dalam praktik langsung yang biasa diajarkan, Cingkrik Goning cenderung menampilkan gerakan yang lebih terbuka, mengalir, dan menekankan pada kecepatan sapuan serta bantingan. Sementara varian Sinan sering kali dinilai memiliki kuda-kuda yang sedikit berbeda dengan penekanan pada efisiensi ruang gerak.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah pemula sering mencampuradukkan langkah kaki dari kedua aliran ini dalam satu sesi latihan dasar. Sebaiknya, Anda fokus menguasai satu pakem langkah terlebih dahulu agar memori otot terbentuk dengan sempurna.

Panduan Langkah Belajar 12 Jurus Dasar Silat Cingkrik Goning

Silat Cingkrik secara umum memiliki 12 jurus dasar (disebut Bongbang) dan 3 jurus sambut. Jika Anda berniat menguasai aliran yang dikembangkan oleh Anin Bin Urim ini, Anda wajib mengikuti urutan latihan secara berjenjang.

Urutan ini tidak boleh diacak karena setiap jurus membangun kekuatan otot untuk jurus berikutnya. Berikut adalah panduan langkah berurutan untuk mempelajari daftar 12 jurus dasar silat cingkrik:

  1. Keset Bacok: Langkah awal melatih koordinasi tangan untuk melakukan tebasan cepat ke arah vital lawan.
  2. Keset Gedor: Gerakan tingkat lanjut dari keset yang memadukan pukulan dorong bertenaga tinggi menggunakan telapak tangan.
  3. Cingkrik: Inti gerakan dasar yang melatih ketangkasan kaki dan lompatan kecil untuk menghindar sekaligus mendekati lawan.
  4. Langkah Tiga: Pola langkah taktis berbentuk segitiga untuk memposisikan tubuh di area buta (blind spot) musuh.
  5. Langkah Empat: Pengembangan pola langkah segi empat guna menghadapi kepungan atau serangan dari beberapa sudut.
  6. Buka Satu: Teknik membuka pertahanan lawan dengan menggunakan pancingan tangan kiri atau kanan.
  7. Saup: Gerakan menyapu atau Menangkap tangan lawan yang sedang melancarkan serangan lurus.
  8. Macan: Sikap merendah yang meniru kegesitan macan untuk melakukan serangan ke arah kaki atau bagian bawah tubuh.
  9. Tiktuk: Pukulan counter-attack kilat yang memanfaatkan momentum kelengahan lawan setelah mereka menyerang.
  10. Singa: Gerakan dominan yang menggunakan tekanan psikologis dan fisik secara eksplisit untuk menjatuhkan lawan.
  11. Lokbe: Teknik kuncian pendek yang bertujuan mematahkan momentum serangan siku atau lengan musuh.
  12. Longok: Jurus pamungkas dalam kategori dasar untuk mengintai, membaca pergerakan, dan melakukan penyelesaian akhir.

Setelah Anda berhasil menguasai seluruh bongbang tersebut dengan lancar, barulah guru atau instruktur akan menaikkan tingkat latihan Anda ke tahap berikutnya. Tahap lanjutan tersebut adalah daftar 3 jurus sambut yang meliputi:

  • Sambut Tujuh Muka
  • Sambut Gulung
  • Sambut Detik/Sambut Tutup/Sambut Habis

Jurus sambut ini merupakan aplikasi praktis berpasangan untuk melatih refleks nyata terhadap serangan yang datang secara tiba-tiba.

Struktur Komponen Gerakan dalam Silat Cingkrik
Kategori GerakanJumlah JurusNama Komponen / Jurus Spesifik
Jurus Dasar (Bongbang)12Keset Bacok, Keset Gedor, Cingkrik, Langkah Tiga, Langkah Empat, Buka Satu, Saup, Macan, Tiktuk, Singa, Lokbe, Longok
Jurus Sambut3Sambut Tujuh Muka, Sambut Gulung, Sambut Detik/Sambut Tutup/Sambut Habis

Karakteristik Unik Gerakan Maen Pukul Rawa Belong

Karakteristik gerak dari maen pukul yang berasal dari Rawa Belong ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal para tokoh penciptanya dahulu. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci utama karena ruang perkelahian urban cenderung sempit.

Yahya Andi Saputra, selaku Wakil Ketua Bidang Pelestarian dan Pengembangan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB), memberikan penjelasan mendalam mengenai hal ini. Menurut penuturannya, keunikan gerakan ini terletak pada estetika dan efektivitasnya.

Beliau menjelaskan arti etimologis Cingkrik serta karakteristik gerakannya yang mirip tarian mematikan. Penampilan luar mungkin terlihat santai dan penuh gurauan, namun setiap jangkauan tangan menyimpan potensi serangan balik yang fatal.

Melestarikan seni bela diri tradisional ini membutuhkan kedisiplinan tinggi dalam menjaga kemurnian gerak dasar yang sudah diwariskan turun-temurun. Mempelajari silat cingkrik goning secara langsung dari sanggar resmi di kawasan Jakarta Barat menjadi opsi terbaik untuk mendapatkan pemahaman filosofis sekaligus taktis yang komprehensif bagi generasi muda saat ini.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow