Prabowo Minta Pemadam Karhutla Berbahan Pati Singkong Diproduksi Massal
Presiden Prabowo Subianto meminta agar bahan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbahan baku tepung singkong diproduksi dalam skala besar saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Sumatra Selatan, Kota Palembang, Senin (24/6/2026), dilansir dari Detikcom.
Instruksi tersebut disampaikan usai Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan inovasi pemadaman tersebut. Dalam rapat itu, Presiden menekankan penanganan lahan terbakar seluas 1.900 hektare di Sumatra Selatan dan meminta evaluasi kendala lapangan.
"Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar.
Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing.
Ubi bombing," kata Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Penggunaan inovasi ini memicu tanggapan dari para ahli terkait efektivitas dan mekanisme kerjanya di lapangan. Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Bambang Hero Saharjo, menjelaskan potensi singkong berasal dari kandungan pati amilosa dan amilopektin yang diproses bersama air membentuk hidrogel.
"Di sinilah potensinya untuk teknologi pemadam kebakaran muncul," kata Bambang Hero Saharjo, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.
Bambang menambahkan bahwa bahan pemadam berbasis gel dari pati jagung pernah digunakan sebelumnya untuk menutup pori-pori tanah gambut.
"Material gel dapat membantu proses pemadaman sekaligus menutup pori-pori gambut sehingga bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tidak mudah kembali memicu api," kata Bambang Hero Saharjo, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.
Meski demikian, Bambang mengingatkan bahwa tingkat efektivitas tepung singkong masih harus diuji karena tepung kering bersifat mudah terbakar. Penelitian menunjukkan debu pati singkong dapat memicu ledakan dalam kondisi tertentu.
"Konsep pemanfaatan gel dalam pengendalian kebakaran bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Penelitian Stanford University menunjukkan bahwa material berbentuk gel dapat digunakan untuk mempertahankan air maupun fire retardant pada permukaan sehingga perlindungannya terhadap api bertahan lebih lama dibandingkan material berbasis air yang cepat mengering," kata Bambang Hero Saharjo, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University.
Kajian ilmiah terkait penggunaan pati singkong juga dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Periset Kimia Molekuler BRIN, Julinton, memaparkan bahwa pati singkong kaya akan gugus hidroksil yang dapat dimodifikasi untuk mengatur kemampuan pembentukan film dan retensi air.
"Formulasi, efektivitas, keselamatan, dan dampak lingkungannya tetap harus divalidasi melalui pengujian laboratorium dan lapangan secara terukur," kata Julinton, Periset Kimia Molekuler BRIN.
Julinton menegaskan bahwa pati singkong tidak digunakan secara tunggal, melainkan dikombinasikan dengan ammonium polyphosphate (APP), air, dan wetting agent berkonsentrasi rendah.
"Bahan ini dirancang bekerja melalui beberapa mekanisme yang saling melengkapi. Air berfungsi menyerap panas dan menurunkan temperatur bahan bakar. Pati singkong termodifikasi membantu meningkatkan adhesi dan mempertahankan cairan lebih lama pada permukaan vegetasi, sementara wetting agent membantu cairan menyebar dan menembus bahan bakar vegetasi dengan lebih baik. APP kemudian memberikan mekanisme retardasi kimia ketika material menerima panas," kata Julinton, Periset Kimia Molekuler BRIN.
BRIN menyampaikan bahwa teknologi bernama CASSA-P ini dikembangkan sebagai sarana pendukung respons awal serta pemadaman spot fire yang tetap terintegrasi dengan tim pemadam darat.
"CASSA-P dikembangkan terutama sebagai teknologi pendukung untuk respons awal, pengendalian penyebaran, perlindungan area strategis, dan pemadaman spot fire, yang tetap harus terintegrasi dengan personel darat dan sistem pemadaman lainnya," kata BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow