Studi Ungkap Riset PAUD Berdampak Positif pada Prestasi Akademik Siswa

Smallest Font
Largest Font

Pemilihan tempat prasekolah bagi anak memberi pengaruh nyata terhadap prestasi akademik mereka sejak sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Hal ini terungkap melalui riset panjang selama 20 tahun yang dilansir dari Detikcom.

Hasil riset tersebut dipublikasikan dalam studi berjudul "The influence of elementary school quality on differential long-term effects of preschool programs in third grade" karya Kaitlyn Mumma di jurnal Early Childhood Research Quarterly Volume 76.

Penelitian ini menganalisis data dari 400.000 siswa di sekolah dasar publik kawasan Miami-Dade County hingga mereka menamatkan jenjang sekolah menengah atas. Peneliti membandingkan tiga lingkungan prasekolah, yaitu pendidikan anak usia dini (PAUD), pusat penitipan anak, serta penitipan anak berbasis rumah.

Data menunjukkan bahwa murid yang mengenalkan diri pada lingkungan PAUD berhasil mengukir pencapaian akademis lebih tinggi hingga SMA dibanding anak-anak yang hanya menerima pengasuhan berbasis keluarga.

"Kritikus sering mengatakan guru tidak perlu berpendidikan tinggi untuk mengajar anak-anak kecil, bahwa itu hanya pengasuhan dan pemborosan uang. Data kami mengatakan sebaliknya." kata Charles Bleiker, associate professor dari Florida International University (FIU) yang bertindak sebagai pengawas riset ini, dikutip dari Phys.org.

Kualitas pendidikan pengajar menjadi kunci perbedaan tersebut. Dari ketiga bentuk fasilitas prasekolah yang diteliti, fasilitas PAUD menjadi satu-satunya tempat yang mempekerjakan guru berkualifikasi lulusan sarjana.

"Mereka memiliki pendidikan yang lebih tinggi dan kemungkinan guru berkualitas lebih tinggi," tutur Bleiker.

Keahlian guru yang terlatih dalam psikologi perkembangan dan manajemen kelas dinilai lebih memadai dalam menghadapi tantangan perilaku anak. Pembiasaan ritme sekolah sejak dini terbukti membantu murid beradaptasi di dalam kelas.

Sebaliknya, pengajar di pusat penitipan anak umumnya tidak dituntut mengantongi gelar sarjana. Kondisi ini membuat para pengajar harus berjuang keras, bahkan beberapa tempat mempekerjakan staf yang belum siap mengajar.

"Jika seorang anak kehilangan tahun-tahun formatif tersebut, menonton video atau digiring ke sana kemari, daripada distimulasi, pengalaman ini terbawa. Mereka memasuki taman kanak-kanak dengan tidak siap secara akademis, sosial, atau emosional," jelas pakar pengajaran tersebut.

Terdapat tiga pertimbangan utama bagi orang tua dalam memilih fasilitas prasekolah bagi buah hati:

Pertama, perhatikan stabilitas staf dan pengajar. Pergantian guru yang terlalu sering dapat menyulitkan anak karena mereka membutuhkan hubungan yang konsisten dengan lingkungan sekitarnya.

Kedua, lakukan survei langsung ke beberapa lokasi. Langkah ini penting untuk mengamati program pembelajaran, profil staf, serta kondisi ruang kelas secara objektif.

Ketiga, luapkan diskusi bersama orang tua murid lain. Berbagi informasi membantu calon orang tua mendapatkan gambaran nyata mengenai perkembangan anak dan situasi harian di sekolah tersebut.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed