Layar Tablet Sering Lag Ini Alasan Saya Memilih Xiaomi Pad 8 Pro

Smallest Font
Largest Font

Layar tablet yang sering mengalami lag tentu menjadi masalah besar bagi produktivitas Anda sehari-hari. Saya sering merasa terganggu ketika transisi menu terasa patah-patah saat sedang dikejar tenggat pekerjaan penting.

Kehadiran lini Xiaomi Mi Pad hingga generasi teranyar di tahun 2026 mencoba menjawab keresahan tersebut secara ambisius. Melalui artikel ini, saya akan mengulas secara kritis perkembangan tablet besutan Xiaomi dari masa ke masa.

Saya ingin melihat apakah janji performa mulus yang mereka tawarkan benar-benar terbukti atau sekadar strategi pemasaran belata. Mari kita bedah satu per satu secara objektif.

Jika kita melihat ke belakang, perjalanan tablet ini dimulai dari sebuah langkah yang cukup ragu-ragu. CEO Xiaomi, Lei Jun, sempat mengaku kepada Richard Lai dari Engadget sekitar tahun 2012 bahwa ia belum yakin untuk membuat perangkat tablet.

Namun, peta persaingan berubah dengan cepat di industri teknologi yang dinamis ini. Pada tanggal 15 Mei 2015, Lei Jun akhirnya mengakui secara terbuka bahwa pihak perusahaan sebenarnya telah mengembangkan tablet secara diam-diam selama ini.

Langkah rahasia tersebut melahirkan perangkat legendaris bernama Xiaomi Mi Pad generasi pertama yang cukup menggebrak pasar. Perangkat ini datang dengan spesifikasi yang sangat berani pada masanya.

Tablet perintis tersebut mengusung layar IPS LCD berukuran 7.9 inci dengan resolusi sebesar 1536 x 2048 piksel. Kerapatan layarnya mencapai angka 324 ppi yang dilindungi oleh lapisan kokoh dari Corning Gorilla Glass 3.

Dapur pacunya mengandalkan chipset Nvidia Tegra K1 dengan prosesor Quad-core 2.2 GHz Cortex-A15 yang dipadukan bersama RAM berkapasitas 2 GB. Untuk urusan ruang penyimpanan internal, pabrikan menyediakan varian kapasitas sebesar 16 GB dan 64 GB.

Sistem operasi pertamanya berjalan menggunakan Android 4.4.4 KitKat dengan kustomisasi antarmuka MIUI 7.5. Pengguna bahkan mendapatkan dukungan pembaruan jangka panjang hingga versi MIUI 9.2 yang tetap berbasis Android 4.4.4.

Perangkat perdana ini memicu beragam reaksi dari para pengulas teknologi terkemuka di dunia internasional. Richard Leadbetter dari Eurogamer memberikan pujian yang sangat tinggi terhadap performa perangkat ini saat melakukan pengujian.

We have the most powerful mobile chipset on the planet within an iPad mini form-factor, put together by one of the few true enthusiast-friendly OEMs working today.

Di sisi lain, Vlad Savov dari The Verge memberikan pujian atas label harga yang sangat kompetitif. Ia juga mengapresiasi keberanian vendor karena menjadi yang pertama menggunakan SoC Nvidia Tegra K1 di pasaran luas.

Namun, Vlad Savov juga memberikan julukan kritis kepada tablet ini sebagai perangkat yang "UNAPOLOGETICALLY DERIVATIVE". Julukan bernada sindiran tersebut muncul karena desain fisiknya dinilai memiliki kemiripan yang terlampau pekat dengan Apple iPad mini serta Apple iPhone 5c.

Evolusi Kenyamanan Visual Melalui Xiaomi Pad 7

Seiring berjalannya waktu, pabrikan asal Tiongkok ini terus mematangkan formula perangkat layar lebar mereka. Lompatan teknologi yang cukup signifikan mulai terlihat dengan nyata ketika kita beralih membahas seri Xiaomi Pad 7.

Fokus utama pada seri ini terletak pada optimalisasi sektor visual untuk memanjakan mata pengguna. Layar perangkat ini sudah mendukung tingkat refresh rate maksimum hingga mencapai angka 144Hz yang sangat responsif.

Bagi saya, pergerakan animasi saat menggulirkan menu atau membaca dokumen terasa jauh lebih halus dibandingkan layar standar. Pengalaman navigasi harian menjadi jauh lebih menyenangkan dan minim hambatan visual.

Selain itu, panel layarnya dilengkapi dengan fitur 4096 tingkat kecerahan atau brightness adjustment. Fitur adaptif ini memungkinkan transisi pencahayaan layar berjalan dengan sangat mulus mengikuti kondisi ruangan sekitar Anda.

Kesehatan mata pengguna juga mendapatkan perhatian khusus pada perangkat portabel yang satu ini. Xiaomi Pad 7 telah mengantongi sertifikasi kenyamanan mata resmi yang dikeluarkan oleh badan penguji TÜV Rheinland.

Sektor audio pun tidak luput dari peningkatan yang drastis untuk keperluan multimedia. Tablet ini dibekali dengan fitur peningkatan volume suara secara masif hingga menyentuh angka 200%.

Berdasarkan data pengujian internal resmi dari Xiaomi Labs, peningkatan ini dicapai melalui penyediaan 16 level volume. Arsitektur audio baru tersebut menggantikan konfigurasi lama yang hanya mengandalkan 15 level volume saja.

Menakar Ketangguhan Xiaomi Pad 8 Pro di Tahun 2026

Memasuki pasar tablet tahun 2026, persaingan spesifikasi kelas atas menjadi semakin sengit dan ketat. Xiaomi meluncurkan andalan terkuat mereka yang diberi nama resmi Xiaomi Pad 8 Pro untuk bertarung di kelas premium.

Review Xiaomi Pad 8 Pro untuk Produktivitas Kerja | GadgetIn

Dari lembar spesifikasi di atas kertas, varian pro ini membawa komponen berkinerja sangat tinggi. Perangkat tangguh ini ditenagai oleh chipset kasta tertinggi mutakhir yaitu Snapdragon 8 Elite.

Pengolahan grafisnya diserahkan kepada GPU Adreno 830 yang terkenal sangat bertenaga untuk mengeksekusi visual rumit. Sektor memori diperkuat oleh RAM berkapasitas 8GB serta media penyimpanan internal yang lapang sebesar 256GB.

Untuk urusan perangkat lunak, tablet canggih ini sudah langsung menjalankan sistem operasi HyperOS berbasis Android 16. Kombinasi ini menjanjikan manajemen daya yang lebih efisien serta pembagian beban kerja prosesor yang lebih cerdas.

Sektor visualnya mengandalkan panel layar berteknologi LCD yang mendukung refresh rate tinggi hingga 144Hz. Tingkat kecerahan maksimal dari layar ini diklaim mampu menyentuh angka impresif hingga 800 nits.

Kemampuan fotografi tablet yang biasanya dianaktirikan kini mendapatkan peningkatan yang cukup berarti. Xiaomi membenamkan kamera utama dengan resolusi lensa mencapai 50MP pada bagian bodi belakangnya.

Melihat Alternatif Lain Lewat Lini Redmi Pad

Jika anggaran Anda belum mencukupi untuk meminang varian pro, sub-brand mereka menawarkan alternatif yang menarik. Perangkat bernama Redmi Pad hadir sebagai opsi yang lebih bersahabat bagi dompet Anda.

Tablet kelas menengah ini mengusung panel layar yang berukuran cukup luas yaitu sebesar 10.61 inci. Layar tersebut mampu menampilkan kekayaan visual dengan reproduksi lebih dari satu miliar warna yang menawan.

Tingkat kecerahan layarnya berada di angka 400 nits dengan dukungan refresh rate standar adaptif sebesar 90Hz. Jantung mekanisnya digerakkan oleh chipset MediaTek Helio G99 Octa-core Max 2.2GHz yang cukup efisien.

Konfigurasi memori yang ditawarkan oleh perangkat ini terdiri dari RAM berkapasitas 4+2 GB. Sektor penyimpanan internalnya dibekali kapasitas sebesar 128GB untuk menampung berbagai berkas penting Anda.

Namun, ada catatan kritis yang wajib saya sampaikan terkait kapasitas penyimpanan internal dari tablet ini. Setelah diisi oleh berbagai aplikasi bawaan oleh pengulas, ruang penyimpanan yang tersisa ternyata hanya sebesar 64.5 GB.

Untungnya, pihak pabrikan masih berbaik hati dengan menyediakan slot memori tambahan berupa microSD untuk memperluas ruang penyimpanan. Sistem operasinya sendiri berjalan menggunakan versi Android 12 saat pertama kali meluncur.

Untuk mendukung daya tahan, tersedia pengisi daya dengan output sebesar 22.5W bawaan di dalam kotak penjualan. Kebutuhan panggilan video didukung oleh kamera depan ultrawide 8MP dan kamera belakang yang juga beresolusi 8MP.

Sengitnya Persaingan di Kategori Tablet Berukuran Mini

Pasar gadget saat ini juga diramaikan oleh maraknya kebutuhan konsumen akan tablet berukuran ringkas. Xiaomi ikut menerjunkan jagoan mereka di segmen ini melalui perangkat bernama Redmi Pad SE 8.7.

Sesuai dengan penamaan produknya, tablet mungil ini menggunakan layar berukuran 8.7 inci dengan resolusi HD+. Layarnya sudah mendukung refresh rate hingga 90Hz untuk menjamin kenyamanan pergerakan visual.

Dapur pacunya mempercayakan performa harian pada chipset kelas entry-level yaitu MediaTek Helio G85. Manajemen operasional perangkat ini sepenuhnya dikendalikan oleh sistem operasi antarmuka terbaru bernama Xiaomi HyperOS.

Kelebihan utama dari tablet berukuran ringkas ini terletak pada kapasitas baterainya yang tergolong jumbo sebesar 6650 mAh. Nilai jual utama dari Redmi Pad SE 8.7 ini adalah harganya yang sangat terjangkau, mulai dari Rp 1.600.000 saja.

Tentu saja, Xiaomi tidak melenggang sendirian tanpa perlawanan dari para produsen kompetitor di kelas mini ini. Brand lain juga memiliki jagoan tangguh yang siap menjegal dominasi pasar mereka secara agresif.

Sebut saja Samsung Galaxy Tab A11 yang dipasarkan dengan harga jual kompetitif mulai dari Rp 2.299.000. Tablet ini mengusung layar TFT LCD berukuran 8.7 inci dengan refresh rate 90Hz serta ditenagai chipset MediaTek Helio G99.

Kompetitor lain datang dari brand HUAWEI yang meluncurkan produk premium bernama HUAWEI MatePad Mini. Tablet ini membawa layar Flexible OLED PaperMatte Display berukuran 8.8 inci yang sangat nyaman di mata.

Perangkat dari HUAWEI tersebut menjalankan sistem operasi HarmonyOS 5.1 dengan kapasitas baterai sebesar 6400mAh. Kemampuan pengisian dayanya sangat ngebut berkat dukungan fitur pengisian cepat 66W SuperCharge.

Jangan lupakan juga kehadiran Realme Pad Mini di kelas yang sama. Tablet ringkas besutan Realme ini mengandalkan bodi ultra tipis berukuran layar 8.7 inci sebagai nilai jual estetika utamanya.

Komparasi Data Spesifikasi Lini Tablet Android

Untuk memudahkan Anda dalam melihat peta kekuatan spesifikasi secara gamblang, saya telah merangkum data faktual yang tersedia. Silakan cermati perbandingan di bawah ini sebagai bahan pertimbangan objektif Anda.

Perbandingan Spesifikasi Teknis Lini Tablet Android
Nama ModelUkuran LayarJenis PanelRefresh RateChipset UtamaHarga Rilis
Xiaomi Pad 8 ProLCD144HzSnapdragon 8 Elite
Redmi Pad10.61 inci90HzMediaTek Helio G99
Xiaomi Mi Pad7.9 inciIPS LCDNvidia Tegra K1
Samsung Galaxy Tab A118.7 inciTFT LCD90HzMediaTek Helio G99Rp 2.299.000
Redmi Pad SE 8.78.7 inciHD+90HzMediaTek Helio G85Rp 1.600.000
HUAWEI MatePad Mini8.8 inciFlexible OLED

Penilaian Kritis Terhadap Kekurangan yang Wajib Diperhatikan

Sebagai seorang reviewer senior yang dituntut kritis, saya tidak boleh hanya memuja kelebihan dari perangkat-perangkat ini saja. Menampilkan review yang seratus persen positif tanpa cela justru merupakan sebuah bentuk kebohongan publik.

Ada beberapa catatan kekurangan serius yang wajib Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membelinya. Pertama, mari kita soroti spesifikasi dari sang flagship utama di tahun 2026 yaitu Xiaomi Pad 8 Pro.

Sangat disayangkan, perangkat kelas atas sekelas Xiaomi Pad 8 Pro ini ternyata masih bertahan menggunakan panel layar berjenis LCD. Padahal, kompetitor terdekatnya seperti HUAWEI MatePad Mini sudah melangkah jauh dengan mengadopsi teknologi Flexible OLED PaperMatte Display.

Walaupun tingkat kecerahan Xiaomi Pad 8 Pro mampu dipaksa naik hingga menyentuh angka 800 nits, karakter warna panel LCD tetap kalah pekat. Kontras warna hitam yang dihasilkan panel LCD tidak akan pernah bisa sepekat panel OLED sejati.

Kekurangan kedua beralih pada masalah efisiensi ruang penyimpanan internal yang terjadi pada perangkat Redmi Pad. Lembar spesifikasi resmi memang menuliskan angka kapasitas penyimpanan yang terlihat cukup besar yaitu 128GB.

Namun, realita di lapangan setelah sistem dan aplikasi bawaan terpasang menceritakan hal yang jauh berbeda bagi pengguna. Sisa ruang bersih yang bisa Anda gunakan ternyata langsung terpangkas habis hingga hanya menyisakan angka 64.5 GB saja.

Artinya, sistem operasi mengonsumsi ruang penyimpanan yang terlampau gemuk dan tidak efisien bagi kebutuhan jangka panjang Anda. Jika Anda gemar mengoleksi file video berukuran besar, memori tablet ini dipastikan akan cepat penuh dalam hitungan bulan.

Lini tablet Xiaomi dari era Mi Pad klasik hingga generasi paling mutakhir memang selalu berhasil menawarkan spesifikasi chipset yang menggiurkan di kelasnya. Namun, keputusan akhir di tahun 2026 ini kembali kepada skala prioritas kebutuhan harian Anda.

Jika Anda mendambakan performa mentah yang buas tanpa peduli pada jenis panel layar, Xiaomi Pad 8 Pro dengan Snapdragon 8 Elite layak dipilih. Namun jika kenyamanan mata dan kepekatan warna panel OLED adalah harga mati, liriklah opsi dari brand kompetitor.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow