Masih Ingat Xiaomi Mi Pad 4 Simak Review Kritis Setelah 8 Tahun
Saya masih ingat betul ketika Xiaomi Mi Pad 4 pertama kali diperkenalkan bersama Redmi 6 Pro pada 25 Juni 2018 silam. Saat itu, pasar tablet Android sedang lesu dan perangkat ringkas berukuran 8,0 inci ini langsung menarik perhatian banyak pencinta gadget.
Kini di tahun 2026, status Xiaomi Mi Pad 4 tentu saja sudah lama masuk dalam kategori dihentikan atau discontinued oleh pabrikan. Namun, ingatan mengenai build quality perangkat berkode model Xiaomi M1806D9W ini tetap menarik untuk diulas kembali secara kritis.
Melihat spesifikasi lawasnya dari sudut pandang teknologi modern sekarang, saya ingin mengajak Anda membedah kembali realita performa tablet yang dahulu sempat menjadi primadona kelas menengah ini.
Mari kita ulas dari aspek yang paling kasatmata, yaitu desain fisik dan kualitas panel layar yang diusungnya.
Dari segi portabilitas, Xiaomi Mi Pad 4 memiliki dimensi yang tergolong sangat compact dengan ukuran 200,2 x 120,3 x 7,9 mm. Bobotnya yang berada di angka 342,5 gram membuat tablet ini terasa solid dan nyaman dipegang dengan satu tangan.
Ketebalan yang hanya 7,9 mm memberikan impresi genggaman yang tidak kaku untuk sebuah gawai berlayar besar. Berdasarkan data teknis, rasio layar-ke-bodi tablet ini mencapai sekitar 77,1 persen yang menyisakan bezel cukup tebal di sisi atas dan bawah.
Spesifikasi Panel Layar 8 Inci
Layar Xiaomi Mi Pad 4 memiliki luas 185,6 sentimeter persegi dengan resolusi WUXGA 1200 x 1920 piksel. Menggunakan rasio aspek 16:10, layarnya memberikan ruang vertikal yang lebih luas saat digunakan dalam mode portrait.
Kerapatan pikselnya berada di angka 283 ppi, sebuah angka yang sebenarnya masih cukup tajam untuk membaca teks e-book. Namun, jika dibandingkan dengan standar panel modern zaman sekarang, reproduksi warna dan tingkat kecerahannya tentu sudah jauh tertinggal.
Dapur Pacu Qualcomm Snapdragon 660 dan Dilema Memori
Beralih ke sektor performa, lini tablet ini ditenagai oleh chipset Qualcomm SDM660 Snapdragon 660 dengan fabrikasi 14 nanometer. Arsitektur CPU di dalamnya terdiri dari Octa-core, yaitu 4x2.2 GHz Kryo 260 Gold dan 4x1.8 GHz Kryo 260 Silver.
Untuk urusan pemrosesan grafis, Xiaomi menyematkan GPU Adreno 512 pada sistem komputasi perangkat portabel lawas ini. Di masa kejayaannya, kombinasi hardware ini sangat andal untuk melibas game kasual dan aktivitas multitasking harian.
Varian RAM dan Kapasitas Penyimpanan Internal
Berdasarkan catatan rilis resminya, pabrikan menyediakan beberapa kombinasi memori untuk perangkat yang juga dikenal dengan codename Xiaomi Clover ini. Pengguna kala itu dihadapkan pada pilihan spesifikasi yang cukup ketat.
- Varian RAM 3 GB dengan penyimpanan internal sebesar 32 GB.
- Varian RAM 4 GB dengan penyimpanan internal sebesar 64 GB.
- Dukungan slot memori eksternal lewat kartu microSDXC hingga kapasitas 256 GB.
Dari spesifikasinya, menurut saya varian RAM 3 GB di era sekarang sudah sangat tersedak bahkan hanya untuk membuka aplikasi perpesanan atau menyalakan sistem dasarnya saja.
Konektivitas Seluler LTE dan Dukungan Baterai 6000 mAh
Satu hal yang menarik dari portofolio perangkat ini adalah ketersediaan varian jaringan yang fleksibel bagi konsumen. Pabrikan merilis perangkat ini dalam versi Wi-Fi saja dan versi yang mendukung jaringan seluler LTE menggunakan kartu Nano-SIM.
Untuk model seluler, perangkat ini mendukung pita jaringan 4G LTE pada band 1, 3, 5, 7, 8, 34, 38, 39, 40, dan 41. Kecepatan unduhnya didukung oleh teknologi LTE Cat12 yang mampu menembus kecepatan teoretis hingga 600 Mbps.
Sektor Daya dan Manajemen Baterai BN60
Urusan suplai daya diserahkan kepada baterai Xiaomi BN60, sebuah tipe baterai Li-po rechargeable 3,85 Volt dengan kapasitas total 6000 mAh. Baterai ini memiliki rating densitas energi sebesar 22,37 Wh dengan kode order suku cadang TAB0018.
Sistem pengisian dayanya tergolong sangat lambat karena hanya mentok pada output daya sebesar 10W saja. Memompa daya baterai berkapasitas 6000 mAh dari kondisi kosong hingga penuh menggunakan charger bawaan akan memakan waktu berjam-jam.
Sektor Kamera dan Ekosistem Perangkat Lunak MIUI 9
Fasilitas fotografi pada tablet umumnya hanya berfungsi sebagai pelengkap atau pemenuh kebutuhan darurat seperti memindai dokumen resmi. Hal ini terlihat jelas dari konfigurasi sensor kamera yang disematkan oleh pihak produsen.
Kamera utama di bagian belakang menggunakan sensor Omnivision OV13855 dengan resolusi 13 MP, bukaan lensa f/2.0, serta fitur PDAF. Untuk kebutuhan video, kamera belakang ini sanggup merekam gambar hingga resolusi 1080p pada kecepatan 30fps.
Kamera Depan Samsung S5K5E8
Sementara itu, kamera depannya mengandalkan sensor Samsung S5K5E8 berkekuatan 5 MP dengan bukaan f/2.0. Kemampuan perekaman video kamera depan ini terbatas pada resolusi maksimal 720p pada kecepatan 30fps.
Dari sisi perangkat lunak bawaan, tablet ini meluncur secara resmi dengan sistem operasi Android 8.1 Oreo berbalut antarmuka MIUI 9. Ekosistem software bawaan ini sudah sangat usang dan tidak akan mendapatkan pembaruan lagi dari vendor.
Tabel Spesifikasi Lengkap Perangkat Lawas Xiaomi
Guna memudahkan Anda melihat kembali rincian data teknis dari perangkat yang dirilis pada paruh kedua tahun 2018 ini, saya menyusun tabel komprehensif di bawah.
| Komponen Perangkat | Spesifikasi dan Detail Teknis |
|---|---|
| Chipset Utama | Qualcomm SDM660 Snapdragon 660 (14 nm) |
| Konfigurasi CPU | Octa-core (4x2.2 GHz Kryo 260 Gold & 4x1.8 GHz Kryo 260 Silver) |
| Pengolah Grafis | Adreno 512 |
| Ukuran Layar | 8,0 inci WUXGA (1200 x 1920 piksel) |
| Kamera Belakang | 13 MP Omnivision OV13855 (f/2.0, PDAF) |
| Kamera Depan | 5 MP Samsung S5K5E8 (f/2.0) |
| Kapasitas Baterai | 6000 mAh (Pengisian Daya 10W) |
| Model Alternatif | Xiaomi M1806D9W, Xiaomi M1806D9E, Xiaomi Clover |
Melihat kembali data di atas, terlihat jelas bahwa spesifikasi tersebut sudah menjadi artefak sejarah perkembangan gadget kelas menengah. Sebagai informasi tambahan, pabrikan juga sempat memperkenalkan varian yang lebih besar, yakni Xiaomi Mi Pad 4 Plus pada 14 Agustus 2018 sebelum akhirnya menghentikan seluruh produksinya.
Membeli Xiaomi Mi Pad 4 dalam kondisi bekas di tahun 2026 sama sekali tidak direkomendasikan, terkecuali Anda adalah kolektor atau hobiis yang gemar melakukan oprek custom ROM. Komponen baterai Li-po BN60 yang sudah berumur, minimnya pembaruan keamanan, serta performa core Snapdragon 660 yang kian uzur membuat tablet ringkas 8 inci ini sebaiknya dibiarkan beristirahat dalam sejarah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow