Sering Keliru saat Ujian Kelas 12 Ini Salah Satu Ciri Teks Cerita Sejarah yang Wajib Dipahami

Smallest Font
Largest Font

Memahami salah satu ciri teks cerita sejarah adalah kunci utama agar Anda tidak terkecoh saat menjawab soal ujian Bahasa Indonesia kelas 12. Banyak siswa sering kali bingung membedakan teks ini dengan teks narasi biasa karena kemiripan gaya bahasanya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui repositori resminya menjelaskan bahwa teks sejarah didefinisikan sebagai teks yang menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu.

Peristiwa tersebut menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang mempunyai nilai sejarah. Dari pengalaman saya mendampingi siswa kelas 12, kesalahan umum yang sering terjadi adalah kegagalan membedakan unsur imajinasi dan fakta empiris dalam teks. Mari kita bedah karakteristik, jenis, hingga langkah konkret mengidentifikasi teks ini secara mendalam.

Poin paling mendasar yang membedakan materi ini adalah keterikatannya pada lini masa nyata. Tulisan ini tidak lahir dari lamunan kosong, melainkan disusun berdasarkan peninggalan masa lalu yang disebut bukti sejarah atau sumber sejarah.

Namun, tidak semua peristiwa di masa lalu bisa otomatis diangkat menjadi teks narasi sejarah. Terdapat kriteria ketat yang harus dipenuhi agar sebuah peristiwa layak didokumentasikan. Syarat peristiwa masa lalu yang bernilai sejarah meliputi empat aspek utama yang saling berkaitan:

  • Memberikan dampak luas: Peristiwa tersebut memengaruhi kehidupan banyak orang atau mengubah tatanan masyarakat.
  • Unik: Kejadian tersebut hanya terjadi satu kali dan tidak bisa diulang secara persis sama di kemudian hari.
  • Abadi: Keberadaan peristiwa tersebut tetap diingat, dikenang, dan tidak lekang oleh waktu.
  • Dianggap penting: Memiliki arti atau hikmah besar bagi perkembangan suatu bangsa atau komunitas masyarakat.

Fungsi utama dari kehadiran teks ini adalah mendokumentasikan peristiwa penting masa lalu untuk dipelajari generasi berikutnya. Selain itu, tulisan ini membantu kita memahami asal-usul dan perkembangan masyarakat atau bangsa secara logis.

Mengenal Teks Cerita Sejarah | Wadah Belajar

Langkah Praktis Mengidentifikasi Ciri Teks Cerita Sejarah

Untuk memudahkan Anda yang sedang mempelajari materi Bahasa Indonesia kelas 12 pada kurikulum 2013, berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk mengenali teks tersebut.

  1. Periksa Latar Waktu Kejadian: Lihat apakah teks tersebut secara eksplisit menyebutkan waktu di masa lampau, seperti abad ke-20 atau tahun tertentu.
  2. Identifikasi Tokoh dan Tempat: Amati nama tokoh yang terlibat dan lokasi kejadian untuk memastikan apakah mereka memiliki rekam jejak dalam catatan sejarah.
  3. Analisis Keberadaan Fakta Sejarah: Pastikan peristiwa utama yang digerakkan dalam cerita didasarkan pada sumber sejarah yang valid, bukan sekadar rekaan.
  4. Cermati Struktur Kronologis: Perhatikan apakah teks disajikan secara berurutan atau menggunakan konjungsi temporal seperti "setelah itu", "kemudian", atau "mula-mula".

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, siswa langsung menyerah ketika menemukan teks yang sangat tebal. Kuncinya adalah mencari kata kunci kronologis dan nama tokoh ikonik pada paruh awal paragraf.

Membedakan Varian Fiksi dan Non-Fiksi

Pertanyaan seperti "apa saja jenis teks cerita sejarah" kerap kali muncul dalam diskusi pembelajaran di kelas. Secara umum, teks ini terbagi menjadi dua kategori besar yang memiliki batasan kontras.

Kategori pertama adalah teks sejarah non-fiksi yang murni bergerak di atas jalur hukum ilmiah sejarah. Kategori kedua adalah teks sejarah fiksi yang memberikan ruang bagi penulis untuk memasukkan imajinasi demi estetika cerita.

Perbandingan Karakteristik Jenis Teks Cerita Sejarah
Aspek PembedaTeks Sejarah Non-FiksiTeks Sejarah Fiksi
Dasar CeritaMurni fakta masa laluKombinasi fakta dan imajinasi
Tujuan UtamaMenyampaikan informasi nyataMenghibur dan memberi nilai estetika
Kebebasan PenulisSangat terikat bukti sejarahBebas mengembangkan dialog tokoh
Contoh KaryaKupilih Jalan GerilyaTetralogi Pulau Buru

Karakteristik Teks Sejarah Non-Fiksi

Pada varian non-fiksi, penulis terikat penuh pada dokumen, kesaksian, dan bukti fisik yang sah. Narasi tidak boleh melenceng dari realitas yang sebenarnya terjadi.

Contoh karya sastra non-fiksi yang sangat terkenal adalah buku "Kupilih Jalan Gerilya" karya Enang Rokajat Asura. Buku ini berisi perjalanan hidup Jenderal Sudirman secara mendetail dari lahir hingga meninggal dunia.

Karakteristik Teks Sejarah Fiksi

Sebaliknya, pada varian fiksi, struktur sejarah hanya digunakan sebagai latar belakang tempat dan waktu. Tokoh utama atau dialog di dalamnya bisa berupa rekaan penulis.

Contoh karya sastra fiksi yang melegenda adalah buku Tetralogi Pulau Buru atau Tetralogi Novel (termasuk novel "Bumi Manusia") karya Pramoedya Ananta Toer. Karya ini menceritakan kisah cinta Minke yang merupakan pemuda Indonesia dengan Annelies yang merupakan keturunan Indo-Belanda pada awal abad 20.

Memahami Anatomi Penyusunan Teks

Setiap teks narasi tentu memiliki kerangka penyusun agar cerita dapat mengalir dengan baik dan mudah dipahami pembaca. Struktur teks cerita sejarah kelas 12 umumnya mengikuti pola yang sistematis.

Struktur tersebut dimulai dari orientasi yang memperkenalkan latar dan tokoh, menuju pengungkapan peristiwa, konflik, komplikasi, resolusi, hingga bagian akhir.

Bagian akhir dari struktur teks cerita sejarah disebut reorientasi, yang berisi opini atau komentar pribadi dari penulis terhadap seluruh rangkaian peristiwa yang telah diceritakan.

Penulisan reorientasi ini sifatnya opsional, artinya boleh ada dan boleh juga ditiadakan dalam sebuah teks. Pemahaman terhadap struktur ini akan membantu Anda memetakan alur informasi dengan lebih cepat dan akurat saat melakukan analisis teks.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow