Mengenal Sejarah Merah Putih yang Digunakan Sebelum Indonesia Merdeka
Pengibaran bendera Merah Putih rutin menghiasi seluruh wilayah Indonesia setiap peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus. Kombinasi warna ini ternyata telah digunakan jauh sebelum Proklamasi 1945, seperti dilaporkan Detikcom. Nenek moyang bangsa Austronesia telah memercayai kombinasi warna ini sejak era purba.
Merah dimaknai sebagai simbol ibu, bumi, tanah lahir, dan unsur darah, sedangkan putih mewakili langit, kesucian, serta dimensi spiritual. Masyarakat Austronesia memandang paduan merah-putih sebagai gambaran keseimbangan alam semesta sekaligus sumber kekuatan. Konsep serupa tercermin dalam tradisi Jawa Kuno melalui sajian jenang abang dan putih sebagai simbol asal-usul manusia dari orang tua.
Makna warna tersebut menempatkan merah sebagai lambang keberanian, energi, kekuatan hidup, serta unsur kewanitaan. Sementara itu, putih merepresentasikan kesucian, niat tulus, dan unsur ayah.
Penggunaan dalam Panji Kerajaan
Unsur merah putih kerap diterapkan pada panji-panji kerajaan di Nusantara. Prasasti Butak tahun 1294 mencatat Kerajaan Majapahit menggunakan bendera kebesaran berjuluk Sang Saka Getih-Getah Samudra yang menampilkan sembilan garis horizontal lima merah dan empat putih.
Penggunaan warna ini juga meluas di Kerajaan Kediri, Kerajaan Bugis, arena Perang Aceh, hingga pasukan Sisingamangaraja IX di tanah Batak. Pangeran Diponegoro turut mengibarkan umbul-umbul merah putih sewaktu memimpin Perang Jawa pada 1825 hingga 1830.
Simbol Pergerakan Nasional hingga Kemerdekaan
Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Belanda mengadopsi bendera Merah Putih bersimbol kepala banteng di tengahnya saat menghadiri Konferensi Driebergen pada 1922. Bendera tersebut kembali dikibarkan pada Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928.
Pemerintah kolonial Belanda sempat melarang pengibaran Merah Putih, sebelum Jepang memberikan izin terbatas selama masa pendudukan. Penetapan resmi Merah Putih sebagai bendera nasional dibahas dalam sidang BPUPKI dan dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan RI.
Fatmawati menjahit Sang Pusaka Merah Putih menggunakan bahan kain katun pemberian Hitoshi Shimizu pada Oktober 1944. Bendera asli tersebut disimpan di Monumen Nasional setelah terakhir kali dikibarkan pada 17 Agustus 1968, kemudian perannya digantikan oleh bendera duplikat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow