Siswa Indonesia Raih Tiga Medali di Olimpiade Nuklir Internasional
Capaian membanggakan diraih oleh empat siswa perwakilan Indonesia dalam ajang International Nuclear Science Olympiad (INSO) ke-3 yang berlangsung di Arab Saudi. Tim delegasi Indonesia berhasil membawa pulang total tiga medali dari ajang bergengsi tersebut, dilansir dari Detikcom.
Prestasi ini diraih berkat pembinaan intensif dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir). Proses pendampingan mencakup penguatan materi teori hingga pelaksanaan praktikum secara langsung.
Dua medali perak disumbangkan oleh Gusti Komang Abhika Atmaja dan Aloysius Gonzaga Duta Setyawan yang berasal dari SMA Kesatuan Bangsa. Sementara itu, Faris Patria Chariansyah dari MAN IC Serpong sukses mengamankan medali perunggu. Satu anggota tim lainnya yang turut berjuang dalam kompetisi ini adalah Hilmy Lazuardhy Nurramadhan dari MAN IC Serpong.
"Keberhasilan meraih tiga medali pada INSO ke-3 tidak hanya menjadi prestasi bagi para siswa, tetapi juga mencerminkan hasil dari proses pembinaan, pendampingan, dan kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan generasi muda di bidang nuklir," kata Direktur Poltek Nuklir BRIN, Zainal Arief, Selasa (11/8/2026), dikutip dari BRIN.
Selama menjalani kompetisi internasional tersebut, delegasi Indonesia didampingi oleh dua team leader yang merupakan dosen Poltek Nuklir BRIN, yakni Fifi Nurfiana dan Lutfi Aditya Hasnowo.
"Bangga dengan perjuangan tim Indonesia selama mengikuti INSO ke-3. Sejak proses pembinaan sampai kompetisi, para siswa menunjukkan semangat dan kerja keras," ungkap Fifi.
Fifi menilai bahwa pencapaian ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam bersaing di tingkat global sekaligus menjadi bekal penting untuk pengembangan diri mereka di masa depan.
Program Pembinaan dan Dukungan Internasional
Lutfi Aditya Hasnowo menjelaskan bahwa persiapan tim Indonesia dirancang melalui program pembinaan khusus yang dijalankan oleh Poltek Nuklir BRIN lewat skema pengabdian kepada masyarakat. Tahapan pembinaan dilaksanakan secara daring pada 6–24 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan sesi luring pada 27–31 Juli 2026 di kampus Poltek Nuklir BRIN.
Keikutsertaan kontingen Indonesia dalam ajang ini memperoleh dukungan pembiayaan penuh dari International Atomic Energy Agency (IAEA). Dalam menyelenggarakan pembinaan serta dukungan teknis, Poltek Nuklir BRIN juga bekerja sama dengan International Nuclear Agency (INuA) Indonesia.
Proses seleksi para siswa perwakilan dilakukan secara sinergis oleh Poltek Nuklir BRIN bersama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi momentum strategis untuk mengenalkan sains dan teknologi nuklir kepada generasi muda, sekaligus menjaring talenta baru yang siap berkontribusi bagi kemajuan teknologi nuklir nasional maupun global.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow