Kamera Xiaomi Mi 11 Ultra Masihkah Juara di Tahun 2026

Smallest Font
Largest Font

Spesifikasi Xiaomi Mi 11 Ultra tetap menjadi bahan perbincangan hangat bagi para pencinta fotografi mobile yang menginginkan sensor kamera berukuran masif. Saat pertama kali meluncur, perangkat ini menggebrak pasar premium dengan membawa modul kamera belakang berukuran raksasa yang tidak hanya berfungsi sebagai rumah lensa, melainkan juga menampung sebuah layar sekunder kecil. Pendekatan desain yang ekstrem ini mempertegas posisinya sebagai lini teratas dari ekosistem perangkat genggam asal Tiongkok tersebut.

Saya melihat bahwa daya tarik utama dari ponsel ini terletak pada keberaniannya mendobrak batas ukuran sensor gambar pada masanya. Ketika produsen lain masih bermain aman dengan sensor berukuran standar, Xiaomi justru menanamkan komponen optik kelas kakap yang membuat bodi belakangnya terlihat sangat mencolok. Keputusan ini secara otomatis mengubah cara pandang konsumen terhadap kemampuan fotografi sebuah ponsel pintar.

Meski waktu terus berjalan dan berbagai generasi baru telah bermunculan, spesifikasi teknis di atas kertas milik perangkat ini masih sangat menarik untuk dibedah secara kritis. Mari kita bedah satu per satu setiap komponen yang tertanam di dalam bodi bongsornya untuk melihat apakah arsitektur hardware tersebut masih relevan untuk kebutuhan performa tinggi saat ini.

Impresi pertama saya ketika melihat spesifikasi fisik perangkat ini adalah ukurannya yang sama sekali tidak bisa dibilang ringkas atau ringan. Dengan tinggi mencapai 164,3 mm, lebar 74,6 mm, dan ketebalan bodi berada di angka 8,38 mm, ponsel ini akan terasa sangat mendominasi di dalam genggaman tangan Anda.

Bobotnya pun tidak main-main, yaitu menyentuh angka 234 gram yang menjadikannya salah satu perangkat terberat di kelasnya. Anda akan langsung merasakan tarikan beban yang signifikan saat memasukkannya ke dalam saku celana atau ketika menggunakannya dengan satu tangan dalam durasi yang cukup lama. Ketebalan 8,38 mm tersebut bahkan belum menghitung tonjolan modul kamera belakangnya yang sangat tebal, sehingga posisinya saat diletakkan di atas meja akan menjadi agak miring.

Namun, material premium yang digunakannya memberikan impresi genggaman yang sangat kokoh dan mahal. Sebagai perangkat kasta tertinggi, ketahanan fisiknya pun sudah dijamin dengan sertifikasi IP68 yang membuatnya tahan terhadap debu serta mampu bertahan di dalam air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.

Layar Depan Super Mewah dan Kejutan Layar Kecil di Belakang

Sektor visual depan perangkat ini menggunakan panel AMOLED quad-curved seluas 6,81 inci dengan resolusi tajam WQHD Plus atau sebesar 1440 x 3200 piksel. Layar melengkung di keempat sisinya ini memiliki kerapatan piksel yang sangat tinggi mencapai 515 ppi dengan rasio aspek modern 20:9.

Saya sangat terkesan dengan tingkat kecerahan puncaknya yang diklaim mampu menyentuh 1.700 nits, sementara tingkat kecerahan khas atau High Brightness Mode (HBM) berada di angka 900 nits. Ditambah dengan dukungan teknologi Dolby Vision, HDR10+, kontras rasio 5000000:1, serta kedalaman warna hingga 1,07 miliar warna dengan gamut warna DCI-P3, reproduksi visualnya terlihat sangat hidup. Layar ini juga sudah dilapisi oleh kaca pelindung Corning Gorilla Glass Victus yang sangat kuat dari risiko goresan.

Teknologi Refresh Rate dan Kompensasi Gerak MEMC

Layar utama ini juga mendukung refresh rate tinggi hingga 120Hz dengan fitur AdaptiveSync. Sistem pintar ini akan secara otomatis mengubah kecepatan penyegaran layar mulai dari 30 Hz, 60 Hz, 90 Hz, hingga 120 Hz tergantung pada konten yang sedang Anda buka di layar.

Selain itu, terdapat dukungan teknologi MEMC yang mampu melakukan konversi video dari 24fps menjadi 48fps, 25fps menjadi 50fps, hingga 30fps menjadi 60fps agar pergerakan gambar terlihat jauh lebih mulus. Responsivitas layarnya pun disempurnakan oleh touch sampling rate yang sangat tinggi, yaitu mencapai 480Hz.

Layar Sekunder Unik di Samping Lensa Kamera

Keunikan yang paling membedakan perangkat ini dari kompetitornya adalah kehadiran layar sekunder AMOLED berukuran 1,1 inci yang diletakkan tepat di sebelah kanan lensa kamera belakang. Layar mini ini mengusung resolusi sebesar 126 x 294 piksel dengan tingkat kecerahan maksimal hingga 450 nits.

Fungsi utamanya adalah untuk menampilkan notifikasi, status baterai, jam, atau bahkan bertindak sebagai jendela bidik mini saat Anda ingin mengambil foto selfie menggunakan kamera belakang. Kehadiran layar ini memberikan nilai estetika tersendiri, walau kegunaannya sehari-hari tergolong sebagai fitur pelengkap saja.

Review Lengkap Mi 11 Ultra Indonesia | GadgetIn

Konfigurasi Tiga Kamera Belakang Kelas Monster

Beralih ke sektor yang paling diunggulkan, yaitu konfigurasi tiga kamera belakang yang sempat membawa perangkat ini menduduki peringkat pertama secara keseluruhan di DXOMARK per tanggal 29 Maret 2021 dengan raihan nilai sebesar 143 poin. Mari kita bedah kemampuan teknis dari masing-masing lensa yang tertanam di dalam modul raksasanya.

Kamera Utama 50 Megapiksel dengan Sensor Raksasa

Kamera utama perangkat ini mengandalkan sensor beresolusi 50 MP dengan bukaan lensa f/1.95 dan panjang fokus setara dengan lensa 24mm. Sensor yang digunakan berukuran sangat besar untuk ukuran ponsel pintar, yakni 1/1.12 inci yang memiliki ukuran piksel dasar 1,4 μm.

Melalui teknologi Super Pixel 4-in-1, ukuran pikselnya dapat digabungkan menjadi sebesar 2,8 μm untuk menangkap cahaya secara maksimal dalam kondisi gelap gulita. Kamera utama dengan konstruksi lensa 8P ini juga sudah dipersenjatai dengan sistem fokus mutakhir Dual Pixel Pro (Dual Pixel PDAF), Laser AF fokus laser 64 titik, penstabil gambar berbasis optik (OIS), Dual Native ISO Fusion, serta fitur Staggered-HDR.

Kamera Telefoto Periskop dengan Kemampuan Zoom Digital 120x

Lensa kedua adalah kamera telefoto dengan sistem periskop beresolusi 48 MP yang memiliki bukaan f/4.1 dan panjang fokus setara 120mm. Menggunakan sensor berukuran 1/2 inci dengan ukuran piksel 0,8 μm yang bisa digabungkan lewat Super Pixel 4-in-1 menjadi 1,6 μm.

Lensa periskop ini sudah dilengkapi dengan fitur PDAF dan penstabil gambar OIS untuk menjaga bidikan tetap stabil saat melakukan pembesaran gambar. Kemampuan optical zoom miliknya mencapai 5x, dengan hybrid zoom hingga 10x, serta pembesaran digital ekstrem hingga 120x digital zoom.

Kamera Ultrawide dengan Sudut Pandang Ekstra Luas 128 Derajat

Kamera ketiga adalah lensa ultrawide yang memiliki resolusi 48 MP dengan bukaan lensa f/2.2 dan panjang fokus setara 12mm. Keunggulan utama dari lensa ini adalah sudut pandangnya yang sangat luas, yaitu mencapai 128 derajat Field of View (FOV).

Sama seperti lensa periskopnya, kamera ultrawide ini memakai sensor berukuran 1/2 inci dengan ukuran piksel 0,8 μm yang mendukung Super Pixel 4-in-1 hingga 1,6 μm. Lensa dengan susunan 7P ini juga sudah dibekali dengan fitur penfokusan otomatis PDAF, sebuah hal yang jarang ditemukan pada kamera bersudut lebar di ponsel lain.

Dapur Pacu Qualcomm Snapdragon 888 dan Manajemen Memori

Urusan performa diserahkan pada chipset Qualcomm Snapdragon 888 yang dibangun di atas proses manufaktur berefisiensi tinggi 5nm. Prosesor berarsitektur octa-core ini terdiri atas satu inti super Kryo 680 berbasis Arm Cortex-X1 dengan kecepatan clock hingga 2.84 GHz, tiga inti performa Kryo 680 berkecepatan 2.42 GHz, serta empat inti hemat daya Kryo 680 berkecepatan 1.80 GHz.

Sektor grafisnya ditangani oleh GPU Adreno 660 yang dipadukan dengan Mesin AI Generasi ke-6 dari Qualcomm untuk pemrosesan kecerdasan buatan yang cepat. Konektivitas masa depan juga sudah terjamin berkat integrasi penuh dengan Modem 5G Snapdragon X60 di dalam chipset tersebut.

Guna mendampingi prosesor bertenaga tersebut, Xiaomi membenamkan kapasitas memori yang sangat longgar untuk standar komparasi hardware saat ini. Perangkat ini membawa kombinasi RAM berkapasitas 12 GB dengan teknologi LPDDR5 yang sangat cepat, serta media penyimpanan internal berkapasitas 256 GB yang sudah menggunakan standar UFS 3.1.

Perbandingan Spesifikasi Komponen Utama Xiaomi Mi 11 Ultra
Komponen PerangkatSpesifikasi Teknis
Chipset UtamaQualcomm Snapdragon 888 (5nm)
Kapasitas RAM12 GB LPDDR5
Memori Internal256 GB UFS 3.1
Kamera Utama50 MP, f/1.95, OIS, Sensor 1/1.12”
Kamera Periskop48 MP, f/4.1, OIS, 5x Optical Zoom
Kamera Ultrawide48 MP, f/2.2, FOV 128°
Layar UtamaAMOLED 6,81 inci, WQHD Plus, 120Hz
Layar SekunderAMOLED 1,1 inci, 126 x 294 piksel

Penilaian Kritis Terhadap Kekurangan yang Harus Diperhatikan

Meskipun spesifikasi di atas kertas tampak sangat menggiurkan, sebagai reviewer senior saya harus bersikap kritis mengenai beberapa kelemahan nyata dari perangkat flagship ini. Masalah utama yang sudah menjadi rahasia umum pada chipset Qualcomm Snapdragon 888 adalah kecenderungannya untuk menghasilkan panas berlebih atau thermal throttling saat dipaksa bekerja keras dalam waktu lama.

Bodi belakang berbahan premium dikombinasikan dengan modul kamera yang masif ternyata membuat penyebaran panas di perangkat ini terasa kurang merata saat digunakan untuk merekam video resolusi tinggi secara terus-menerus.

Selain masalah suhu, bobotnya yang mencapai 234 gram juga akan menjadi ganjalan besar bagi konsumen yang menyukai ponsel dengan ergonomi nyaman. Mengetik dengan satu tangan sambil berbaring akan terasa sangat melelahkan, dan risiko slip akibat bodi yang licin serta berat menjadi lebih tinggi jika Anda tidak memasang casing pelindung tambahan.

Saat pertama kali mendarat secara resmi di pasar Indonesia, harga Xiaomi Mi 11 Ultra ini dipatok di angka Rp 17 juta oleh pihak produsen. Nominal yang sangat fantastis untuk sebuah perangkat buatan vendor yang biasanya terkenal dengan strategi harga miring, dan nominal tersebut menempatkannya langsung di arena persaingan smartphone kasta tertinggi.

Spesifikasi Xiaomi Mi 11 Ultra menyajikan sebuah mahakarya engineering yang luar biasa di sektor kamera berkat ukuran sensor utamanya yang masif serta kehadiran lensa periskop murni. Perangkat ini sangat cocok bagi para antusias fotografi mobile yang mencari karakteristik tangkapan gambar yang organik berkat ukuran sensor fisik 1/1.12 inci yang dimilikinya, sepanjang Anda bisa berkompromi dengan bobotnya yang sangat berat serta manajemen suhu khas dari chipset Qualcomm Snapdragon 888.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow