Kemendikdasmen Buka SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026

Smallest Font
Largest Font

Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) tahun ajaran 2026/2027 resmi dibuka mulai 21 Juli 2026 untuk jenjang SMP dan SMA di 17 kabupaten/kota, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa SNT merupakan sekolah unggulan milik Kemendikdasmen yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA, dengan target pembangunan mencapai 500 sekolah hingga tahun 2029. Pelaksanaan penerimaan murid baru pada tahun pertama ini dibatasi secara khusus sesuai dengan ketersediaan fasilitas di wilayah target.

Direktur Jenderal PAUD Dasmen PNFI Gogot Suharwoto menjelaskan bahwa pendaftaran SPMB SNT 2026 hanya diperuntukkan bagi calon peserta didik yang berdomisili di 17 kabupaten/kota lokasi beroperasinya SNT.

"Nanti tahun 2027, telah berkembang di 37 kabupaten-kota, SPMB akan dikembang di 37 kabupaten-kota yang siap di tahun 2027," papar Gogot pada acara Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plasa Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/7/2026). Pemerintah menetapkan kriteria seleksi ketat meliputi status WNI, domisili lokal dengan kuota maksimal 5% untuk wilayah sekitar, batasan usia maksimal 15 tahun untuk SMP dan 21 tahun untuk SMA, serta melampirkan NISN, ijazah, rapor dengan nilai rata-rata minimal 80, dan sertifikat TKA.

Selain itu, terdapat persyaratan khusus berupa prestasi akademik atau nonakademik bidang STEAMS terkurasi SIMT, pengalaman kepemimpinan organisasi kesiswaan, atau kepemilikan kartu bantuan sosial seperti PIP, PKH, KKS, DTKS, maupun PPKE. Kapasitas daya tampung setiap SNT dibatasi sebanyak dua rombongan belajar untuk kelas 7 SMP dan dua rombongan belajar untuk kelas 10 SMA, dengan jumlah maksimal 20 murid per kelas.

Pengisian kuota 80 murid per sekolah dilakukan bersama dinas pendidikan melalui dua metode, yakni skema usulan sekolah berdasarkan pendaftaran database jalur prestasi dan skema undangan berbasis data Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). "Jadi teman-teman kabupaten/kota itu memiliki database SPMB ya, yang melalui jalur prestasi, baik prestasi akademik maupun nonakademik. Di ranking yang teratas nanti kita minta jika bersedia mereka bisa diusulkan.

Jadi setiap sekolah nanti akan disebar database-nya," jelas Gogot Suharwoto. Setiap sekolah menengah pertama di kabupaten terpilih akan diminta mengirimkan lima siswa terbaiknya untuk mengikuti seleksi administrasi dan Tes Skolastik.

"Nah, yang terbaik kita minta lima diusulkan dari setiap SMP yang ada di dalam satu kabupaten itu, maupun SMA yang ada di kabupaten itu," imbuhnya.

Mekanisme ini dirancang agar tidak mengganggu distribusi siswa di sekolah reguler daerah tersebut. "Jadi hitung-hitungan kita, 20 per kelas itu tidak akan banyak berpengaruh karena SMP dalam satu kabupaten/kota biasanya antara dalam satu kabupaten dari kecamatan itu lebih dari 100, ya. Jadi kalau satu SMP ngirim satu anak juga nggak akan berpengaruh," ungkap Gogot.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow