Studi Ungkap Durasi Tidur Remaja Terus Menurun dalam Tiga Dekade

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Durasi tidur anak sekolah setiap malam dilaporkan semakin berkurang. Fenomena ini kini berkembang menjadi persoalan kesehatan yang serius menurut hasil riset terbaru.

Sebuah penelitian dari University of Minnesota School of Public Health, yang dilansir dari Detikcom, menemukan bahwa remaja masa kini memiliki waktu istirahat yang lebih singkat dibandingkan dengan generasi terdahulu.

Kekurangan waktu istirahat tersebut tidak sekadar memicu rasa lelah pada tubuh. Kondisi ini juga memicu gangguan kesehatan mental, penurunan prestasi belajar di sekolah, hingga risiko penyakit kronis dalam jangka panjang.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics pada 12 Mei 2026 ini menganalisis data milik lebih dari 400 ribu siswa di Amerika Serikat. Para peneliti mengamati data pelajar kelas 8, 10, dan 12 dari rentang tahun 1991 hingga 2023.

Data tersebut memperlihatkan tren penurunan durasi tidur remaja di seluruh kelompok usia. Berdasarkan data terbaru, hanya sekitar 22 persen remaja usia lebih tua yang mengaku tidur minimal tujuh jam setiap malam.

Kondisi nyata ini berbanding terbalik dengan kebutuhan biologis mereka. Pada usia sekolah, kelompok remaja idealnya membutuhkan waktu tidur sekitar delapan hingga sepuluh jam per hari.

Profesor di School of Public Health sekaligus penulis utama penelitian, Rachel Widome, menjelaskan bahwa penyusutan waktu tidur ini berlangsung secara konsisten selama lebih dari 30 tahun.

"Yang mencolok bukan hanya remaja tidak mendapatkan tidur yang cukup, tetapi juga bagaimana waktu tidur terus menurun selama lebih dari tiga dekade, sehingga remaja saat ini mendapatkan istirahat lebih sedikit dibandingkan dengan generasi mana pun sebelumnya," ujar Widome.

Efek dari minimnya waktu istirahat tidak hanya memicu rasa kantuk saat sesi pembelajaran di kelas. Dampak buruknya mencakup ranah yang lebih luas bagi perkembangan anak.

Riset terpisah dari University of Zurich dan University Children's Hospital Zurich menyatakan bahwa kurang tidur mengganggu kemampuan belajar, kesehatan mental, hingga pertumbuhan fisik.

Pakar pediatri perkembangan dari University of Zurich, Oskar Jenni, memaparkan bahwa pergeseran jam biologis membuat remaja secara alami cenderung tidur lebih larut daripada orang dewasa.

"Hal ini mengkhawatirkan karena kurang tidur kronis tidak hanya memengaruhi kesejahteraan, tetapi juga memiliki dampak yang terukur terhadap kesehatan mental, perkembangan fisik, dan kemampuan belajar," katanya.

Perubahan biologis selama masa pertumbuhan membuat remaja sulit untuk terlelap lebih awal. Akibatnya, mereka tidak dapat memenuhi kuota kebutuhan tidur ketika jadwal masuk sekolah dimulai terlalu pagi.

Solusi Melalui Fleksibilitas Jam Sekolah

Penelitian di Swiss menawarkan solusi konkret melalui penyesuaian jadwal pelajaran. Sebuah sekolah menengah di St. Gallen menguji coba sistem jam belajar yang lebih fleksibel.

Melalui kebijakan tersebut, para siswa diberikan pilihan untuk memulai sekolah pada pukul 07.30 atau 08.30 pagi. Hasilnya, sebanyak 95 persen siswa memilih untuk datang lebih siang.

Kebijakan ini membuat siswa bisa bangun sekitar 40 menit lebih lambat. Mereka pun berhasil mendapatkan tambahan waktu tidur rata-rata 45 menit lebih lama pada hari sekolah.

Penulis utama penelitian tersebut, Joëlle Albrecht, menyebutkan bahwa para pelajar merasakan manfaat langsung terhadap kualitas hidup mereka.

"Para siswa melaporkan lebih sedikit masalah untuk mulai tidur, dan kualitas hidup yang berkaitan dengan kesehatan meningkat," ujar Albrecht.

Langkah memundurkan jam mulai pelajaran ini dinilai menjadi strategi efektif untuk menekan tingkat stres psikologis pada kelompok pelajar.

"Memulai pelajaran lebih siang pada pagi hari dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengatasi krisis kesehatan mental yang saat ini dialami para pelajar," imbuh peneliti Reto Huber.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow