Tim ITS Kembangkan Aplikasi SI-Stock Berbasis Suara untuk UMKM

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Tim pengabdian masyarakat dari Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan solusi digital untuk mengatasi kendala pencatatan stok barang pada pelaku UMKM. Inovasi yang diberi nama SI-Stock ini dikembangkan untuk mempermudah operasional usaha secara real-time.

Masalah pencatatan persediaan sering kali diabaikan oleh pelaku usaha kecil karena keterbatasan waktu di tengah kesibukan operasional. Berdasarkan kendala tersebut, tim yang dipimpin oleh Prof Mahendrawathi Er ST MSc PhD merancang sistem pencatatan yang efisien tanpa mengganggu aktivitas pelayanan konsumen.

Dikutip dari Detikcom, SI-Stock mengintegrasikan teknologi Voice User Interface (VUI) noninvasif yang memungkinkan pengguna memasukkan data melalui perintah verbal. Pelaku usaha kini bisa mengelola data barang masuk, barang keluar, hingga memeriksa ketersediaan produk cukup dengan berbicara kepada aplikasi.

Selain keunggulan fitur perintah suara, sistem ini juga menyediakan ekosistem pengelolaan yang lengkap. Pengguna dapat menikmati fungsi pencatatan transaksi langsung, pengawasan stok prioritas, sistem rekomendasi untuk belanja kembali (restock), hingga pembuatan laporan persediaan berkala.

Teknologi berbasis suara ini dirancang khusus agar hambatan digitalisasi dapat dikurangi, terutama bagi pedagang yang memiliki mobilitas tinggi di tempat usaha mereka. Implementasi sistem ini diharapkan dapat memodernisasi tata kelola administrasi pelaku usaha mikro secara bertahap.

Uji Coba Langsung di Sektor Usaha Mikro

Aplikasi ini telah melewati tahap uji coba langsung pada beberapa mitra lokal, salah satunya adalah Warung UB Abror. Pemilik usaha merasakan dampak positif dari efisiensi yang ditawarkan oleh fitur perintah suara tersebut.

"Dengan fitur ini saya bisa langsung mencatat stok tanpa meninggalkan pelanggan," ungkap Abror dalam laman ITS dikutip Jumat (19/6/2026).

Manfaat serupa dirasakan oleh pemilik Warung Bunda Yuli yang terbantu dalam menyelesaikan kendala pembukuan barang. Penggunaan aplikasi ini membuat sistem manajemen internal usaha menjadi lebih terstruktur.

"Kami berharap pengelolaan usaha menjadi lebih rapi dan proses restock lebih tepat," tutur Yuli.

Guna memastikan keberlanjutan program, tim pengabdian masyarakat ITS juga melaksanakan agenda pelatihan serta pendampingan teknis secara langsung di lapangan. Langkah edukasi ini bertujuan agar para pelaku usaha dapat memahami seluruh fungsi sistem secara mandiri untuk jangka panjang.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow