TNI AL Buka Rekrutmen Bintara PK Pria 2026 Gelombang III

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali membuka kesempatan bagi pemuda tanah air untuk bergabung melalui rekrutmen calon Bintara PK Pria 2026 gelombang III. Dilansir dari Detikcom, masa pendaftaran seleksi ini berlangsung mulai tanggal 7 April sampai dengan 30 Juli 2026. Program ini menyasar para pemuda dengan ijazah minimal sekolah menengah atas (SMA) atau lulusan sederajat sebagai syarat pendidikan paling rendah.

Bintara PK merupakan jalur seleksi khusus di lingkungan TNI AL yang dipersiapkan untuk melatih tamatan SMA sederajat menjadi prajurit karier.

Prajurit yang lulus akan mengemban tugas-tugas operasional penting seperti komandan regu, instruktur bidang teknis, serta penghubung perwira dan tamtama. Selama menjalani masa pendidikan, seluruh biaya belajar para taruna ditanggung sepenuhnya oleh negara tanpa dipungut biaya apa pun.

Para calon pelamar diwajibkan memenuhi sejumlah kualifikasi umum dan khusus yang telah ditetapkan oleh panitia rekrutmen. Persyaratan pertama adalah berstatus Warga Negara Indonesia serta beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memeluk salah satu dari enam agama resmi.

Calon peserta harus sehat jasmani dan rohani, tidak memiliki tato atau bekas tato, tidak bertindik kecuali karena ketentuan adat, tidak buta warna, dan tidak berkacamata. Selain berkelakuan baik dan bebas catatan kriminal dari Polres setempat, pendaftar belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama pendidikan pertama. Tinggi badan yang disyaratkan minimal 163 cm dengan berat badan yang seimbang sesuai ketentuan medis militer.

Pendidikan minimal adalah lulusan SMA, MA, atau SMK dari semua jurusan dengan nilai rata-rata ujian (UAN dan UAS) minimal 55,00.

Penerimaan juga terbuka untuk lulusan diploma tiga (D3) dengan program studi yang selaras dengan kebutuhan organisasi TNI AL. Usia mendaftar paling rendah adalah 17 tahun 10 bulan dan maksimal 22 tahun untuk lulusan SMA sederajat, serta maksimal 24 tahun untuk lulusan D3 saat pembukaan pendidikan. Pelamar harus bersedia menandatangani ikatan dinas pertama dengan durasi paling lama selama 10 tahun terhitung sejak dilantik menjadi prajurit.

Khusus lulusan tahun 2026 yang belum memegang ijazah atau Surat Keterangan Lulus, wajib menyertakan Surat Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Pendaftar bukan merupakan anggota aktif TNI, Polri, maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di instansi pemerintah. Bagi pelamar yang sudah berstatus karyawan, diwajibkan melampirkan persetujuan dari instansi asal dan bersedia diberhentikan jika dinyatakan lolos seleksi.

Pendaftaran tidak menggunakan Akta Kelahiran tunggal dan Kartu Keluarga tunggal, kecuali disertai surat keterangan pembetulan dari Dispendukcapil dan Pengadilan Agama. Peserta harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI serta bebas narkoba yang dibuktikan dengan surat keterangan resmi.

Hak menjadi prajurit juga tidak sedang dicabut berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Pendaftar wajib berdomisili minimal 12 bulan di wilayah Panda atau Subpanda jajaran Kodaeral X, XI, dan XIV yang dibuktikan secara administrasi dan fakta. Calon peserta juga disyaratkan memiliki akun media sosial aktif yang telah digunakan minimal selama enam bulan terakhir.

Tata Cara Pendaftaran Seleksi

Prosedur pendaftaran dilakukan secara bertahap dimulai dengan pengisian data secara online di situs resmi penerimaan TNI AL.

Setelah mendaftar online, peserta wajib melakukan validasi atau daftar ulang fisik ke tempat pendataan yang ditentukan oleh panitia. Saat validasi fisik, tunjukkan lembar cetak pendaftaran online beserta dokumen asli seperti akte kelahiran, KTP pribadi, KTP orang tua, dan kartu keluarga. Peserta dapat melampirkan sertifikat atau piagam prestasi non-akademik yang pernah diraih, minimal pada tingkat provinsi jika ada.

Proses seleksi tingkat daerah akan diselenggarakan di lokasi-lokasi yang ditentukan oleh masing-masing panitia daerah setempat.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi tingkat daerah akan dikirim menuju Lapetal Malang guna menjalani seleksi tingkat pusat dengan akomodasi ditanggung negara. Bagi calon peserta yang tidak lulus pada tahapan seleksi tingkat pusat akan dipulangkan ke daerah asal dengan biaya sepenuhnya dari negara.

Setiap pendaftar hanya diperbolehkan mendaftarkan diri pada satu lokasi tempat pendaftaran yang telah ditentukan. Persyaratan administrasi tambahan lainnya adalah memiliki kartu jaminan kesehatan aktif seperti BPJS Kesehatan atau sejenisnya.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow