Universitas Indonesia Evaluasi Internal Unggahan Pride Month Suara Mahasiswa
Pimpinan Universitas Indonesia (UI) melakukan penelaahan dan langkah evaluasi internal terkait unggahan media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengenai Pride Month yang mendukung LGBTIQ pada Minggu (14/6/2026). Langkah ini diambil oleh pihak kampus setelah munculnya dinamika dan keresahan di tengah masyarakat, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak manajemen kampus menegaskan bahwa konten yang sempat viral tersebut tidak mewakili sikap lembaga maupun seluruh sivitas akademika.
Sikap resmi institusi telah disampaikan secara tertulis untuk memperjelas kedudukan konten keredaksian yang diunggah oleh pers mahasiswa tersebut. "Terkait dinamika yang berkembang atas unggahan akun media sosial Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (SUMA) UI mengenai isu Pride Month serta orientasi seksual dan identitas gender, Universitas Indonesia menegaskan bahwa isi unggahan tersebut murni merupakan pandangan redaksional dari organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan. Konten tersebut tidak mencerminkan sikap resmi Universitas Indonesia maupun keseluruhan sivitas akademika UI," demikian keterangan resmi UI yang disampaikan Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Dr Erwin Agustian Panigoro, MM, dikutip Minggu (14/6/2026).
Pihak kampus menjelaskan bahwa kebebasan berpendapat tetap dihormati sebagai bagian dari iklim akademik yang demokratis dan kritis. Meski demikian, UI menyatakan tetap berpegang pada nilai Pancasila, undang-undang, serta norma hukum yang berlaku di Indonesia.
"Dalam semangat tersebut, UI memandang kampus sebagai ruang dialog dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka terhadap berbagai pandangan. Namun, setiap pendapat perlu disampaikan secara santun, tidak provokatif, dan sesuai dengan etika akademik," demikian pernyataan UI. Manajemen kampus menekankan pentingnya tanggung jawab sosial dalam berekspresi untuk mencegah terjadinya perpecahan di masyarakat. Koordinasi bersama otoritas kampus dijalankan guna memastikan kegiatan mahasiswa tetap mematuhi peraturan tata tertib yang berlaku.
"Menindaklanjuti dinamika dan keresahan yang timbul di tengah masyarakat terkait unggahan tersebut, Pimpinan UI saat ini tengah melakukan penelaahan dan langkah-langkah evaluasi lebih lanjut secara internal. Proses ini dilakukan bersama otoritas kampus terkait untuk memastikan bahwa setiap aktivitas kemahasiswaan senantiasa sejalan dengan Kode Ethik dan Peraturan Tata Tertib Mahasiswa UI, serta berpedoman pada koridor kebebasan akademik yang bertanggung jawab," tegas UI. Penyesalan terhadap unggahan berjudul "Menguji Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan" itu juga datang dari pihak alumni pers mahasiswa SUMA UI. Melalui akun media sosial resmi, para alumni menyatakan telah mencoba memberikan masukan kepada redaksi aktif sebelum keberatan ini disampaikan secara terbuka.
"Alumni Pers Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) menyesalkan unggahan di Instagram dan X (sebelumnya Twitter) Suara Mahasiswa Universitas Indonesia (SUMA UI) berjudul Sila Kemanusiaan di Bulan Kebanggaan. Alumni SUMA UI sudah berusaha memberi masukan ke Redaksi SUMA UI untuk mempertimbangkan konteks sosial kemasyarakatan seraya tetap menjaga independensi redaksi dalam menjalankan kerja jurnalistiknya," demikian pernyataan alumni SUMA UI dikutip dari akun media sosial mereka, @ilunisumaui pada Minggu (14/6/2026). Para alumni mengingatkan kembali sejarah SUMA UI yang berdiri sejak 1992 sebagai organisasi yang mempertahankan sikap moderat dan nonpartisan.
Unggahan yang menampilkan siluet Garuda Pancasila berlatar bendera pelangi itu dinilai telah mencederai prinsip keberimbangan organisasi. "Alumni SUMA Ul dengan ini menyatakan keberatan dan menyesalkan unggahan tersebut yang dinilai tidak sesuai dengan semangat organisasi pers mahasiswa untuk tidak condong pada salah satu golongan tertentu," demikian tegas Alumni SUMA UI.
Ketiadaan ruang dialog dari pengurus redaksi aktif dalam merespons masukan juga disayangkan karena berdampak buruk bagi gerakan mahasiswa. Upacara komunikasi lebih lanjut akan terus diupayakan oleh pihak alumni agar situasi serupa tidak terulang kembali.
"Alumni SUMA UI akan terus membuka upaya dialog dengan pengurus Redaksi SUMA UI. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi," tutup alumni SUMA UI. Konten yang mempersoalkan hak komunitas LGBTIQ+ di tengah Hari Lahir Pancasila tersebut kini telah dihapus dari lini masa Instagram dan X milik SUMA UI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow