Universitas Sriwijaya Pamerkan Empat Inovasi Iptek di GSDC 2026
Universitas Sriwijaya memamerkan empat inovasi iptek unggulan dalam ajang internasional Times Higher Education Global Sustainable Development Congress 2026 di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang, pada 22 hingga 25 Juni 2026.
Kehadiran universitas tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., bersama para Wakil Rektor serta Delegasi dari Tim EQUITY, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Langkah ini menjadi sarana strategis bagi institusi pendidikan tersebut untuk mengenalkan hasil riset terbaik di panggung internasional sekaligus merespons tantangan pembangunan berkelanjutan.
"Alhamdulillah pada hari ini kita bisa berpartisipasi dalam kegiatan pameran pendidikan ini. UNSRI menampilkan beberapa produk inovasi keunggulan. Melalui kegiatan yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dari berbagai negara ini, kita bisa memperkenalkan nama baik Universitas Sriwijaya di kancah global," ujar Prof.
Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., Rektor Universitas Sriwijaya melalui keterangan tertulis pada Senin, 29 Juni 2026.
Partisipasi aktif dalam kongres dunia tersebut dinilai menjadi pembuktian nyata atas eksistensi riset universitas yang memberikan dampak bagi masyarakat luas.
"Paling tidak kita bisa memperlihatkan kepada dunia bahwa UNSRI itu ada dan mampu berkiprah melalui produk-produk unggulan. Alhamdulillah, tadi banyak sekali pengunjung di booth kita. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, Universitas Sriwijaya bisa menjadi lebih dikenal, tidak hanya di level nasional tapi juga di level internasional.
Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim dan juga para inovator dari Universitas Sriwijaya yang telah membawa dan memamerkan hasil karyanya di kegiatan ini," tutur Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si., Rektor Universitas Sriwijaya.
Empat inovasi yang dihadirkan meliputi bidang pangan berupa varietas padi UNSRI-PARA yang toleran terhadap banjir dan kekeringan, serta aplikasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan TeleOTIVA dan TeleOTIVA VR untuk deteksi dini kanker serviks.
Selain itu, ditampilkan pula sepeda listrik ramah lingkungan berbasis hidrogen H2Go dan pengembangan medis Stem Cell Secretome untuk terapi regenerasi jaringan.
Inovasi-inovasi tersebut diperkenalkan di tengah situasi kritis kawasan Asia dan Pasifik, di mana Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama Teguh Sambodo menyebutkan 88 persen target SDGs dalam bahaya akibat tekanan iklim.
Kondisi darurat lingkungan ini memerlukan respons cepat melalui penguatan kolaborasi data serta ketajaman analisis universal dari berbagai perguruan tinggi global.
Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Dominic Jermey bersama Deputy Group CEO Sinar Mas Land Ferdinand Sadeli turut mengundang sektor akademis untuk berkolaborasi dalam membangun ekosistem riset masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow