Unsur Berita yang Tidak Terdapat pada Lead Berita Ternyata Penting

Smallest Font
Largest Font

Mengetahui unsur berita yang tidak terdapat pada lead berita menjadi kunci utama bagi jurnalis untuk menghindari penulisan teras berita yang bertele-tele dan membingungkan pembaca. Kegagalan memilah informasi dalam teras berita sering kali membuat audiens kehilangan minat membaca sebelum masuk ke inti masalah. Dalam praktik jurnalistik, memahami struktur teks berita secara mendalam akan membantu Anda menyusun informasi secara hierarkis dan profesional.

Berdasarkan kaidah jurnalistik universal, unsur berita yang tidak terdapat pada lead berita adalah unsur why (mengapa) dan how (bagaimana).

Lead atau teras berita merupakan paragraf pertama yang berfungsi sebagai etalase utama sebuah laporan peristiwa kepada pembaca. Dalam ruang redaksi, kami selalu menekankan bahwa lead harus padat dan langsung menusuk pada inti dari fenomena yang sedang dilaporkan.

Format penulisan ini tidak lepas dari sejarah panjang komunikasi massa di dunia internasional. Formula penulisan berbasis komponen informasi utama pertama kali diperkenalkan oleh Associated Press (AP), sebuah kantor berita nirlaba legendaris asal New York.

Associated Press memperkenalkan formula 5W+1H untuk memastikan penyampaian informasi massal berjalan secara objektif, cepat, dan terukur.

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal konsep ini melalui pengertian adiksimba dalam bahasa indonesia yang merupakan akronim dari Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana.

Ketika menulis teras berita, unsur "mengapa" dan "bagaimana" sengaja disimpan untuk bagian tubuh karena membutuhkan penjelasan yang panjang dan narasi yang kompleks.

Kenapa Unsur Why Disimpan di Tubuh Berita?

Unsur why berkaitan erat dengan latar belakang, motif, atau alasan mendasar sebuah peristiwa bisa terjadi di lapangan.

Dari pengalaman saya menangani penyuntingan naskah, memasukkan alasan yang rumit ke dalam satu paragraf pembuka hanya akan merusak ritme bacaan.

Pembaca memerlukan kepastian tentang peristiwa apa yang terjadi terlebih dahulu sebelum mereka bersedia mendalami alasan di baliknya.

Kenapa Unsur How Tidak Masuk Teras Berita?

Unsur how menjabarkan kronologi secara rinci, proses berjalannya acara, atau detail teknis penanganan sebuah kejadian.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan berita sebagai laporan mengenai kejadian ataupun peristiwa yang sedang hangat.

Kehangatan informasi tersebut akan hilang jika pembaca langsung disuguhi rincian kronologis yang panjang pada kalimat-kalimat awal artikel Anda.

Teks Berita : A. Menentukan Unsur-Unsur Berita | Doddy_dzia

Langkah Menyusun Struktur Teks Berita Secara Akurat

Untuk menghasilkan artikel yang kuat, Anda harus menerapkan cara menulis lead berita yang benar melalui pendekatan yang terstruktur dan sistematis.

Format piramida terbalik menjadi struktur teks berita yang paling ideal untuk menjaga perhatian pembaca tetap tinggi sejak detik pertama.

Berikut adalah langkah-langkah berurutan yang dapat Anda eksekusi langsung dalam proses penulisan naskah harian:

  1. Identifikasi Unsur Utama Berita: Kumpulkan fakta mentah dari lapangan, lalu pisahkan unsur "what" (apa) dan "who" (siapa) sebagai fondasi utama narasi.
  2. Tentukan Lokasi dan Waktu Kejadian: Masukkan unsur "where" (di mana) dan "when" (kapan) secara spesifik untuk memberikan konteks ruang dan waktu yang valid kepada pembaca.
  3. Susun Lead Berita Menggunakan Formula 4W: Gabungkan unsur apa, siapa, di mana, dan kapan ke dalam satu atau dua kalimat pendek yang lugas pada paragraf pertama.
  4. Tempatkan Detail Latar Belakang pada Tubuh Berita: Masukkan jawaban atas pertanyaan "kenapa berita harus faktual dan aktual" ke dalam paragraf ketiga dan seterusnya menggunakan unsur why.
  5. Uraikan Kronologi Peristiwa secara Rinci: Jabarkan unsur how pada bagian akhir tubuh berita untuk memperjelas proses jalannya peristiwa tanpa membebani bagian pembuka naskah.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah memaksakan keenam unsur masuk sekaligus ke dalam paragraf pertama sehingga struktur kalimat menjadi gemuk.

Pola penulisan yang gemuk tersebut justru menurunkan keterbacaan artikel, terutama bagi audiens yang mengakses informasi melalui perangkat mobile.

Distribusi Unsur Berita Berdasarkan Data Riset Lapangan

Pola penempatan komponen informasi dalam industri media massa sebenarnya telah dipetakan melalui berbagai kajian ilmiah yang mendalam. Salah satu referensi nyata dapat kita lihat dari hasil riset pada Manadopostonline.com untuk periode pengamatan tanggal 1 hingga 30 Juni 2019. Penelitian analisis isi kuantitatif terhadap kelengkapan unsur berita tersebut menemukan data ketidaklengkapan dan penggunaan jenis berita sebagai berikut:

Terdapat kecenderungan yang jelas mengenai unsur apa saja yang sering absen dari naskah publikasi harian akibat karakteristik kecepatan media.

Berdasarkan riset ilmiah tersebut, ketidaklengkapan unsur tercatat sebesar 28% (21 item) tidak terdapat unsur how dalam teks yang dipublikasikan. Selanjutnya, sebanyak 21,3% (16 item) tidak terdapat unsur why, diikuti dengan 17,3% (13 item) tidak terdapat unsur when di dalam naskah. Persentase terkecil dari ketidaklengkapan elemen ini diwakili oleh unsur where yang mencapai angka sebesar 6,6% (5 item).

Sementara itu, unsur what dan who ditemukan selalu lengkap dalam seluruh sampel artikel yang diteliti oleh para analis.

Dari sisi tipologi penulisan, jenis berita yang digunakan oleh media tersebut didominasi oleh berita langsung sebesar 89,3% (67 berita). Porsi selebihnya diisi oleh berita mendalam sebanyak 9,3% (7 berita), serta berita interpretatif yang hanya mencapai 1,3% (1 berita).

Terkait pola distribusi informasi, penempatan unsur berita tercatat sebesar 64,6% (291) disajikan pada lead atau teras berita. Sedangkan sisa komponen informasi sebesar 23,1% (104) ditempatkan secara menyebar di dalam struktur tubuh berita.

Data Kelengkapan dan Distribusi Unsur Berita Hasil Riset Kuantitatif
Kategori Analisis DataPersentase KuantitatifJumlah Item Berita
Absensi Unsur How28,0%21
Absensi Unsur Why21,3%16
Absensi Unsur When17,3%13
Absensi Unsur Where6,6%5
Penggunaan Berita Langsung89,3%67
Penggunaan Berita Mendalam9,3%7
Penggunaan Berita Interpretatif1,3%1
Penempatan Unsur pada Lead64,6%291
Penempatan Unsur pada Tubuh23,1%104

Implementasi Rumus Komunikasi dalam Penulisan Praktis

Untuk memahami bagaimana teori ini bekerja, kita harus membedah apa itu rumus 5w 1h dalam berita secara aplikatif.

Setiap komponen informasi memiliki derajat kepentingan yang berbeda di dalam contoh piramida terbalik dalam berita yang Anda susun.

Mari kita simulasikan sebuah data acara spesifik sebagai bahan baku penyusunan teks laporan yang memenuhi standar jurnalisme modern:

  • Nama Acara: KPID Jabar Award 2013
  • Penyelenggara: Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat
  • Lokasi Pelaksanaan: Hotel Horison Bandung
  • Tanggal Pelaksanaan: Jum'at, 15 November 2013
  • Waktu Acara: Malam hari

Jika kita menerapkan aturan teras berita, maka data di atas harus dirangkai menjadi sebuah kalimat pembuka yang efisien. Contoh aplikasinya: "Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat menggelar acara KPID Jabar Award 2013 di Hotel Horison Bandung pada Jum'at malam, 15 November 2013." Kalimat tersebut sudah mengandung unsur subjek, objek, lokasi, dan waktu secara lengkap tanpa memperpanjang baris paragraf.

Detail mengenai siapa saja pemenangnya, bagaimana proses penilaian, dan mengapa kategori tertentu dipilih harus digeser ke paragraf kedua dan ketiga.

Pemisahan ini memastikan pembaca langsung menangkap esensi acara tanpa perlu membaca latar belakang organisasi yang panjang lebar.

Metode Evaluasi Efektivitas Teras Berita

Setelah menyelesaikan draf tulisan, langkah krusial berikutnya adalah melakukan pengujian kualitas terhadap paragraf pembuka yang telah dibuat.

Proses evaluasi mandiri ini berfungsi memastikan tidak ada informasi sekunder yang menyusup ke bagian atas naskah Anda.

Gunakan daftar periksa berikut untuk menguji apakah struktur tulisan Anda sudah memenuhi standar industri media atau belum:

  • Pastikan panjang kalimat pada paragraf pertama tidak melebihi batas toleransi kenyamanan baca di layar ponsel pintar.
  • Periksa keberadaan unsur subjek dan tindakan utama untuk memastikan pembaca langsung mengetahui peristiwa yang terjadi.
  • Pindahkan rincian yang menjelaskan tata cara, mekanisme, atau kutipan narasumber yang panjang ke bagian bawah teks.
  • Hapus kata sifat yang subjektif agar netralitas dan aktualitas laporan tetap terjaga sesuai fakta lapangan.

Melalui proses penyaringan yang ketat ini, kualitas keterbacaan artikel akan meningkat secara signifikan di mata audiens maupun mesin pencari.

Penempatan informasi yang disiplin memisahkan antara fakta cepat dan eksplanasi mendalam akan membentuk kredibilitas jangka panjang bagi media Anda.

Penerapan struktur informasi yang taat asas merupakan metode paling efektif untuk menyajikan berita yang bersih, tajam, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed