Warga Bukittinggi Sumbang Rp6,03 Miliar untuk Sukseskan Manunggal Sakato

Smallest Font
Largest Font

Masyarakat Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menggalang dana swadaya hingga mencapai Rp6,03 miliar dalam pelaksanaan program pembangunan daerah bertajuk Manunggal Sakato. Nilai partisipasi ini melonjak hampir enam kali lipat dari total alokasi dana stimulan yang diberikan pemerintah daerah setempat.

Pemerintah Kota Bukittinggi sebelumnya hanya mengucurkan dana stimulan sebesar Rp50 juta untuk masing-masing kelurahan. Namun, tingginya kesadaran warga dalam membangun infrastruktur lingkungan memicu pengumpulan dana, aset tanah, dan tenaga yang bernilai miliaran rupiah.

Berdasarkan laporan evaluasi program pembangunan swadaya tersebut, pelaksanaan Manunggal Sakato yang berlangsung selama satu bulan penuh mencatatkan tingkat pencapaian target hampir 100 persen. Seluruh rencana kerja fisik berhasil dieksekusi oleh masyarakat bersama perangkat kelurahan.

Total infrastruktur yang dikerjakan di seluruh wilayah Kota Bukittinggi mencakup 39 proyek pokok dan 51 proyek tambahan. Di antara proyek utama tersebut, masyarakat berhasil membuka dan melebarkan empat ruas jalan baru untuk membuka akses transportasi antarlingkungan yang lebih baik.

Sumbangan Aset dan Mobilisasi Massa

Besarnya nilai komitmen masyarakat tercermin dari kerelaan melepas aset pribadi demi kepentingan umum tanpa menuntut ganti rugi dari pemerintah daerah. Keterlibatan ini terbagi ke dalam bentuk material non-tunai maupun tenaga kerja lapangan langsung.

  • Sumbangan tanah warga dengan total luas mencapai 6.056 meter persegi.
  • Mobilisasi tenaga gotong royong yang melibatkan sebanyak 12.224 orang warga secara bergantian.

Evaluasi Kemajuan di Tingkat Kelurahan

Di Kelurahan Puhun Tembok, tiga proyek tambahan Manunggal Sakato XIV dipastikan telah selesai 100 persen. Proyek tambahan ini meliputi perbaikan drainase di Kabun Pulasan RT 02 RW 06, pembuatan sumur resapan, serta pengecoran halaman masjid lokal.

Sementara itu, proyek pokok di Kelurahan Puhun Tembok telah menyentuh angka 90 persen. Kegiatan utama di kelurahan ini difokuskan pada pembangunan kamar garin berukuran 4 x 6 meter dengan total luas bangunan 24 meter persegi di lingkungan Masjid Al Muttaqin yang berada di RT 03 RW 06 Kabun Pulasan.

Semangat Gotong Royong Manunggal Sakato | annisa intan

Perkembangan Sektor Infrastruktur Kelurahan Lain

Pergerakan serupa terlihat di Kelurahan Campago Guguk Bulek yang memasuki hari ke-20 pelaksanaan program. Warga setempat memfokuskan pengerjaan pada fasilitas umum dan akses jalan raya untuk mendongkrak perekonomian lokal.

Pembangunan gedung serba guna baru di RW II Guguk Randah telah mencapai kemajuan fisik sebesar 54 persen dengan pelibatan aktif 12 orang tenaga gotong royong harian. Swadaya masyarakat dalam bentuk penyediaan dana konsumsi yang terkumpul tercatat senilai Rp19.518.000.

Kelurahan Campago Guguk Bulek juga menggarap proyek tambahan berskala besar berupa pembukaan jalan baru di kawasan Talao. Infrastruktur jalan ini dirancang sepanjang 600 meter dengan lebar mencapai 6 meter, di mana estimasi nilai proyeknya mencapai Rp4,8 miliar dan pengerjaannya saat ini sudah menyentuh angka 95 persen.

Rincian Anggaran dan Proyek Wilayah

Program kemanunggalan ini tidak hanya berjalan di wilayah perkotaan seperti Bukittinggi, melainkan juga diadopsi secara rutin di tingkat nagari atau desa di Sumatera Barat. Pola pendanaan mengandalkan kombinasi bantuan pemerintah dan iuran swadaya warga setempat.

Sebagai gambaran perbandingan skala pengerjaan fisik dan pendanaan kemitraan masyarakat di beberapa titik wilayah, berikut adalah data keterlibatan warga dan capaian proyek:

Daftar Capaian Fisik dan Swadaya Manunggal Sakato
Lokasi KegiatanJenis ProyekNilai Swadaya / DanaCapaian Fisik
Kota Bukittinggi39 Pokok & 51 TambahanRp6,03 MiliarHampir 100%
Kel. Puhun TembokPembangunan Kamar Garin 24 m²90%
Kel. Campago Guguk BulekPembukaan Jalan Baru Talao 600 mRp4,8 Miliar95%
Kel. Campago Guguk BulekGedung Serba Guna RW IIRp19.518.000 (Konsumsi)54%
Nagari Lunang Selatan & Lunang SatuPerluasan TPU Eks. Tanjung BeringinRp24.000.000Selesai

Pada tingkat pemerintahan nagari, skema bertajuk Manunggal Sakato dua nagari juga diaplikasikan untuk menyelesaikan fasilitas sanitasi dan pemakaman. Nagari Lunang Selatan dan Nagari Lunang Satu menggalang dana bersama sebesar Rp24 juta untuk memperbaiki dan memperluas Lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Eks. Tanjung Beringin di Kampung Tegal Sari, Nagari Lunang Satu.

Selain proyek infrastruktur berskala besar, Nagari Lunang Selatan menerapkan Manunggal Sakato sebagai kegiatan rutin pembinaan mental masyarakat. Kegiatan ibadah keagamaan rutin dilaksanakan secara bergilir di seluruh masjid wilayah tersebut setiap 3 bulan sekali.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow