Kementerian PKP Dorong Budaya Masohi Ambon untuk Sukseskan Rumah Rakyat

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman atau PKP menegaskan pentingnya mengadopsi tradisi gotong royong lokal guna menyukseskan target pembangunan hunian bagi masyarakat pada Kamis, 9 Juli 2026. Salah satu nilai luhur yang diadopsi secara nasional adalah Masohi yang merupakan istilah gotong royong dari Ambon, Provinsi Maluku. Menteri PKP menyebut penyediaan hunian nasional tidak dapat bertumpu pada anggaran pemerintah semata, melainkan butuh keterlibatan aktif semua pihak secara komunal.

Nilai kebersamaan ini tercermin kuat dalam maksud dari istilah masohi maluku yang menjunjung tinggi keringanan tangan untuk membantu sesama tanpa pamrih. Berdasarkan catatan sejarah dan budaya setempat, istilah gotong royong daerah Maluku ini melekat pada aktivitas sosial, mulai dari mendirikan rumah hingga mengolah lahan. Tradisi gotong royong ambon ini berpusat pada pemenuhan kepentingan bersama dengan asas kekeluargaan yang kokoh.

Penerapan nilai tradisi ini tidak hanya terbatas pada kegiatan fisik di perdesaan, melainkan telah merambah ke sektor ilmiah dan formal. Sebagai contoh, DPD Maluku Forum Dosen Indonesia mengabadikan filosofi ini dengan menyiapkan arena ekspresi tulisan ilmiah lewat peluncuran Vol 1 No 1 (2020) Jurnal Masohi sejak awal tahun 2020 silam.

Catatan Kompas Ambon - warga ambon gotong Royong galang donasi untuk palu | REPUBLIC OF SINNERS

Implementasi Gotong Royong dalam Sektor Infrastruktur dan Perumahan

Filosofi masohi dinilai relevan dengan tantangan pembiayaan perumahan nasional saat ini yang memerlukan kolaborasi sektor publik dan swasta. Pemerintah menargetkan program 3 juta rumah prabowo per tahun yang dibagi atas 2 juta unit di wilayah perdesaan serta 1 juta unit di wilayah perkotaan.

Kebutuhan rumah rakyat yang sangat besar ini harus disiasati dengan skema kemitraan karena keterbatasan anggaran negara yang tersedia di APBN. Anggaran kementerian pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan, sehingga membutuhkan partisipasi aktif berbagai elemen.

Data Anggaran dan Target Rumah Rakyat

Berikut adalah perbandingan anggaran pembangunan rumah oleh pemerintah beserta skema luas proyek perumahan gotong royong yang berjalan di lapangan:

Tabel Anggaran dan Proyek Perumahan Rakyat
Kategori ParameterNilai Anggaran / Target Proyek
Anggaran Rumah Pemerintah Tahun 2024Rp14 triliun
Target Maksimal Rumah Pemerintah Tahun 2024200 ribu rumah
Anggaran Kementerian Tahun 2025Rp5,078 triliun
Jumlah Rumah Rakyat Tangerang (Desa Sukawali)250 unit rumah
Luas Lahan Hibah Proyek Tangerang2,5 hektare

Sinergi Lahan Hibah dan Target Penyelesaian Proyek

Penerapan contoh gotong royong daerah maluku dalam skala nasional terlihat dari proyek perumahan gratis di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Proyek pembangunan 250 unit rumah di atas lahan 2,5 hektare tersebut memanfaatkan lahan hibah dari PT Bumi Samboro Sukses.

Kerja sama lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa penyediaan rumah gratis dapat diwujudkan tanpa sepenuhnya membebani kas negara. Sesuai dengan jadwal pengerjaan, proyek perumahan gratis di Tangerang ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Oktober 2025.

Dampak Budaya Masohi pada Sektor Pendukung Ekonomi

Selain perumahan, budaya kerja sama komunal ini turut menopang stabilitas sektor riil lainnya di Maluku, seperti perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara atau PPN Ambon. Aktivitas pelabuhan komersial yang padat membutuhkan keterpaduan kerja dari para nelayan tradisional hingga pelaku industri besar.

Aktivitas ekonomi perikanan laut di wilayah Ambon tercatat mengalami fluktuasi pertumbuhan yang signifikan dari tahun ke tahun, sebagai berikut:

  • Tahun 2013: Produksi perikanan tangkap yang didaratkan di PPN Ambon mencapai sebesar 8.214.500 Ton dengan porsi pemasaran ekspor sebesar 2.756.808 ton.
  • Tahun 2017: Volume produksi perikanan tangkap melonjak hingga sebesar 73.901.742 Ton dengan serapan pasar ekspor mendominasi sebesar 71.589.717 ton.
  • Kondisi Armada: Aktivitas pelabuhan harian saat ini masih didominasi oleh kunjungan dan operasional armada penangkapan ikan skala besar berukuran di atas 30 GT.

Menteri PKP menambahkan bahwa nilai luhur apa nama gotong royong di ambon ini akan terus diintegrasikan ke dalam berbagai kebijakan pembangunan infrastruktur berbasis komunitas. Keterlibatan masyarakat secara aktif terbukti mampu mempercepat penyelesaian fasilitas publik sekaligus menjaga kesinambungan perawatan bangunan di masa mendatang.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow