Aturan Huruf Miring EYD Mengapa Banyak Penulis Masih Salah Pakai

Smallest Font
Largest Font

Mengetahui aturan huruf miring eyd secara tepat sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi penulis, editor, bahkan praktisi komunikasi formal saat menyusun naskah bahasa Indonesia. Penggunaan elemen tipografi ini bukan sekadar urusan estetika visual visual, melainkan bagian dari kepatuhan regulasi kebahasaan yang diatur resmi oleh pemerintah.

Kesalahan kecil dalam memiringkan satu kata bisa mengubah persepsi keterbacaan dokumen Anda secara drastis.

Dari pengalaman saya menangani penyuntingan dokumen formal, banyak orang keliru membedakan kapan suatu kata harus dimiringkan dan kapan harus tetap tegak. Oleh karena itu, panduan teknis ini akan membedah langkah demi langkah penerapan huruf miring berdasarkan kaidah terbaru yang berlaku saat ini.

Berdasarkan pedoman resmi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam EYD V, terdapat tiga fungsi utama dari penggunaan huruf miring. Kita akan membahas cara menerapkannya satu per satu ke dalam naskah Anda.

1. Menuliskan Judul Buku, Majalah, dan Surat Kabar

Langkah pertama adalah mengidentifikasi judul media publikasi yang Anda kutip di dalam kalimat. Pastikan Anda memiringkan judul buku, majalah, atau surat kabar secara utuh, termasuk dalam daftar pustaka.

Mari kita lihat contoh konkritnya:

  • Majalah Bahasa dan Sastra menerbitkan artikel itu.
  • Berita tersebut pertama kali muncul di surat kabar Kedaulatan Rakyat.
  • Edisi kelima cetakan kedua Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diterbitkan di Jakarta oleh Balai Pustaka pada tahun 2018.

Perhatikan bahwa nama lembaga penerbit seperti Balai Pustaka tetap ditulis tegak karena merupakan nama diri, bukan judul publikasi.

2. Menegaskan atau Mengkhususkan Huruf, Bagian Kata, Kata, atau Kelompok Kata

Langkah kedua digunakan ketika Anda ingin memberikan penekanan khusus pada bagian teks tertentu agar pembaca langsung menangkap maksud spesifik Anda. Ini sering dijumpai dalam teks analisis bahasa atau instruksi teknis.

Dalam kasus yang sering saya temui, penulis sering kali lupa memiringkan huruf tunggal yang sedang dibahas fungsinya.

Contoh penerapannya:

  • Huruf terakhir dari kata tanggulang adalah g.
  • Kata dasar tersebut jika diberi imbuhan pe(N)- dan -an menjadi kata penanggulangan yang berubah jenis kata menjadi nomina atau kata benda.
  • Dalam bab ini tidak dibahas mengenai kata benda atau contoh kata nomina secara mendalam.

3. Menuliskan Kata atau Ungkapan dalam Bahasa Daerah atau Bahasa Asing

Langkah ketiga adalah memisahkan istilah non-bahasa Indonesia baku dari teks utama. Ini mencakup bahasa daerah, bahasa asing, hingga istilah ilmiah biologi atau kedokteran.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah penulis mengira nama diri orang asing atau nama lembaga asing juga harus dimiringkan. Padahal, nama diri seperti nama orang, merek, atau lembaga tetap ditulis tegak.

Contoh yang benar:

  • Penyair itu mengungkapkan perasaan lewat citraan yang mendalam.
  • Sinetron Keluarga Cemara ditayangkan sebanyak belasan episode di televisi.
  • Kita harus memahami makna kiasan dari ungkapan angkat bicara yang berarti mulai bicara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Langkah Huruf Miring Fundamental Bahasa Indonesia Alternatifa | Bank Soal kejarcita

Cara Menulis Bahasa Asing di Komputer dengan Cepat

Setelah memahami kaidah linguistiknya, tantangan berikutnya adalah aspek teknis eksekusi di perangkat digital. Mengetik ratusan kata asing secara manual satu demi satu tentu tidak efisien.

Berikut adalah urutan langkah mengotomatiskan atau mempercepat cara menulis bahasa asing di komputer menggunakan aplikasi pengolah kata seperti Microsoft Word:

Sangat melelahkan jika Anda harus menyeleksi teks satu per satu.

  1. Buka dokumen naskah Anda yang sudah selesai diketik di Microsoft Word.
  2. Tekan tombol kombinasi Ctrl + H pada papan ketik Anda untuk membuka jendela "Find and Replace".
  3. Pada kolom "Find what", masukkan kata asing yang ingin Anda ubah (misalnya kata dari bahasa asing yang berulang).
  4. Klik pada kolom "Replace with", lalu masukkan kembali kata yang sama persis.
  5. Tanpa memindahkan kursor dari kolom "Replace with", tekan tombol kombinasi Ctrl + I. Anda akan melihat keterangan "Font: Italic" muncul di bawah kolom tersebut.
  6. Klik tombol "Replace All" untuk mengubah semua kata tersebut menjadi bercetak miring secara instan di seluruh dokumen.

Panduan Penggunaan Elemen Tipografi Berdasarkan Jenis Teks

Penggunaan huruf miring bervariasi tergantung pada genre tulisan yang sedang Anda kerjakan. Struktur penulisan artikel ilmiah tentu berbeda dengan penulisan teks sastra atau puisi.

Di bawah ini adalah ringkasan aturan pelengkap yang membedakan penulisan huruf miring pada teks sastra dan teks berita ilmiah:

Perbandingan Aturan Huruf Miring pada Teks Sastra dan Teks Berita Ilmiah
Elemen PenulisanKonteks Teks Sastra (Puisi/Prosa)Konteks Teks Berita / Ilmiah
Istilah Asing / DaerahDimiringkan untuk estetika rasaWajib miring sesuai KBBI
Judul Karya InternalJudul puisi dalam buku tetap tegakJudul jurnal/buku wajib miring
Kutipan LangsungBisa memakai miring untuk dialog batinWajib tegak menggunakan tanda kutip
Penekanan MaknaMenggunakan citraan kata tertentuMenggunakan fungsi penegasan istilah

Secara khusus, dalam menganalisis karya sastra, Anda mungkin sering menghadapi pertanyaan seperti apa itu citraan puisi atau jenis jenis citraan dalam puisi dan contohnya. Saat menuliskan analisis tersebut, istilah citraan itu sendiri tetap tegak jika menggunakan bahasa Indonesia formal.

Berdasarkan data kebahasaan, citraan secara umum dikelompokkan menjadi 7 macam, yaitu citraan penglihatan, pendengaran, penciuman, pencecapan, rabaan, pikiran atau intelektual, dan gerak.

Ketika Anda mengutip penggalan bait puisi yang mengandung citraan tersebut ke dalam artikel ilmiah, barulah penggalan kalimat puisi tersebut dicetak miring untuk membedakannya dengan teks ulasan Anda.

Dampak Salah Ketik Huruf Miring pada Google Discover

Bagi para pengelola media digital dan praktisi SEO, kepatuhan terhadap aturan huruf miring eyd bukan lagi sekadar masalah nilai pelajaran bahasa Indonesia. Google menggunakan algoritma canggih untuk menilai kualitas konten melalui standar E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness).

Dokumen atau artikel yang berantakan dalam penerapan ejaan bahasa baku cenderung dinilai memiliki kualitas rendah oleh sistem pemeringkatan otomatis.

Saat robot perayap membaca teks dokumen Anda, penulisan istilah asing yang tidak dimiringkan bisa dianggap sebagai kesalahan ketik atau typo. Akibatnya, skor keterbacaan artikel menurun, dan peluang artikel Anda untuk didistribusikan ke Google Discover menjadi jauh lebih kecil.

Memastikan konsistensi penulisan huruf miring pada istilah asing, judul referensi, serta penekanan nomina menunjukkan bahwa konten tersebut diproduksi oleh seorang profesional yang kredibel di bidangnya.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed