Bukan Surat Biasa, Kenapa Unsur Ini Malah Bikin Lamaran Kerja Ditolak?
Menulis berkas lamaran sering kali memicu pertanyaan tentang format penulisan surat lamaran kerja resmi yang benar agar menarik perhatian tim rekrutmen. Banyak pencari kerja terjebak memasukkan komponen emosional yang sebenarnya keliru. Kekeliruan ini membuat berkas Anda terkesan tidak profesional di mata HRD.
Ketika meninjau ratusan dokumen pelamar, kesalahan paling umum yang saya temui adalah masuknya poin-poin yang tidak relevan. Banyak pelamar mengira semua ucapan santun harus masuk ke dalam lembar dokumen utama.
Padahal, dokumen formal memiliki batasan yang sangat ketat.
Berdasarkan materi evaluasi yang sering muncul, ucapan terima kasih secara berlebihan tidak termasuk dalam unsur-unsur resmi surat lamaran pekerjaan. Bagian ini sering disalahartikan sebagai bagian dari penutup yang wajib ada. Padahal, ucapan terima kasih yang ditempatkan sebagai sub-bab tersendiri justru merusak struktur formal dokumen.
Surat lamaran adalah penawaran keahlian, kemampuan, atau jasa terhadap suatu perusahaan atau instansi tertentu. Konsep ini ditegaskan oleh Yoce Aliyah Kosasih dalam buku Menulis Surat Dinas Lengkap yang diterbitkan pada tahun 2009. Oleh karena itu, isinya harus fokus pada nilai jual Anda, bukan kalimat basa-basi.
Mari kita bedah apa saja isi surat lamaran pekerjaan yang sah melalui tabel komponen berikut.
| Kategori Komponen | Unsur yang Benar dan Wajib | Unsur yang Salah (Bukan Unsur Surat) |
|---|---|---|
| Bagian Pembuka | Tempat dan tanggal penulisan, Alamat tujuan | Kisah latar belakang keluarga pelamar |
| Bagian Isi (Tesis) | Identitas diri, Posisi yang dilamar | Daftar keluhan tempat kerja sebelumnya |
| Bagian Argumentasi | Kualifikasi, Keahlian yang relevan | Klaim subjektif tanpa bukti dokumen |
| Bagian Penutup | Salam penutup, Tanda tangan, Nama terang | Ucapan terima kasih terpisah yang bertele-tele |
Memahami tabel di atas akan membantu Anda menghindari elemen yang tidak perlu. Jangan mencampuradukkan dokumen profesional dengan surat pribadi.
Sistematika Tiga Unsur Utama Menurut Pakar Bahasa
Penyusunan dokumen ini tidak boleh dilakukan sembarangan karena menjadi alat komunikasi identitas pelamar untuk bahan pertimbangan seleksi. Menurut Sumiati dalam buku Isi dan Sistematika Surat Lamaran Pekerjaan Bahasa Indonesia yang terbit tahun 2020, terdapat tiga unsur utama yang wajib dipenuhi.
1. Tesis atau Bagian Awal
Tesis merupakan bagian pengantar yang memberikan gambaran umum mengenai diri pelamar. Di sinilah Anda meletakkan fondasi dokumen.
Kerangka bagian tesis meliputi:
- Kepala surat atau tempat dan tanggal penulisan dokumen.
- Alamat instansi atau perusahaan yang dituju secara spesifik.
- Salam pembuka formal yang sopan.
- Pembuka surat yang menyatakan informasi sumber panduan kerja atau informasi dasar lowongan.
Dari pengalaman saya menangani berbagai berkas rekrutmen, kegagalan di tahap awal ini biasanya terjadi karena pelamar lupa menuliskan posisi yang dilamar secara jelas.
2. Argumentasi
Bagian argumentasi berfungsi sebagai bukti tertulis permohonan pekerjaan. Di sini, Anda menyajikan data pendukung yang kuat untuk meyakinkan perusahaan.
Sumiati dalam Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia tahun 2020 menyebutkan bahwa argumentasi harus berisi informasi yang padat. Anda wajib melampirkan berkas pendukung seperti ijazah, transkrip nilai, sertifikat keahlian, hingga pasfoto terbaru sebagai bukti historis pelamar.
Pastikan setiap dokumen pendukung terikat langsung dengan posisi yang Anda incar.
3. Penegasan
Penegasan merupakan bagian akhir yang berfungsi membulatkan keinginan Anda untuk bergabung. Bagian ini menjadi penutup dari struktur surat lamaran kerja apa saja yang standar.
Di sini, Anda cukup menuliskan salam penutup yang ringkas, tanda tangan basah atau elektronik yang sah, serta nama terang Anda sesuai kartu identitas. Ingat, jangan menambahkan deklarasi janji setia atau ucapan terima kasih yang panjang.
"Surat lamaran pekerjaan berfungsi sebagai dokumen atau surat resmi yang disusun oleh pencari kerja untuk diajukan ke badan usaha, instansi, atau perusahaan guna mendapatkan pekerjaan."
Panduan Bagaimana Ciri Kebahasaan Surat Lamaran Kerja yang Benar
Setelah memahami strukturnya, langkah berikutnya adalah menguasai contoh kebahasaan surat lamaran pekerjaan. Bahasa yang Anda gunakan mencerminkan karakter dan profesionalisme Anda.
Ikuti urutan langkah taktis berikut untuk menyusun aspek kebahasaan Anda:
- Gunakan Bentuk Surat Standar: Pastikan Anda menggunakan tata letak formal seperti model block style atau semi-block style yang lazim digunakan di Indonesia.
- Terapkan Bahasa dan Tanda Baca yang Benar: Periksa kembali penggunaan huruf kapital pada nama tempat, gelar, dan nama perusahaan. Hindari kesalahan ketik sekecil apa pun.
- Pilih Kata-Kata yang Sopan dan Jelas: Hindari penggunaan istilah gaul atau kalimat yang bermakna ganda agar tidak membingungkan pembaca.
- Tulis Secara Singkat, Padat, dan Komunikatif: Jangan mengulang informasi yang sudah tertera jelas di dalam daftar riwayat hidup (CV) Anda.
Kesalahan umum yang saya lihat adalah pelamar cenderung menggunakan kalimat pasif secara berlebihan. Gunakan kalimat aktif yang menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang mengambil inisiatif.
Memastikan dokumen Anda bersih dari unsur non-formal seperti ucapan terima kasih yang berlebihan akan membuat profil Anda langsung menonjol secara positif di meja kerja para perekrut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow