Pentingnya Self-Disclosure Bagi Karyawan Baru dalam Membangun Relasi Kerja

Smallest Font
Largest Font

Buat kamu yang baru diangkat menjadi karyawan baru, sepertinya perlu mempertimbangkan hal ini dengan bijaksana. Di tempat kerja, karyawan dituntut untuk profesional, produktif, dan menjaga batas antara urusan pribadi dengan pekerjaan.

Namun di sisi lain, karyawan adalah makhluk sosial yang butuh relasi sosial dan rasa saling percaya dengan rekan kerja. Di sinilah peran self-disclosure atau pengungkapan diri, sebagai sarana karyawan untuk saling percaya dan membangun relasi sosial.

Apa Itu Self Disclosure?

Menurut Joseph A DeVito (2018), self disclosure adalah proses mengungkapkan informasi pribadi tentang diri sendiri kepada orang lain. Hal yang diungkapkan dapat berupa pikiran, perasaan, pengalaman, atau aspek lain dari diri sendiri yang bersifat pribadi. Dengan self-disclosure, individu memberi kesempatan pada orang lain untuk dapat lebih mengenal individu sehingga akan membantu kelancaran dalam menjalin komunikasi dan bekerja sama.

Namun, self-disclosure juga dapat menjadi pedang bermata dua jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Bisa saja orang lain memanfaatkan informasi yang diberikan oleh individu untuk kepentingan orang lain tersebut. Jadi, self-disclosure yang sudah dilakukan individu sampai titik tertentu justru merugikan individu itu sendiri.

Dalam konteks kerja, self-disclosure dapat membantu karyawan membangun kepercayaan dengan rekan kerja, meningkatkan kesadaran diri (self-awereness) karyawan dan kemampuan untuk bekerja sama dalam tim. Self-disclosure sangat penting untuk membangun hubungan yang kuat di antara para karyawan. Kekompakan tim kerja tidak dapat diragukan lagi dapat meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja karyawan.

Tentu saja karyawan perlu memahami kapan dan bagaimana mengungkapkan diri dengan tepat, agar tidak merusak hubungan atau reputasi mereka di tempat kerja yang dapat berdampak membuat tim kerja menjadi tidak produktif. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pentingnya self-disclosure dalam konteks kerja, tips atau strategi untuk melakukan self- disclosure yang efektif dan aman.

Dalam self-disclosure, individu melakukan proses pengungkapan diri secara sadar dan sengaja kepada orang lain. Informasi yang dikemukakan mencakup hal-hal yang lebih bersifat pribadi yang umumnya tidak individu kemukakan pada orang lain. Misalnya, kita adalah seorang karyawan dengan pribadi yang takut gagal. Kita selalu menutupi sifat ini, tidak mengemukakannya pada orang lain, karena khawatir dapat merusak reputasi di kantor. Tetapi pada seorang karyawan yang merupakan sahabat kita, kita berani mengungkapkan rasa takut gagal tersebut yang merupakan kelemahan kita.

Selanjutnya, dalam self-disclosure juga tidak ada keterpaksaan, jadi sifatnya suka rela. Tidak ada yang mengharuskan atau meminta individu untuk melakukan self-disclosure, semua dilakukan atas inisiatif atau kemauan individu sendiri. Hal yang dikemukakan juga umumnya bukan berupa informasi yang dapat diperoleh dari orang lain, kecuali disampaikan oleh dirinya sendiri. Seperti rasa takut akan kegagalan tadi, seseorang tidak mendapat informasinya dari orang lain, melainkan mendapatkannya dari individu sendiri.

Karakteristik Self Disclosure

Self-disclosure memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Selektif, yaitu individu secara sadar dan sengaja memilih apa yang ingin diungkapkan dan apa yang tidak.

2. Bertahap, yaitu pengungkapan diri terjadi secara bertahap. Individu mengungkapkan hal-hal mulai dari yang tidak terlalu pribadi sampai dengan yang sangat pribadi.

3. Simetris, yaitu pengungkapan diri yang dilakukan individu pada umumnya akan dibalas dengan pengungkapan diri yang sama oleh orang lain (ada timbal balik).

4. Relasional, yaitu pengungkapan diri dapat memperkuat hubungan individu dengan orang lain.

Dengan karakteristik yang dimiliki oleh self-disclosure ini, maka dapat dipahami bahwa perlu ada rasa percaya terhadap karyawan lain sebagai target tempat seorang karyawan mengungkapkan dirinya. Oleh karena itu, self-disclosure umumnya akan dilakukan oleh karyawan yang sudah saling kenal satu dengan lainnya.

Bagaimana bila self-disclosure dilakukan oleh karyawan tanpa memperhatikan keempat karakteristik tersebut di atas? Misalnya, karyawan A yang tidak memiliki hubungan akrab dengan karyawan B, mengungkapkan informasi tentang dirinya yang bersifat pribadi kepada karyawan B. Bila demikian halnya maka yang terjadi adalah munculnya perasaan tidak nyaman atau canggung pada Karyawan B. Hal ini berpotensi dapat mengganggu hubungan keduanya.

Manfaat dan Kerugian Self Disclosure

Untuk mengetahui kapan dan bagaimana sebaiknya self-disclosure dilakukan di tempat kerja, ada baiknya kita lihat terlebih dahulu apa manfaat dan kerugian dari self-disclosure.

Manfaat Self Disclosure

1. Self knowledge

Self-disclosure dapat membantu karyawan untuk lebih memahami diri sendiri (meningkatkan self-awereness).

2. Coping abilities

Dengan self-disclosure, karyawan lain jadi lebih mengenal individu dan dapat memberikan masukan yang tepat. Pada akhirnya, individu menjadi lebih mampu menyelesaikan masalahnya di tempat kerja.

3. Relieve stress

Dengan mengungkapkan perasaan dan pikiran, akan membantu mengurangi rasa cemas pada karyawan.

4. Effective communication

Self-disclosure dapat menguragi kesalahpahaman sehingga membantu meningkatkan komunikasi yang efektif di antara para karyawan.

5. Relational depth

Dengan self-disclosure, karyawan dapat membangun kepercayaan dan keakraban dengan karyawan lain sehingga terjalin hubungan yang lebih dalam.

Kerugian Self Disclosure

1. Personal and social rejection

Self-disclosure dapat membuat karyawan rentan akan penolakan dan kritik.

2. Material and non-material looses

Informasi yang diungkapkan oleh seorang karyawan kepada rekannya, dapat saja dimanfaatkan oleh rekannya untuk kepentingan dirinya sendiri. Misalnya, ide yang diungkapkan oleh karyawan tersebut dipakai oleh rekannya sehingga yang mendapat nama baik dari perusahaan adalah rekannya. Hal ini dapat menyebabkan kerugian, baik materi mau pun non-materi, pada karyawan yang melakukan self-disclosure tersebut.

3. Loos of privacy

Mengungkapkan informasi pribadi dapat membuat individu kehilangan privasi, dan sekali sudah diungkapkan tidak bisa ditarik kembali (cannot be reversed).

4. Damaged relationship

Self-disclosure yang tidak tepat dapat merusak hubungan dengan orang lain. Misalnya, seorang karyawan selalu mengungkapkan keberhasilan-keberhasilan dirinya di tempat kerja kepada rekannya yang sering mengalami kegagalan dalam tugasnya. Hal ini dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman pada rekannya. Selain itu, terlalu banyak mengungkapkan diri pada rekan kerja juga dapat membuat rekan kerjanya tidak nyaman sehingga mengganggu hubungan profesional yang ada.

Kerugian dari self-disclosure tentu saja dapat diminimalkan dengan melakukan pengungkapan diri yang tepat, porsi dan tempatnya pas. Melakukan self-disclolsure terlalu sering dan ke siapa saja bisa menjadi bumerang, sementara terlalu sedikit atau tidak sama sekali bisa membuat seorang karyawan terlihat seperti orang yang tertutup. Self-disclosure yang tepat, dapat membangun trust antarkaryawan yang menjadi dasar dari terbentuknya kerja sama yang baik dalam tim kerja.

Tips Self Disclosure yang Tepat di Tempat Kerja

Tips atau strategi menggunakan self-disclosure yang tepat di dunia kerja:

1. Motivation

Sadari niat kita di balik melakukan pengungkapan diri. Apakah ingin menjalin hubungan lebih akrab, ingin minta dukungan, ingin membagi pengalaman berharga di tempat kerja, atau ada hal lain. Motivasi yang tidak sehat adalah bila kita sekedar ingin mencari perhatian, atau ingin melampiaskan emosi, ingin memanipulasi, atau sekedar bergosip.

2. Appropriateness

Lihat kepantasannya, apakah ini adalah orang, waktu, dan tempat yang tepat untuk mengungkapkan diri. Orang yang tepat, berarti kita harus melihat siapa orang yang diajak berbicara, apakah cukup dekat hubungannya dengan kita. Jangan mengungkapkan diri dengan orang yang tidak dekat dengan kita karena kurang dapat dipertanggungjawabkan akan menjaga informasi yang kita ungkapkan.

Waktu yang tepat, jangan mengungkapkan diri pada orang yang sedang terburu-buru. Pastikan bahwa orang itu punya waktu dan bersedia mendengarkan kita. Tempat yang tepat, lakukan pengungkapan diri di tempat yang privat, jangan di tempat terbuka, apalagi di grup WhatsApp atau media sosial lainnya.

3. Mutual disclosures

Pengungkapan diri yang sehat sebaiknya saling berbalas. Kalau kita melakukan pengungkapan diri terhadap seseorang sifatnya satu arah aja, artinya orang tersebut tidak pernah membuka diri pada kita, maka akan membuat suasana menjadi tidak nyaman dan hubungan tetap dangkal. Dengan demikian, akan sulit tercapai manfaat yang sesungguhnya dari pengungkapan diri, di antaranya untuk membangun relasi sosial yang akrab, saling percaya, dan mendukung tim kerja yang solid.

4. Possible burdens on the other

Beban yang mungkin ditimpakan ke orang lain harus kita pertimbangkan dalam melakukan pengungkapan diri. Misalnya, mengungkapkan adanya beban kerja yang tinggi kepada orang yang sedang stres karena pekerjaan adalah kurang tepat. Jangan sampai, pengungkapan diri kita justru akan menambah beban bagi orang lain.

Self-disclosure di tempat kerja bukanlah semata tentang membuka rahasia pribadi kepada rekan kerja, melainkan tentang berbagi informasi yang relevan, jelas, dan memecahkan masalah untuk membangun kepercayaan serta kelancaran kerja tim.

Self-disclosure di tempat kerja merupakan hal yang baik, asalkan dilakukan dengan motivasi yang sehat, menyesuaikan dengan orang, waktu, dan tempatnya. Self-disclosure dapat menjadi sarana yang baik untuk menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif tanpa mengorbankan profesionalisme.

*) Dra. Sri Fatmawati Mashoedi, M. Si., Psikolog.

Video Poltracking: Kepercayaan Publik ke Pemerintahan Prabowo-Gibran 81,5 %

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow