Bima Arya Soroti Evaluasi Makan Bergizi Gratis di UI Depok
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis saat menghadiri acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (3/8), seperti dilansir dari Detikcom.
Pernyataan tersebut disampaikan usai seorang mahasiswa Ilmu Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya mempertanyakan prioritas pemerintah antara pengembangan pendidikan dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mahasiswa tersebut menyoroti masih banyaknya calon mahasiswa yang terkendala biaya pendidikan, lalu melayangkan pertanyaan mengenai prioritas kebijakan pemerintah kepada Wamendagri.
"Ini adalah sebuah pernyataan dan pernyataan ini berkesinambungan dengan pertanyaan saya. Pertanyaan saya singkat saja, Bapak yang sangat saya hormati, izinkan saya bertanya. Menurut Bapak mana yang lebih penting, pengembangan pendidikan atau pengembangan makan bergizi gratis?" tanya mahasiswa tersebut.
Bima Arya memberikan apresiasi atas keberanian mahasiswa menyuarakan pandangannya dalam forum resmi universitas tersebut.
"Jawabanya jelas, pendidikan penting dan MBG harus dikoreksi," jawab Bima Arya.
Ia menilai target utama MBG sangat baik, namun pelaksanaannya di lapangan masih menemui kendala eksekusi yang perlu diperbaiki.
"Jadi hari ini kita maksimal habis-habisan untuk mengoreksi. Mana yang perlu dikoreksi untuk mengawal agar semua bisa merasakan," jelasnya.
Wamendagri menambahkan bahwa langkah koreksi terhadap program prioritas ini sesuai dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi mencegah penyimpangan.
"Tadi pagi saya baru rapat bersama Kepala BGN dan Pak Mendagri. Nah itu kita perbaiki. Supaya tidak ada jual-beli titik. Kemudian supaya terbangun rantai suplainya, ekosistemnya terbangun," tuturnya.
Pemerintah menargetkan penyaluran program nutrisi ini agar tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah terdepan dan tertinggal.
"Pelaksanaan MBG ini harus betul-betul kita kawal tata kelolanya. Yang intinya adalah bagaimana yang tidak mampu di daerah 3T, yang paling pinggir itu, itu kemudian nutrisi dan gizinya bisa ditingkatkan," jelasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow