BMKG Klasifikasi Fenomena Suhu Dingin Ekstrem Dataran Tinggi Dieng
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi laporan warga mengenai suhu dingin ekstrem yang mencapai minus 6 derajat Celsius di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, pada Kamis (9/7/2026) lalu, dilansir dari Detikcom.
Pengukuran suhu rendah tersebut rupanya bukan merepresentasikan temperatur udara secara umum di wilayah tersebut. Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, Guruh Tjiptanto memaparkan bahwa data tersebut diambil dari area vegetasi terendah.
"Suhu nol derajat atau minus memang terjadi, namun itu bukan suhu udara, melainkan suhu minimum rumput, yaitu termometer yang dipasang di permukaan rumput," jelas Guruh, dilansir Antara pada Sabtu (18/7).
Kemunculan hawa dingin di bawah titik beku ini selaras dengan kehadiran kristal es yang menutupi tanaman setempat. Kondisi gersang diprediksi memperbesar peluang terjadinya fenomena alam unik tersebut.
"Semakin kemaraunya kering atau di bawah normal sifatnya maka kemungkinan embun upas akan lebih sering terjadi, apalagi ini belum di puncak kemarau. Puncak kemarau di Agustus nanti, bahkan di September pun masih kering kemaraunya," jelasnya.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aris Pramudia menerangkan pembentukan kristal es atau frost dipengaruhi oleh ketinggian wilayah di atas 2.000 mdpl, langit cerah tanpa awan, angin tenang dini hari, serta topografi wilayah yang berbentuk cekungan sehingga udara dingin terperangkap di dasar.
Kehadiran kristal es di kawasan Dieng menimbulkan dampak langsung pada komoditas pertanian hortikultura, terutama tanaman kentang, yang menjadi andalan petani lokal.
"Di dataran tinggi Dieng, tanaman eksisting adalah tanaman pertanian hortikultura atau perkebunan dataran tinggi, seperti kentang, sayuran, teh, dan lainnya," terangnya.
Di sisi lain, keunikan fenomena alam ini menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik yang ingin merasakan atmosfer membeku di Indonesia, sehingga memicu pergeseran fungsi kawasan.
"Hal yang menjadi perhatian bersama adalah terdapat konflik kebutuhan adanya frost di Dieng antara sektor pertanian dan sektor pariwisata," ucapnya.
Langkah mitigasi diperlukan guna meminimalkan kerugian sektor agro. Beberapa metode antisipasi yang disarankan meliputi penyemprotan air (water sprinkling), pembuatan naungan tanaman, pemasangan mulsa, pengadukan udara buatan, hingga pemanasan langsung pada area tanam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow