Buku EYD Edisi V Atur Cara Penulisan Gelar MM yang Benar Agar Tidak Keliru

Smallest Font
Largest Font

Cara penulisan gelar MM atau Magister Manajemen sering kali memicu kekeliruan di masyarakat akibat ketidakpahaman pada regulasi bahasa terbaru. Kesalahan kecil seperti penempatan tanda titik atau koma bisa berdampak fatal pada legalitas dokumen resmi perpangkatan Anda.

Saya sering melihat banyak lulusan pascasarjana menuliskan singkatan pasca-kelulusan mereka secara asal-asalan di kartu nama atau surat resmi. Padahal, Indonesia memiliki aturan baku yang sangat ketat mengenai standarisasi ini demi menjaga integritas akademik.

Sebagai seorang peninjau yang berfokus pada akurasi dokumen, menurut saya kepatuhan terhadap aturan kebahasaan mencerminkan profesionalisme pemilik gelar tersebut. Mari kita bedah bagaimana aturan formal mengaturnya secara rinci.

Penulisan gelar akademik di Indonesia tidak dibuat berdasarkan selera masing-masing kampus atau individu. Semua diatur melalui keputusan hukum yang mengikat seluruh perguruan tinggi di tanah air.

Pemerintah menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Kepmendiknas) No. 178/U/2001 sebagai acuan utama penulisan gelar akademik. Regulasi ini memisahkan aturan penulisan secara spesifik berdasarkan jenjang pendidikan yang ditempuh.

Berdasarkan Kepmendiknas tersebut, Pasal 7 mengatur tentang ketentuan umum untuk lulusan sarjana dan magister. Sementara itu, Pasal 9 mengatur formula penulisan untuk lulusan doktor serta jabatan akademik Profesor.

Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 178/U/2001 menjadi benteng utama baku mutunya penulisan gelar akademik di Indonesia agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat.

Selain regulasi tingkat nasional, setiap perguruan tinggi juga menerbitkan aturan internal untuk menyelaraskan ijazah lulusannya. Sebagai contoh, Universitas Airlangga menerapkan penyesuaian lewat aturan rektorat.

Kampus tersebut memiliki Peraturan Rektor Nomor 5 tahun 2023, Nomor 17 Tahun 2023, dan Nomor 35 Tahun 2023. Peraturan-peraturan ini secara khusus mengatur kesesuaian gelar di lingkungan Universitas Airlangga (Unair).

Bagaimana Cara Penulisan Gelar MM yang Benar Sesuai EYD Edisi V?

Acuan tertinggi tata bahasa Indonesia saat ini merujuk pada Buku "Kitab EYD Edisi V Terlengkap & Terbaru" yang diterbitkan pada tahun 2023. Buku ini menyempurnakan aturan penulisan singkatan gelar yang sudah ada sebelumnya.

Untuk gelar Magister Manajemen, singkatan yang sah dan diakui secara nasional adalah M.M. dengan dua tanda titik di antara huruf-hurufnya. Masih banyak orang salah menuliskan tanpa titik atau hanya menaruh titik di akhir.

Kombinasi tanda baca yang benar ketika digabungkan dengan nama pemilik adalah menggunakan tanda koma setelah nama, lalu diikuti singkatan gelar. Setiap unsur singkatan gelar wajib diakhiri dengan tanda titik.

Sebagai contoh nyata, penulisan yang tepat adalah Rian Pratama, S.E., M.M. jika pemilik memiliki gelar sarjana ekonomi sebelumnya. Tanda koma berfungsi memisahkan nama dengan gelar, serta memisahkan antar-gelar itu sendiri.

Cara Penulisan Gelar Akademik yang Benar Sesuai EYD | jaljol tipi (Tips & Informasi)

Analisis Kesalahan Umum yang Sering Saya Temukan

Saya sering sekali mendapati penulisan seperti "Rian Pratama MM" atau "Rian Pratama, S.E, M.M" di berbagai surat undangan kerja. Kesalahan pertama adalah hilangnya tanda koma pembatas antara nama asli dengan identitas akademik.

Kesalahan kedua adalah abainya penulisan titik di antara huruf M yang pertama dan kedua. Menurut Kitab EYD Edisi V, penulisan tanpa titik tersebut dianggap tidak baku dan bisa menggugurkan keabsahan administrasi dokumen resmi.

Dampak Fatal Salah Menuliskan Gelar pada Berkas Kerja

Jangan menganggap remeh urusan tanda titik dan koma ini dalam dunia profesional ataupun birokrasi pemerintahan. Tim verifikasi dokumen CPNS atau perusahaan BUMN biasanya sangat ketat dalam menyaring berkas administrasi pelamar.

Kesalahan tulis bisa membuat sistem otomatis mereka menganggap data Anda tidak sinkron dengan data pangkalan pendidikan tinggi. Akibatnya, berkas Anda bisa langsung masuk kotak penolakan hanya karena satu titik yang hilang.

Komparasi Aturan Singkatan Gelar Berdasarkan Jenjang Pendidikan

Agar Anda mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai tata cara penulisan singkatan ini, kita perlu melihat jenjang lain. Aturan Kitab EYD Edisi V tahun 2023 juga mengikat rumpun pendidikan vokasi atau diploma.

Pendidikan diploma memiliki penamaan singkatan yang berbeda secara signifikan dengan rumpun sarjana maupun magister. Format penulisan singkatannya tetap wajib mematuhi kaidah penempatan tanda titik yang presisi.

Berikut adalah tabel ringkasan acuan resmi penulisan gelar berdasarkan rumpun jenjang diploma yang berlaku di Indonesia saat ini:

Penulisan Singkatan Gelar Akademik Jenjang Vokasi Berdasarkan Aturan Resmi
Jenjang ProgramGelar AkademikSingkatan Resmi
D-1 (Diploma Satu)Ahli PratamaA.P.
D-2 (Diploma Dua)Ahli MudaA.M.
D-3 (Diploma Tiga)Ahli MadyaA.Md.
D-4 (Diploma Empat)Sarjana TerapanS.Tr.

Melihat data di atas, pola penulisan diploma selalu menggunakan titik di setiap akhir singkatan kata dasar gelarnya. Pola serupa juga mengikat gelar magister seperti M.M. yang wajib memakai titik ganda.

Fakta Historis Perkembangan Gelar Perguruan Tinggi di Indonesia

Sistem penulisan gelar di Indonesia sebetulnya telah melewati sejarah panjang yang dipengaruhi oleh budaya kolonial. Pemahaman sejarah ini penting agar kita menghargai standarisasi yang kita miliki sekarang.

Pada zaman dahulu, gelar akademik lulusan perguruan tinggi dalam negeri umumnya hanya terdiri dari dua macam. Gelar tersebut diserap langsung dari bahasa Belanda tanpa memandang disiplin ilmu yang diambil mahasiswa.

Masyarakat lawas mengenal sebutan Drs. (Doktorandus) untuk lulusan laki-laki dan Dra. (Doktoranda) untuk lulusan perempuan. Penggunaan gelar ini terasa sangat kaku karena tidak mencerminkan spesifikasi keahlian mutakhir.

Secara etimologi, kata "titel" yang sering digunakan masyarakat untuk menyebut gelar akademik berasal dari kata serapan bahasa Belanda yaitu titulus. Seiring waktu, Indonesia meninggalkan sistem barat tersebut demi efisiensi beralih ke format modern.

Perubahan format kuno menuju format spesifik seperti M.M. bertujuan agar pasar industri langsung mengetahui keahlian lulusan. Rumpun manajemen kini berdiri sendiri, terpisah tegas dari rumpun ilmu sosial lainnya.

Kekurangan Sistem Penulisan Gelar Indonesia Saat Ini

Meskipun regulasinya sudah tertata dalam EYD Edisi V, menurut saya implementasi di lapangan masih menyisakan kelemahan besar. Masalah utama terletak pada minimnya integrasi antara dinas kependudukan dengan pangkalan data kampus.

Banyak masyarakat kesulitan memasukkan gelar M.M. mereka ke dalam Kartu Tanda Penduduk akibat keterbatasan ruang karakter di sistem database lokal. Hal ini memicu variasi penulisan ilegal yang dipaksakan sepihak oleh petugas.

Kelemahan lainnya adalah kurangnya sosialisasi masif mengenai Kitab EYD Edisi V kepada para pelaku industri. Banyak HRD perusahaan masih memaklumi penulisan gelar yang salah, sehingga menurunkan kesadaran masyarakat untuk menulis secara baku.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya ijazah luar negeri yang memiliki format singkatan berbeda, seperti MBA. Ketika disetarakan di dalam negeri, penyelarasan format tulisnya sering kali memicu kebingungan administratif baru.

Pastikan Anda selalu memeriksa kesesuaian penulisan gelar M.M. Anda pada draf ijazah sebelum dicetak oleh pihak kampus. Kekeliruan penulisan tanda titik oleh operator perguruan tinggi akan menjadi beban administrasi yang harus Anda tanggung seumur hidup.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed