Modal Rp10 Juta Untung Rp5 Juta? Ini Cara Hitung Keuntungan Persen Bisnis

Smallest Font
Largest Font

Mengetahui cara menghitung persen keuntungan secara akurat merupakan fondasi utama bagi setiap pelaku usaha agar bisnis tidak mengalami salah urus. Banyak pedagang pemula terjebak mematok harga murah tanpa menyadari bahwa margin laba mereka sebenarnya tergerus oleh biaya operasional tersembunyi.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Persentase dihitung dengan membandingkan pecahan per seratus, didapat dari membagi jumlah sebagian dengan keseluruhannya kemudian dikalikan 100. Metode matematika dasar ini dilansir dari Accurate ID menjadi landasan penting dalam mengukur kesehatan finansial sebuah unit usaha.

Sebelum masuk ke dalam simulasi angka, Anda harus menyamakan persepsi mengenai apa itu laba dan apa itu rugi secara riil. Keuntungan atau laba adalah selisih positif ketika pendapatan atau harga jual lebih tinggi daripada biaya pengeluaran, modal, atau harga beli.

Sebaliknya, kerugian merupakan kondisi ketika harga jual lebih rendah daripada harga beli atau modal awal. Banyak pedagang pemula keliru menganggap bahwa menjual barang dengan harga modal sudah cukup aman asalkan produknya cepat ludes terjual.

Kondisi harga jual sama dengan harga beli juga dikategorikan sebagai kerugian karena tidak ada laba. Faktor non-fisik seperti waktu, tenaga, dan pikiran menjadi tidak terhitung sama sekali dalam ekosistem bisnis tersebut.

Mengenal Komponen Keuntungan Kotor

Keuntungan kotor atau gross profit merupakan selisih antara pendapatan penjualan dengan biaya langsung yang terkait produksi atau penyediaan barang dan jasa. Komponen ini belum dikurangi biaya sewa tempat, gaji karyawan, listrik, atau transportasi pengiriman.

Dari pengalaman saya menangani pembukuan UMKM, kesalahan umum yang sering saya temui adalah menganggap keuntungan kotor sebagai laba bersih yang bisa langsung dibelanjakan. Hal ini berisiko membuat modal berputar Anda perlahan habis tanpa disadari.

[Image of Gross profit margin calculation]

Rumus Matematika Mencari Persentase Laba

Untuk mengetahui tingkat efisiensi bisnis, Anda tidak bisa hanya melihat nominal rupiah dari laba bersih. Anda wajib mengonversinya ke dalam bentuk persentase agar bisa dibandingkan dari bulan ke bulan.

Formula atau rumus persentase keuntungan yang valid adalah:

$$PU = \frac{U}{M} \times 100\%$$

Keterangan dari komponen rumus di atas adalah:

  • PU: Persentase Keuntungan
  • U: Jumlah Keuntungan Bersih (Pendapatan dikurangi Modal)
  • M: Jumlah Modal Awal atau Harga Beli

Mari kita bedah cara kerja rumus ini melalui studi kasus nyata agar lebih mudah Anda eksekusi di toko sendiri.

Simulasi Kasus Satu Jenis Barang

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, menghitung satu jenis barang jauh lebih sederhana karena tidak melibatkan banyak variabel pengurang. Misalkan Anda memiliki modal sebesar Rp10.000.000,00 untuk kulakan satu jenis komoditas.

Setelah seluruh barang habis terjual, Anda berhasil mengumpulkan total penghasilan atau omset sebesar Rp15.000.000,00. Langkah pertama adalah mencari jumlah keuntungan bersih dengan mengurangi penghasilan terhadap modal awal.

$$U = Rp15.000.000,00 - Rp10.000.000,00 = Rp5.000.000,00$$

Langkah kedua adalah memasukkan angka tersebut ke dalam rumus persentase keuntungan usaha:

$$PU = \frac{Rp5.000.000,00}{Rp10.000.000,00} \times 100\% = 50\%$$

Berdasarkan perhitungan matematis tersebut, bisnis Anda menghasilkan keuntungan dengan persentase laba sebesar 50% dari modal awal yang dikeluarkan.

Cara Menghitung Persentase Untung/Rugi, Terhadap Harga Pembelian | Math In

Cara Hitung Untung Rugi Jualan Banyak Item

Tantangan terbesar muncul ketika toko Anda menjual berbagai macam barang dengan harga beli dan margin yang berbeda-beda. Bagaimana cara menghitung persentase keuntungan dagang jika kondisinya heterogen seperti ini?

Midtrans menjabarkan bahwa langkah terbaik adalah dengan menjumlahkan seluruh modal komulatif, lalu membandingkannya dengan total hasil penjualan akhir periode. Jangan menghitung persentase per barang lalu merata-ratakannya secara langsung karena hasilnya pasti bias.

Berikut adalah contoh kasus nyata pada toko obat yang menjual tiga jenis obat generik berbeda dengan total modal awal sebesar Rp400.000,00:

Simulasi Penjualan Tiga Jenis Obat Generik
Jenis ProdukJumlah TerjualHasil Penjualan (Rp)
Obat Generik A4 Kotak400.000,00
Obat Generik B1 Kotak30.000,00
Obat Generik C8 Kotak200.000,00

Mari kita hitung total pendapatan kotor dari ketiga produk tersebut dengan menjumlahkan seluruh hasil penjualan yang ada pada tabel pembukuan:

$$Total Pendapatan = Rp400.000,00 + Rp30.000,00 + Rp200.000,00 = Rp630.000,00$$

Setelah mengetahui total pendapatan, kita bisa mencari total keuntungan bersih dengan mengurangi total pendapatan terhadap modal komulatif awal sebesar Rp400.000,00:

$$Total Keuntungan = Rp630.000,00 - Rp400.000,00 = Rp230.000,00$$

Langkah terakhir adalah mencari persentase keuntungan total dari akumulasi berbagai macam barang tersebut memakai rumus dasar:

$$PU = \frac{Rp230.000,00}{Rp400.000,00} \times 100\% = 57,5\%$$

Melalui metode akumulasi ini, Anda tetap bisa memantau tingkat kesehatan toko ritel meskipun memiliki ribuan Stock Keeping Unit atau SKU barang yang berbeda.

Cara Menentukan Harga Jual dari Target Persen Keuntungan

Banyak pelaku usaha pemula yang bingung saat ditanya pertanyaan seperti "bagaimana cara menghitung persentase keuntungan dagang yang ideal?" atau "gimana rumus nyari persen untung sebelum menentukan harga katalog?".

Jika Anda sudah menetapkan target persentase laba, misalnya ingin untung 30% dari harga beli, maka Anda harus membalik logika rumusnya. Jangan sampai Anda salah menetapkan harga jual yang justru membuat margin keuntungan menipis akibat terpotong biaya administrasi aplikasi.

Metode penentuan harga berbasis target persen ini wajib melibatkan biaya operasional tetap dan biaya variabel harian agar angka profitabilitas yang dihasilkan di akhir bulan merupakan representasi laba bersih yang valid dan siap diinvestasikan kembali.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow