Seni Grafis Cetak Tinggi Ternyata Mudah dengan Media Kayu dan Kasa

Smallest Font
Largest Font

Bagaimana cara kerja pembuatan karya seni rupa dengan teknik cetak selalu menjadi pertanyaan menarik bagi pencinta seni rupa yang ingin menggandakan karya visual mereka secara presisi. Seni grafis cetak menawarkan kebebasan berekspresi sekaligus efisiensi produksi yang tidak dimiliki oleh teknik lukis manual sekali jadi. Saya melihat banyak seniman pemula menganggap proses ini rumit karena banyaknya media acuan yang terlibat di dalam studio.

Padahal, esensi utama dari seni cetak ini adalah mentransfer tinta dari sebuah cetakan atau klise ke atas media rupa seperti kertas atau kain. Melalui ulasan mendalam ini, Saya akan membedah secara kritis cara kerja berbagai teknik seni cetak yang berkembang di industri seni rupa saat ini. Kita akan melihat bagaimana pelat logam, kasa, karet, hingga balok kayu dapat memindahkan ide visual ke media pilihan Anda.

Sebelum masuk ke aspek teknis yang mendalam, kita harus memperjelas terlebih dahulu mengenai konsep dasar dari media seni rupa yang satu ini. Seni grafis merupakan salah satu cabang seni rupa dua dimensi yang proses pembuatannya memanfaatkan teknik cetak demi menghasilkan penggandaan karya.

Teknik mencetak seni grafis adalah teknik untuk menggandakan karya seni dalam jumlah tertentu. Hal ini membuat karya seni grafis memiliki keunikan tersendiri, di mana setiap salinan cetakan yang dihasilkan tetap dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sekadar reproduksi digital. Jika melihat kilas balik ke belakang, sejarah teknik cetak ini memiliki perjalanan panjang yang bermula dari daratan Asia. Cina mengembangkan teknik cetak untuk menggandakan tulisan keagamaan yang diukir di atas permukaan balok kayu besar.

Dari wilayah Cina inilah, karya seni grafis media kayu mulai menyebar luas dan banyak ditemukan di Asia, termasuk berkembang pesat di Jepang dan Korea. Keberadaan seni cetak balok kayu di Asia ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada estetika visual global. Seiring berjalannya waktu, teknik cetak berkembang ke Eropa untuk mencetak di atas kain, khususnya untuk kebutuhan dekorasi pakaian mewah. Momentum revolusioner terjadi pada tahun 1440, ketika Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak bergerak yang mengubah wajah literasi dunia.

Di Indonesia sendiri, perkembangan seni cetak grafis dikenal pada masa perjuangan dan kemerdekaan. Pada masa-masa krusial tersebut, para seniman banyak membuat poster bertema perjuangan yang dicetak massal, contohnya karya ikonik dari Suromo dan Abdul Salam dari Jogjakarta.

Seni grafis bukan sekadar cara menggandakan gambar, melainkan media ekspresi dan visualisasi gagasan seni yang tinggi dengan karakteristik visual yang khas.

Bagaimana Cara Kerja Cetak Tinggi (Relief Print)

Prinsip dasar cetak tinggi sebenarnya menyerupai cara kerja stempel yang sering kita gunakan sehari-hari. Bagian acuan cetak yang menonjol akan menerima tinta, sedangkan bagian yang cekung atau dicungkil akan tetap bersih dari lapisan tinta.

Mengenai definisi teknisnya, Dr. Farida Mayar, M.Pd. dalam buku Seni Rupa untuk Anak Usia Dini (2022:96) memaparkan bahwa "cetak tinggi merupakan proses pembuatan dari bahan yang dicungkil atau dicuil, sehingga permukaannya menjadi berukir atau berelief."

Bahan yang Digunakan untuk Cetak Tinggi

Bahan utama yang sering digunakan dalam proses cetak tinggi sangat menentukan hasil detail visual dari gambar. Beberapa bahan yang umum digunakan dalam teknik cetak seni rupa jenis ini meliputi karet lino (linoleum), papan kayu, serta lembaran karet tebal.

Karet lino menjadi bahan yang paling populer bagi seniman modern karena karakternya yang empuk dan sangat mudah dicungkil memakai pisau grafis. Sementara itu, balok kayu memberikan tekstur serat alami (woodgrain) yang sangat eksotis pada hasil akhir cetakan kertas Anda.

Langkah dan Cara Membuat Cetak Tinggi

Proses pengerjaan dimulai dengan membuat sketsa gambar secara terbalik (mirroring) di atas permukaan karet lino atau papan kayu. Tahap berikutnya adalah mencungkil bagian-bagian latar belakang yang tidak ingin terkena tinta menggunakan pisau cukil khusus.

Setelah proses mencungkil selesai, rol karet digunakan untuk meratakan tinta cetak di atas permukaan klise yang menonjol tadi. Kertas kemudian diletakkan di atas klise berukir tersebut, lalu ditekan menggunakan sendok atau mesin pres agar tinta berpindah sempurna.

Mengenal Sifat Cetak Dalam (Intaglio Print)

Jika cetak tinggi memanfaatkan bagian permukaan yang menonjol, maka cetak dalam bekerja dengan cara yang berkebalikan. Pengertian cetak dalam intaglio adalah teknik cetak di mana tinta masuk ke dalam guratan atau cekungan yang dibuat di atas permukaan pelat logam.

Cara kerja intaglio menuntut ketelitian tinggi karena bagian pelat logam sengaja digores menggunakan jarum etsa tajam atau cairan asam kimia. Jenis cetak dalam ini mencakup beberapa teknik spesifik seperti etsa (etching), engraving, drypoint, dan mezzotint.

Perbandingan Karakteristik Antara Cetak Tinggi dan Cetak Dalam
Karakteristik AcuanCetak Tinggi (Relief)Cetak Dalam (Intaglio)
Bahan Utama KliseKaret lino, papan kayuPlat logam tembaga, seng
Posisi Tinta GrafisPermukaan atas yang menonjolCekungan guratan di dalam pelat
Tekanan Mesin CetakRingan sampai sedangSangat kuat dan tinggi
Karakter Garis HasilCenderung tebal dan solidSangat halus dan detail

Berdasarkan tabel di atas, terlihat jelas bedanya cetak tinggi dan cetak dalam dari segi mekanis acuan cetaknya. Untuk mencetak karya intaglio, seluruh permukaan pelat logam diberi tinta terlebih dahulu, lalu permukaan atasnya diseka bersih hingga tinta hanya tersisa di dalam lubang goresan.

Media cetak yang umum seperti kertas yang agak lembap kemudian diletakkan di atas pelat logam tersebut. Keduanya harus dilewatkan melalui mesin press intaglio bertekanan tinggi agar kertas dapat menyerap tinta dari dalam cekungan pelat logam secara optimal.

Fleksibilitas Teknik Cetak Saring atau Sablon

Teknik cetak saring atau yang lebih akrab dikenal sebagai cetak sablon merupakan metode yang menggunakan kasa sutra (screen) berporeus. Kasa ini dipasang pada bingkai kayu atau aluminium sebagai penghalang sekaligus penyaring tinta.

Cara kerja teknik sablon kaos didasarkan pada prinsip menutup pori-pori kasa menggunakan emulsi foto atau afdruk, kecuali pada bagian desain yang ingin dicetak. Tinta grafis kemudian dituangkan di atas kasa dan disapu menggunakan rakel karet yang ditekan kuat.

Tinta akan menerobos pori-pori kasa yang terbuka dan langsung menempel pada permukaan media di bawahnya, baik itu media kertas maupun kain. Fleksibilitas media cetak yang umum digunakan inilah yang membuat teknik cetak saring sangat mendominasi industri kreatif sandang global.

Proses Cetak Lino Cut Tips dan Trik | BundaLena_RubiCraft

Bagi pemula yang baru belajar seni grafis, pertanyaan seperti "apa saja contoh karya seni grafis cetak saring dalam kehidupan sehari-hari?" sering kali muncul di benak mereka. Jawabannya sangat mudah ditemukan di sekitar kita, mulai dari kaos oblong dengan desain grafis unik, spanduk kain, hingga cetakan pada kemasan plastik produk kosmetik.

Kekurangan dari Metode Cetak Seni Rupa Konvensional

Meskipun mampu menghasilkan visualisasi yang sangat menakjubkan, teknik cetak seni rupa konvensional ini memiliki beberapa kelemahan yang nyata. Pertama, proses pembuatan klise cetak memakan waktu yang sangat lama serta menuntut presisi fisik yang melelahkan dari tangan seniman.

Kekurangan kedua terletak pada risiko kesalahan fatal saat proses mencungkil pada cetak tinggi atau menggores pada teknik cetak dalam. Jika Anda salah mencungkil satu garis saja di atas karet lino, maka pelat acuan tersebut tidak bisa diperbaiki lagi dan Anda harus mengulanginya dari awal. Selain itu, kebutuhan akan peralatan khusus seperti mesin press intaglio yang berbobot berat dan berharga mahal menjadi hambatan tersendiri bagi seniman independen.

Penggunaan bahan kimia kimia seperti cairan asam untuk proses etsa juga membutuhkan sistem ventilasi studio yang sangat baik agar aman bagi pernapasan. Pilihan teknik cetak yang akan Anda gunakan pada akhirnya sangat bergantung pada karakter visual yang ingin dicapai serta ketersediaan alat di studio. Cetak tinggi menawarkan kontras visual yang kuat dan berani, cetak dalam menyajikan detail garis yang luar biasa halus, sedangkan cetak saring memberikan kebebasan eksplorasi warna pada berbagai permukaan media kain modern.

Follow ngajimatematika.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed